Imigran Turki yang Jadi Bos di Amrik bagi-bagi Saham, 2000 Karyawan jadi Milyader Mendadak


[caption id="attachment_2671" align="aligncenter" width="670"]CEO Chobani Hamdi Ulukaya bagi saham pada seluruh pekerja. ©2016 NYT/Alexandra Hootnick CEO Chobani Hamdi Ulukaya bagi saham pada seluruh pekerja. ©2016 NYT/Alexandra Hootnick[/caption]

Pemilik pabrik yoghurt merek Chobani di Amerika Serikat membagikan 10 persen saham kepada seluruh karyawannya. CEO Hamdi Ulukaya menyatakan saham itu dibagi kepada lebih dari 2.000 karyawan tetap dari pelbagai tingkatan, proporsinya disesuaikan lama masa kerja mereka.

ABC news melaporkan, Rabu (27/4), saham itu bisa dijual oleh karyawan jika pabrik Chobani melantai di bursa saham atau dijual kepada investor lain.

Ulukaya, imigran asal Turki, mengaku tergerak membagikan sahamnya agar karyawan merasa memiliki perusahaan itu serta bisa bekerja lebih giat.

"Pemberian saham ini bukan hadiah melainkan ikrar bersama. Dengan demikian, karyawan akan membangun perusahaan ini sekaligus masa depan mereka," ujarnya.

Pria 46 tahun itu datang ke Amerika Serikat tanpa uang sepeserpun. Dia menjajal semua pekerjaan, sampai akhirnya bisa memiliki cukup modal untuk mengajukan kredit lunak pada 2005 membangun pabrik yoghurt bercita rasa Yunani. Bisnis Chobani berkembang pesat, sehingga Ulukaya bisa mendirikan pabrik di Kota Edmeston pada 2007.

Selain menempatkan karyawan sebagai mitra, Ulukaya mengakui bagi-bagi saham gratis ini adalah caranya membalas kebaikan komunitas AS yang memberinya kesempatan merintis usaha walaupun cuma berstatus imigran.

"Chobani tidak akan bisa menjadi sebesar sekarang tanpa para karyawan," kata pria muslim berdarah Kurdi ini.

hamdi ulukaya

Saat kebijakan pembagian saham itu diumumkan, Ulukaya memeluk nyaris semua pegawai satu per satu di dalam pabrik. Para karyawan mendapat masing-masing map putih berisi keterangan jatah saham mereka.

Surat kabar the New York Times memperkirakan aset Chobani bernilai USD 3 miliar. Seandainya sekarang perusahaan ini masuk bursa atau dijual, maka karyawan paling yunior akan memperoleh minimal USD 150 ribu (setara Rp 1,9 miliar). Sedangkan karyawan senior nilai sahamnya bisa mencapai USD 1 juta (Rp 13 miliar).

Perusahaan Yoghurt ini juga dalam keadaan sangat sehat. Dua tahun lalu, perusahaan modal ventura TPG menanamkan modal senilai USD 750 juta untuk ekspansi bisnis.

Bakal calon presiden AS, Hillary Clinton, memuji langkah Ulukaya melibatkan karyawan sebagai mitra bisnisnya. "Ini adalah bukti konkret Chobani berbagi kesuksesan dengan para pekerja," kata Hillary melalui akun Twitternya.

Sang CEO Chobani sejak lama dikenal royal membagikan hartanya untuk orang lain. Pada 2014, misalnya, Ulukaya mendonasikan USD 2 juta untuk pengungsi Suriah yang terpaksa kabur ke perbatasan Turki karena ISIS. Ulukaya juga berkomitmen mewariskan separuh kekayaannya yang senilai USD 1,3 miliar, untuk misi membantu warga miskin di pelbagai negara.

[ard]

Tidak ada komentar