Alhamdulillah, Ini 13 'Oleh-oleh' Presiden Jokowi dari Negeri David Beckham


jokowi di london

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri forum bisnis antara pengusaha Indonesia dan Inggris. Dalam forum itu ditargetkan tercapai kesepakatan bisnis senilai US$ 19,02 miliar atau setara dengan Rp 247 triliun (kurs Rp 13.000 per dolar AS).

"Kalau lihat jumlah business deal akan mencapai US$ 19,02 miliar," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di London, Rabu (20/5/2016).

Forum itu digelar di Mandarin Hotel, London, Inggris. Turut hadir Kepala BKPM Franky Sibarani, Menlu Retno Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Seskab Pramono Anung, Dubes RI untuk Inggris Rizal Sukma, Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, dan lainnya.

"Maka pada sisi bisnis kita meningkatkan kerja sama dengan deal business yang jumlahnya cukup besar. Ini menunjukkan harapan untuk terus meningkatkan hubungan bisnis akan semakin besar," ujar Retno.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam forum itu menyebut perekonomian Indonesia bergerak dengan dua prinsip, yaitu keterbukaan dan kompetisi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04 persen di triwulan ke-4 2015, saat perekonomian global mengalami pelambatan.

Jokowi meyakinkan para seratusan pebisnis yang hadir bahwa perekonomian Indonesia stabil di tengah kondisi global yang tak menentu. Mulai dari menerbitkan paket kebijakan ekonomi, membangun infrastruktur secara masif, hingga mengganti menteri yang bekerja kurang maksimal.

Berikut hasil kesepakatan bisnis yang tercapai menurut data BKPM di London:

1. Jardine Matheson, perluasan investasi di sektor otomotif, infrastruktur, consumer product, properti, US$ 7,5 miliar
2. Unever, perluasan investasi consumer product senilai US$ 500 juta
3. NV Vogt UK Ltd, investasi PLTS (surya), US$ 200 juta
4. Nuovito, investasi baru di bidang pengelolaan sampah untuk menunjang industri migas, US$ 100 juta
5. Glaxo Smith Kline, rencana perluasan investasi di bidang farmasi, US$ 13,1 juta
6. Lyca mobile dengan Nuansa Group, kerja sama investasi baru di bidang telekomunikasi, US$ 200 juta
7. Aggreko Energy Service, investasi baru di bidang energi PLTD (diesel), US$ 35,5 juta
8. British Petroleum, perluasan di bidang energi di Tangguh, US$ 8 miliar
9. April grup dengan UK Roxcel grup, penjualan produk pulp & paper ke Inggris, US$ 12 juta
10. HSBC, pengintegrasian Bank Ekonomi, dan perluasan, US$ 1,2 miliar
11. Garuda dengan Rolls Royce, kerja sama perawatan pesawat US$ 1,2 miliar
12. SBS Internasional, kerja sama di bidang pembangkit listrik US$ 60 juta
13. KADIN-Britcham, (penguatan lembaga dan kerja sama keduanya)

(detikfinance)

Tidak ada komentar