Ibnu Nafis, Penemu Aliran Sirkulasi Darah


Ibn_al-NafisDunia kedokteran menyebutnya sebagai bapak ahli fisiologi terhebat di era keemasan Islam pada abad ke 13. Dialah dokter pertama yang menemukan aliran sirkulasi darah lewat pembuluh kapiler, jantung dan paru-paru. Dia juga merupakan seorang penghafal Al-Qur’an dan Hadits.

Dilahirkan dengan nama Abu ‘Ala’i ‘Alaudin ‘Ali Bin Abi Hazam bin Nafis Qurosyi, atau yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Nafis. Dia lahir di Damaskus pada tahun 1213 Masehi. Dia menuntut ilmu kedokteran pada Muhadzdzib ad-Din Abdul Rahim bin Ali.

Setelah menuntut ilmu di tempat kelahirannya tersebut, maka Ibnu Nafis pun pindah ke Kairo dan mendapatkan kedudukan penting sebagai dokter kepala di sebuah rumah sakit Al-Mansouri. Ia juga sekaligus menjadi dokter pribadi dari Sultan Baybars I.

Dia dianugrahi gelar sebagai, “BapakFisiologi Sirkulasi”.Prestasinya tersebut sekaligus mematahkan klaim dunia barat yang menyatakan bahwa, Sir William Harvey dari Kent, Inggris sebagaipenemu dari teori sirkulasi paru-paru pada abad ke 16 M seperti apa yang termuat dalam Encarta Encyclopedia 2003.

Konytribusi Ibnu Nafis di ilmu kedokteran rupanya tidak hanya pada bidang fisiologi saja. Namun dia juga dikenal sebagai dokter yang mendukung kedokteran eksperimental, post mortem otopsi.Sejarah juga mencatat Ibnu Nafis sebagai dokter pertama yang menjelaskan tentang konsep metabolism. Maka tidak heran apabila ia mengembangkan aliran kedokteran nafsian tentang sistem anatomi, fisiologi, psikologi, dan pulsologi.

Muhyo Al-Deen Altawi pun menguak kiprah Ibnu Nafis ini dalam kitabnya yang berjudul Commentary on the Anatomy of Canon of Avicenna.Kitab ini tersimpan di perpustakaan nasional Prussia, Berlin, Jerman.Teori-teori yang dikeluarkan oleh Ibnu Nafis telah banyak menggantikan teori-teori yang dikeluarkan oleh Ibnu Sina, dan Galen (seorang dokter Yunani).IbnuNafis menilai banyakteori-teori dari tokoh-tokoh tersebut yang keliru. Diantaranya adalah tentang denyut, tulang, otot, panca indera, perut, terusan empedu, dan anatomi tubuh lainnya.

Untuk meluruskan teori-teori yang dianggapnya keliru tersebut, maka dia menjelaskannya melalui diagram yang melukiskan bagian-bagian tubuh yang berbeda dalam buku ilmu fisiologi yang ditulisnya. Ibnu Nafis memang dikenal sebagai ilmuan yang produktif menulis buku.Salah satu karyanya adalah Sharh al-Adwiya al-Murakkaba yang berisi komentar Ibnu Nafis terhadap karya Ibnu Sina yang berjudul “Syarhu Tasyrih Ibnu Sina”.

Pada buku itu, Ibnu Nafis juga menjelaskan perbedaan organ tubuh hewan yang satu dengan yang lainnya, serta bagian dari alat-alat tubuh. Dalam buku ini Ibnu Nafis juga memperkenalkan metode pembedahan tulang dan persendian. Ibnu Nafis juga menjelaskan tentang pembedahan hati, saluran darah, rongga badan serta jantung.Ia menyatakan dengan tegas, bahwa tidak ada pembedahan yang rumit kecuali pada tubuh yang masih hidup.

Beberapa karya yang terkenal lainnya dari Ibnu Nafis adalah buku Aphorisme (fushul) of Hipocrates. Buku ini berisi komentar Ibnu Nafis di bidang medis.Termasuk di dalamnya komentar tentang ramalan-ramalan Hipocrates dan pengaruhnya. Lalu ada kitab Asy-Syamil fi ath-Thibb. Kitab ini merupakan ensiklopedi kedokteran lengkap yang berisi sekitar 27.000 folio yang tersebar dalam delapan jilid tebal.

Dalam sebuah teorinya, Ibnu Nafis pernah mengatakan, “Darah dari kamar kanan jantung harus menuju bagian kiri jantung, namun tak ada bagian apapun yang menjembatani kedua bilik itu. Sekat tipis pada jantung tidak berlubang”.IbnuNafis juga menambahkan,”Dan bukan seperti apa yang dipikirkan Galen, tidak ada pori-pori yang tersembunyi di dalam jantung. Darah dari bilik kanan harus melewati vena arteriosa (arteriparu-paru) menuju paru-paru, menyebar, berbaur dengan udara, lalu menuju arteriavenosa (vena paru-paru) dan menuju bilik kiri jantung, dan bentuk ini merupakan spirit vital.”

Sedangkan mengenai paru-paru, Ibnu Nafis mengatakan bahwa paru-paru terdiri dari banyak bagian. Pertama adalah bronchus, kedua adalah cabang-cabang arterivenosa, sedangkan yang ketiga adalah cabang-cabang vena arteriosa. Ketiganya terhubung oleh jaringan daging yang berongga.

Beliau tutup usia pada 21 Dzulkaidah 687H/18 Desember 1288 M di KairoMesir. Para tokoh-tokoh dunia banyak yang mengakui kontribusi Ibnu Nafis pada dunia kedokteran. George Sarton, bapak sejarah sains mengakui bahwa penemuan sirkulasi paru-paru yang dicapaiI bnu Al-Nafis sangat penting artinya bagi dunia kedokteran. “Jika kebenaran teori Ibnu Al-Nafis terbukti, maka diaharus diakui sebagai salah seorang dokter yang telah memberi pengaruh terhadap William Harvey. Ibnu Al-Nafis adalah seorang ahli fisiologi terhebat abad pertengahan,” ungkap Sarton mengakui kehebatan Ibnu Nafis.

Max Meyrholf, seorang ahli sejarah yang meneliti jejak kedokteran di dunia Arab pun juga mengungkapkan pengakuan yang sama. Meyrholf berkata, “Kita melihat bahwa Ibnu Al-Nafis telah mengungkapkan penampakan saluran antara dua jenis pembuluh paru-paru.” Penemuan yang mengguncang itu, papar dia, ditemukan tiga abad sebelum Realdo Colombo.

Joseph Schacht menyatakan, bahwa teori-teori yang diungkapkan Ibnu Nafis begitu berpengaruh terhadap dokter-dokter di Barat. Selain itu, dia juga memuji Nafis yang mampu melontarkan kritik terhadap Ibnu Sina dan Galen. Nafis mampu mendirikan aliran kedokteran nafsian dengan membuat penambahan bagian-bagian anatomi manusia. “Kemungkinan Colombo telah mendalami teori-teori Ibnu Nafis,” ungkap Schacht.

Taj al-Din al-Subki dan Ibnu Qadi Shuhba menyebutkan, bahwa tak pernah ada dokter di dunia ini yang seperti Al-Nafis. Bahkan dua tokoh ahli sejarah tersebut mengakui kehebatan Ibnu Nafis dengan mengatakan bahwa tidak ada lagi dokter yang hebat selain Ibnu Sina dan Ibnu Nafis.

Tidak ada komentar