Biografi Singkat Buya Aznan Lelo, Dokter yang Layani Ratusan Pasien Sehari dan Dibayar Seiklasnya


buya aznan

Dr Aznan Lelo atau yang akrab dipanggil Buya ini lahir di Bukit Tinggi 2 Desember 1951. Beliau ini tidak pernah mematok harga sepeser pun. Bagi dia, profesi seorang dokter sejatinya membantu orang sakit.

Dokter farmakologi yang membuka praktik di rumahnya di Jalan Puri, Kelurahan Kota Matsum, Medan, Sumatera Utara ini yang selalu didatangi ratusan pasien setiap harinya.

"Saya juga heran kenapa mereka banyak yang datang, padahal tidak ada papan nama. Bagi saya semua pasien tetap harus dilayani," kata Aznan saat ditemui di Medan, Sumatera Utara.

"Tidak pernah saya minta pasien, kalau mereka berobat tidak pernah saya tetapkan tarifnya, tapi kalau mereka memberi ya saya terima. Saya tidak mau terima langsung, istri saja yang membukanya," ucap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Aznan menyebut, praktik pengobatan ini mulai sejak 1978. Saat itu ia membuka praktik di kediaman orangtuanya, yang hanya berjarak 2 rumah dari kediamannya sekarang. Kemudian dia sempat berhenti pada 1983, saat ada kesempatan mengambil gelar Ph.D di Australia.

Terlahir dari ayah dan ibu yang berprofesi sebagai tukang jahit, Aznan yang saat ini menginjak 65 tahun, tidak pernah memiliki cita-cita sebagai dokter.

Sebagai anak yang suka pelajaran matematika saat di bangku sekolah, Aznan sangat mendambakan menjadi seorang sarjana nuklir.

"Abang saya bilang, saya jago matematika, ngapain jadi sarjana nuklir? Bagusnya jadi dokter," kenang dia.

"Ditanya lebih dulu lagi, kepala sekolah SD pernah nanya juga, mau jadi apa? Mau jadi orang berguna, tetapi beda dari yang lain. Rasanya sudah kesampaian sekarang," sambung Aznan.

Meski profesi yang disandangnya kini bisa saja dapat menghasilkan banyak uang, namun Aznan enggan melakukan. Sang istri, Rahmayanti Yoesran, juga tidak pernah mengeluhkan.

"Buya kegiatannya dari pagi mengajar, kemudian buka praktik sore hari, tapi enggak pernah ngeluh capek atau sakit. Buya selalu mengaku senang dengan apa yang dilakukannya. Saya juga dukung kalau Buya seperti ini," kata Rahmayanti. (LANJUT DISINI)

buya aznan dan bang andyPerempuan 50 tahun ini mengaku, kepada anak-anaknya, Aznan tidak pernah menuntut mereka harus menyandang profesi tertentu.

Alhasil, tanpa tekanan dan dibesarkan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta norma-norma agama, 2 dari 3 anak mereka menjadi seorang dokter. Sedangkan seorang lainnya lulusan sarjana hukum.

"Dua orang ngikut Buya jadi dokter, kalau yang paling besar lulusan sarjana hukum," ujar dia.

Terkait pasien yang sering berobat kepada Aznan, Rahmayanti menuturkan, kebanyakan pasien datang dari Kota Medan. Namun ada juga beberapa pasien dari luar kota, bahkan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Belanda.

"Saya tidak ingat tahun berapa, ada pasien datang dari Belanda dan Malaysia datang. Kita juga enggak tahu mereka dapat informasi dari mana. Buya juga kaget, tapi tetap dilayani dan tidak dikenakan tarif, seikhlasnya saja. Buya tidak pernah minta," cerita dia.

Setelah membaca artikel sebelumnya (Kisah Dokter Asal Medan yang Dibayar Seiklasnya, Pasiennya Ada yang Dari Eropa) berbagai kesan dan ungkapan terima kasih dari mahasiswa maupun pasien Buya Aznan langsung masuk, berikut beberapa yang dapat kami rangkum.

Andri Hidayat
Jadi ingat waktu kuliah sering berobat sama beliau, barakallaahu fiik buya, semoga senantiasa diberikan kesehatan dan berkah dunia akherat. Aamiin yaa rabb

Albar
subhanallah…Dr.Aznan Lelo yg mengkhitan saya 20thn lalu. Sehat selalu Dok, semoga selalu dlm lindungan Allah.

Rio
Dokter yang sunat saya 15 tahun silam. Beberapa bulan Setelah khitan nannya, “dok kok bentuknya aneh” “itu dibikin bentuk bunga2 biar paten”. Waktu kecil tiap sakit dibawa ke tempat praktek beliau, baru dipegang sambil dimarahin dikit langsung sembuh.Pernah jawab salam beliau (nyela) waktu beliau angkat telvon dari orang lain. Bukan dimarahin malah dibilang “anak surga..”Semoga menjadi inspirasi buat dokter2 lain.. amin

nonong husin
Ya Allah.. Semoga buya di beri kesehatan. Seperti Allah swt.memberi kesehatan kpd ank saya irfan.
Melalui tangan buya. Ank saya sembuh.akibat tabrakan hebat. Yg trjadi fhun 2011,
Ank saya smpat koma 2 minggu. Di oprasi kepala krna ada penyumbatan darah dan rahang yg hncur. Setelah keluar dari Rs malahayati mdan. Ank saya sembuh. Tp memori a smpat lama kmbali.
Setelah berobat dgn buya. Dgn biaya yg sangat murah.ank saya bisa sehat kmbali. Sudah bisa nyetir mobil lagi. Dan beraktifitas seperti bisa lagi..
Alhamdulillah ya Allah…

samer razak 
The best lah untuk Buya Aznan Lelo. Ane dulu sunat sama Buya Aznan Lelo . Dan pembayaran se ikhlas hati. Terima kasih banyak buat Buya Aznan Lelo.

Tidak ada komentar