Kisah Reuni Jokowi dengan Sahabat di Bener Meriah


[caption id="attachment_2452" align="aligncenter" width="743"]Jokowi di Bener Meriah (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom) Jokowi di Bener Meriah (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)[/caption]

Presiden Joko Widodo pernah tinggal dan bekerja di Aceh jauh sebelum menjadi Wali Kota Solo dan Presiden Republik Indonesia. Dalam kunjungan ke Aceh, Jokowi menyempatkan bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya saat pernah bekerja dulu.

Pertemuan digelar sambil makan siang di Rumah Makan Putri Simpang Tige, Jalan Rembele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (2/3/2016). Lokasi rumah makan ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari Bandara Rembele yang baru saja diresmikan Jokowi.

Ada sekitar 20 orang sahabat lama Jokowi yang dikumpulkan dan diajak berbicara sambil santap siang. Pertemuan berlangsung santai di rumah makan sederhana yang menjual masakan khas Gayo. Para sahabat Jokowi itu mengenakan ID bertuliskan 'Sahabat'.

"Kami 6 orang satu divisi kehutanan dan bahan baku masuk pabrik," ucap salah seorang sahabat Jokowi, Soelistyotomo usai pertemuan.

Soelis bercerita, perusahaan tempat dia dan Jokowi bekerja bernama PT Kertas Kraft Aceh (KKA) milik BUMN yang memproduksi kertas kantong semen. Jokowi bersama 5 rekan lainnya dikirim untuk bekerja di Aceh.

Jokowi yang kala itu sebagai supervisor untuk survei hutan dan potensi bahan baku kertas, bekerja dan tinggal di Aceh sekitar dua tahun yaitu pada tahun 1986-1988.

"Bagi-bagi survei jalan dari Lhokseumawe sampai Aceh Tengah. Selain itu melihat potensi hutan dan perkantoran," cerita Soelis.

Di tengah santap siang itu, Jokowi dan para sahabatnya juga bicara soal kondisi terkini perusahaannya. Jokowi heran hutan pinus tempat mereka bekerja dulu sudah habis.

"Kok hutan kita habis, itu sejarah kita. Kita minta penanaman kembali dan ada perhatian dari pemerintah termasuk untuk pertanian dan peternakan," papar Soelis.

Sementara sahabat Jokowi lainnya, Sueb, mengenang sosok Jokowi sebagai orang yang baik. Meski hanya dua tahun, namun profil Jokowi cukup membekas saat pernah tinggal bersama dalam satu mess atau perumahan karyawan.

"Saya bagian pembukaan jalan, beda divisi. Bawaannya baik walau dia di atas kami posisinya," ucap Sueb.

"Artinya dia tetap komunikasi dengan kami. Alhamdulillah sahabat-sahabat yang dia tinggalkan tetap ada komunikasi. Dia bilang kalau ke Jakarta datang, dia tetap sapa kami," imbuh Sueb senang bisa bertemu Jokowi.

Soal kenangan Jokowi tinggal di Aceh ini, sebelumnya disampaikan langsung oleh Jokowi saat meresmikan Bandara Rembele yang tak jauh dari tempat pertemuan Jokowi dan sahabatnya tadi.

Jokowi terkesan dengan topi raja dan kain ulen-ulen khas Aceh bermotif Kerawang Gayo yang dikenakan saat penyambutan dirinya tiba di Rembele. Kain itu dikenakan selama acara.

"Kenapa ini saya pakai terus? Biar rasanya sampai ke dalam bahwa saya ini orang Gayo, kampung halaman saya kedua," ucap Jokowi dalam sambutan peresmian

Nah, lokasi mess perusahaan tempat Jokowi pernah tinggal sekitar 30 tahun lalu itu masuk wilayah pengembangan bandara Rembele. Lokasi itu diratakan untuk kepentingan bandara.

"Saya tanya Pak Menteri (Ignasius Jonan), di mana rumah saya? Mohon maaf pak, sudah digusur untuk perluasan airport Rembele," lanjut Jokowi disusul tawa tamu yang hadir.

Sambil sedikit kelakar, Jokowi mengatakan seharusnya sebelum digusur, harus izin dulu apakah diperkenankan atau tidak. Tapi demi kepentingan transportasi yaitu pembangunan bandara tak masalah buat Jokowi.

"Kalau untuk kepentingan umum yang sangat diperlukan masyarakat silakan," ucap Jokowi disambut tepuk tangan pejabat Bener Meriah yang hadir. (detik)

Tidak ada komentar