Orang Kaya Ini Beli Baju di Pasar Loak


ingvar kamprad

Menjadi kaya adalah keinginan banyak orang. Berfoto selfie di dalam mobil baru, rumah baru atau saat makan direstoran mahal jadi gaya hidup banyak orang yang ingin disebut kaya. Bahkan, yang menjadi tragedi saat ini, para ABG yang ingin merasakan hidup kaya dengan cara cepat hingga menjual diri.

Tahukah kalian, sebagian orang super kaya, yang mengeluarkan keringat darah saat merintis kekayaannya itu, malah bergaya hidup sederhana dan apa adanya. Inilah yang menjadi perbedaaan antara orang kaya dengan orang super kaya.

Seperti kisah yang satu ini. Miliarder Ingvar Kamprad, pendiri ritel perabot Swedia IKEA, telah dikenal dunia sebagai sosok yang kaya-raya. Namun, siapa sangka ia hidup sederhana dan suka membeli pakaian di pasar loak.

"Saya selalu mengenakan pakaian yang dibeli di pasar loak. Ini berarti saya ingin memberi contoh yang baik," ujar pria yang akan berusia 90 tahun pada 30 Maret 2016 itu dalam sebuah film dokumenter yang disiarkan di televisi Swedia.

Menurut Kamprad, berhemat adalah sifat lazim dari penduduk Smaland, tempat asalnya yang terletak di wilayah pertanian Swedia selatan. Meski dilaporkan memiliki kekayaan akumulasi 610 miliar Krona Swedia (sekira Rp 946,5 triliun), Kamprad tetap menjalankan kebiasaan itu.

Kesederhanaan dan hidup hemat Kamprad telah menjadi berita selama bertahun-tahun. Pada tahun 2008, ia mengatakan kepada surat kabar Sydsvenskan bahwa biaya cukur rambut di Belanda sebesar 22 Euro (Rp 314 ribu) sudah sangat melanggar anggaran cukur rambutnya.

"Biasanya saya cukur rambut di negara berkembang, terakhir kali saat di Vietnam," tutur pria yang pada tahun 2006 disebut majalah bisnis Amerika Forbes sebagai orang keempat terkaya di dunia itu.

Pada tahun 1973, Kamprad meninggalkan Swedia ke Denmark untuk mencari struktur pajak yang lebih rendah sebelum berpindah ke Swiss. Ia pensiun secara progresif dari perusahaan keluarga sejak 2010 dan menyerahkan bisnis kepada ketiga anaknya serta kembali menetap di Swedia pada tahun 2014, dikutip dari Malay Mail Online.

Tentu saja masih banyak kisah orang super kaya yang hidup biasa saja. Jadi, untuk anda yang suka pamer kekayaan, sesekali lihatlah ke atas. Karena masih ada langit di atas langit.

Tidak ada komentar