Warga Sulteng Dihebohkan Jelmaan Bidadari Cantik Penjaga Laut


[caption id="attachment_2639" align="aligncenter" width="780"]Boneka yang disebut bidadari cantik penjaga laut. Foto: istimewa Boneka yang disebut bidadari cantik penjaga laut. Foto: istimewa[/caption]

Beberapa waktu belakangan ini muncul kehebohan ada anak bidadari ditemukan nelayan di Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Foto yang disebut anak bidadari itu juga menyebar. Dari foto itu bisa dilihat bahwa yang disebut anak bidadari itu berkulit putih, bermata biru, hidung mancung, pokoknya mirip Barbie.

Tentu saja karena masyarakat banyak yang hanya melihat lewat foto saja, kehebohan muncul. Isu menyebar, anak bidadari ditemukan di Banggai. Belum lagi bumbu cerita, kalau anak bidadari itu ditemukan nelayan terapung di laut. Rupa-rupa cerita bercampur aduk.

detikcom mengkonfirmasi soal heboh anak bidadari turun dari langit ini ke Polda Sulteng. Pihak Polda Sulteng kemudian meneruskan ke Polres Banggai dengan AKBP Heru.

Heru sejak Senin (25/4) kemudian melakukan penelusuran soal informasi anak bidadari itu. Tim dari Polsek terdekat dari lokasi yang katanya anak bidadari ditemukan melakukan penelusuran. Lokasi anak bidadari itu berada di Bakurun, Kabupaten Banggai Laut (Balut).

Dan hasilnya mudah ditebak. Tak ada anak bidadari. Dan fakta di lapangan yang disebut anak bidadari itu ternyata boneka yang ditemukan nelayan, kemudian dipakaikan baju.

"Ada nelayan di Tangkurung. Nelayan saat kejadian gerhana matahari, sudah lama itu, dia menemukan boneka, memang bonekanya polos, boneka silikon, dibawa ke rumah nelayan dan dikasih baju seperti itu," jelas Heru, Selasa (26/4/2016).

"Kemudian masyarakat sana ada yang foto-foto kemudian menyebar," terang Heru lagi.

Entah bagaimana, lanjut Heru, mungkin ada orang iseng yang juga menyebar isu tak benar kalau boneka itu dipakai baju maka akan berubah menjadi anak-anak. Mirip dongeng zaman dahulu tentang makhluk jelmaan.

"Tapi itu boneka asli, dan sekarang masih menjadi boneka. Jadi kami imbau masyarakat untuk tidak percaya isu dan tahayul," tutup Heru mengingatkan.

Bagaimana boneka yang ditemukan nelayan di laut bisa disangka jelmaan bidadari oleh warga Banggai Laut, Sulteng punya jalan cerita yang panjang. Berawal dari penemuan boneka itu setelah peristiwa gerhana terjadi. Entah bagaimana ada warga yang percaya dan mengaitkan penemuan boneka dengan gerhana, kemudian berujung pada jelmaan bidadari.

Soal isu boneka jelmaan bidadari ini menurut Kapolres Banggai Laut AKBP Heru yang berbincang dengan detikcom, Selasa (26/4/2016) memang sempat dipercaya warga. Setidaknya pengakuan ini didapatkan dari seorang warga Desa Pulau Sagu, Banggai Laut.

"Pada bulan Februari 2016 pukul 08.00 Wita salah seorang masyarakat setempat atas nama Fardin pergi ke laut untuk mencari gurita. Sekitar pukul 13.00 Wita, lelaki tersebut mendayung perahunya untuk pindah ke tempat gurita namun sesampainya di salah satu karang dangkal lelaki Fardin melihat sesuatu yang menyerupai manusia dan tenggelam," jelas Heru yang mendapat keterangan dari seorang tokoh desa bernama Nusran.

Kemudian, melihat sesuatu menyerupai manusia itu Fardin dengan spontan mendekati. Setelah dilihat ternyata boneka yang mengambang. Lalu Fardin mengambil boneka tersebut dimuat di perahunya dan membawanya pulang.

"Sesampainya di kampung tepatnya di Desa pulau Sagu Kec. Bokan Kab. Balut, sempat menggegerkan warga dan sepakat membuat suatu tempat khusus boneka tersebut," sambung Heru.

Namun berjalan waktu sekitar 1 bulan lebih, menurut warga, boneka tersebut ternyata cuma mainan karena tidak ada tanda-tanda jelmaan bidadari atau yang lainnya.

"Warga kemudian bersepakat menyampaikan bahwa boneka tersebut barang yang hanyut akibat banjir di salah satu tempat karena laut Pulau Sagu merupakan laut lepas yang berbatasan dengan Selat Maluku," urai Heru

"Sampai sekarang boneka tersebut masih berada di rumah lelaki Fardin. Sebelum dinyatakan barang hanyut boneka tersebut sempat dijaga tiap hari oleh aparat desa, yang mana katanya boneka tersebut adalah penjaga pantai setempat dan didapat sehari setelah gerhana matahari," jelas Heru lagi.

Mungkin saat sempat dipercayai sebagai makhluk jadi-jadian itu yang membuat heboh. Tapi kini masyarakat sudah yakin kalau yang disebut penjaga pantai atau jelmaan bidadari itu hanya boneka.

Jadi pendapat masyarakat masalah barang tersebut adalah barang hanyut bukan mahluk jadi2n yg smpat mengegerkan warga.

(detik)

Tidak ada komentar