10 Hal Yang Harus Diketahui Para Karyawan


Cinta-Keluarga

Bekerja memang sudah fitrah kita sebagai manusia, terutama bagi para lelaki yang sudah menjadi ayah. Kejenuhan dalam menjalani pekerjaan pasti menghantui siapapun dan dimanapun. Terkadang loyalitas kita sebagai pekerja tidak mendapat tanggapan positif dari pimpinan, bahkan sekedar mengucapkan "Kamu hebat, perusahaan bangga memiliki karyawan sepertimu."

Ditambah atmosfer pekerjaan yang penuh dengan intrik saling menjatuhkan. Tidak mengenal kawan atau lawan demi untuk mendapat perhatian khusus pimpinan. Bekerja mencari uang memang penting, tapi banyak hal yang jauh lebih penting.

Buat kamu yang merasa merasakan 'kedzoliman' pimpinan di perusahaanmu, silahkan baca yang berikut ini.

1. Perusahaan selalu menggajimu sesuai jumlah yang tertera di kontrak. Jadi, bekerjalah 8 jam/hari sesuai kontrak.

2. Kalau tak disertai tunjangan atau kenaikan gaji, kenapa harus menambah porsi kerjamu sendiri?

3. Kantormu royal? Mungkin yang mereka berikan memang sudah kewajiban. Jadi jangan merasa kamu punya hutang moral

4. Untuk apa kamu dapat uang dari bekerja, kalau tak bisa menikmatinya karena hidupmu habis di kantor?

5. Kamu memang butuh pekerjaan, tapi sebaliknya, perusahaan juga butuh kemampuanmu. Hargailah dirimu sendiri dengan tak bekerja sampai malam hari

6. Kerajinanmu akan membuat perusahaan merasa tak perlu menambah tenaga. Akhirnya kamulah yang pontang-panting menangani semua

7. “Iya sih, tapi kerjaanku belum selesai…” Namanya pekerjaan ya tidak pernah selesai. Kamu yang harus tahu batasmu sendiri.

8. Klien memang penting, tapi keluargamu juga. Walau tak membayar dengan uang, mereka memberimu hal penting yang tidak klienmu punya

9. Jujurlah pada dirimu sendiri. Apa yang kamu dapatkan dari bekerja begitu keras untuk kantor sampai mengorbankan seluruh waktumu?

10.Bekerja hanyalah salah satu bagian dari kehidupanmu. Masih ada bagian hidupmu yang lainnya — jadi keluarlah dan nikmati itu

Kita memang harus total dalam bekerja. Memang harus berusaha memberikan sebaik-baik performa.

Tapi ini tak sama dengan memberikan seluruh waktumu untuk perusahaan. Kamu punya kehidupan juga. Bukankah kalimat “work hard, play hard” juga ada benarnya? (sumber : hipwee)

Tidak ada komentar