Cewek Batak Ini Sukses Merumput di Liga Seri A Italia


riana nainggolan

Kiprah pesepakbola berdarah Batak yang bermain Liga Italia nampaknya tak hanya disematkan pada Radja Nainggolan saja. Pasalnya saudara kembar Radja yakni Riana Nainggolan mengikuti jejak saudaranya untuk menekuni dunia si kulit bundar.

Radja dan Riana Nainggolan mendapatkan darah Indonesia dari ayahnya, Marianus Nainggolan. Namun, mereka sempat terpisah dari Marianus selama belasan tahun. Baru pada Desember 2007, mereka berkumpul kembali. Sang ayah bertolak dari Bali ke Piacenza, domisili Radja ketika itu.

Riana Nainggolan memulai perjalanan di klub AS Roma putri pada tahun 2014 lalu. Tidak seperti Radja yang menembus tim inti I Giallorossi secara reguler, Riana cuma berstatus sebagai pelapis. Dia masih kalah dari Vanessa Nagni, Claudia Palombi, dan Camilla Labate.

Adapun pada musim lalu, dia mencetak dua gol dari 16 partai liga. Akan tetapi, Sepanjang musim ini Riana baru diturunkan sebagai starter sebanyak empat kali dan mampu menymbang satu gol.

Meski tidak menjadi pilihan utama di level klub, wanita berusia 27 tahun ini mampu menarik perhatian pelatih tim nasional wanita Italia, Ives Serneels.

“Kami sudah memantau performa Riana sejak lama. Kepindahan ke Roma merupakan tantangan yang dibutuhkan oleh dia,” papar Serneels seperti dilansir Sporza, 2015.

Riana memulai debut pertamanya bersama timnas Belgia untuk tiga pertandingan Piala Siprus pada Maret 2015. Pemanggilan Riana sekaligus melahirkan rekor tersendiri. Sebelumnya, tidak ada dua saudara kembar berbeda kelamin menembus tim nasional Belgia.

Riana turut berterima kasih kepada AS Roma ketika itu. Maklum, Roma merupakan klub luar negeri pertama untuk pemain berusia 27 tahun ini.

“Berkat AS Roma, saya mengalami perkembangan pesat baik dari aspek teknik maupun taktik,” tutur Riana seperti dikutip situs resmi klub.

(fat/pojoksatu)

Tidak ada komentar