Anggota Dewan Arogan Ini Kembali Berulah, Ngotot Tolak Bayar Utang ke Pengecer Koran


robby tambunan

Masih ingat dengan anggota dewan arogan dari Siantar ini? Robby Tambunan, Anggota DPRD Kota Pematangsiantar yang berasal dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia yang pernah mencacimaki seorang ibu gara-gara kaca spion ini kembali berulah (Baca : "Nyawa Ibu Pun Bisa Kubayar 5 Juta Sekarang"). Kali ini dia dituding memiliki utang pembelian surat kabar dan ngotot menolak untuk membayarnya.

"Sebenarnya setiap kali saya beli koran, supir saya yang saya perintahkan untuk membayarnya. Cuma saya tidak tahu kenapa jadi ada koran yang tidak dibayar," ujarnya kepada www.tribun-medan.com kemarin.

Kata dia, untuk permasalahan ini dirinya tidak memiliki salah, dan mengatakan bahwa hal tersebut adalah salah supirnya. "Mana salah aku. Supir ku itu yang salah, dia yang gak bayar," ujarnya.

Saat ditanyakan apakah dirinya tidak ada niat membayar utang koran tersebut, ia mengaku bahwa membayar koran tersebut bukanlah seberapa baginya.

"Brapalah itu, yang saya dengar cuma Rp 40 ribu aja. Cuma saya mau bayarnya kalau ada cataan kejelasan koran yang belum terbayar," ujarnya.

Ia menambahkan tidak akan mau membayar jika kalau bukti pembelian koran tersebut.

"Kalau ngak ada kwitansinya, ngak maulah bayarnya. Saya mah gitu orangnya. Kalau gak jelas, seribu pun saya ngak mau bayarnya. Kalau jelas ratusan ribu pun tidak masalah saya bayar," ujarnya.

Sebelumnya Surya, penjual koran disalah satu sudut Lapangan Adam Malik.
"Iya dia sudah lama gak pernah bayar koran setiap ambil koran dari tempat saya jualan ini," ujar Surya kepada www.tribun-medan.com di Lapangan Adam Malik, Minggu (24/4/2016)

Kata surya, jika ditotal utang Robby Tambunan kepadanya dari koran yang tidak pernah dibayar hingga Rp 40 Ribu. "Sekitar Rp 40 ribu lah. Kwitansinya tidak ada pula, tahulah koran kan manalah pakai kwitansi kami jual, apalagi pengecer seperti saya," ujarnya.

Kata Surya utang Rp 40 ribu tersebut sangat berarti samanya. "Sangat berartilah, untung jual koran paling Rp 200 perbiji, untuk balikkan uang Rp 40 ribu itu berapa banyak koran lah harus saya jual," tuturnya. (tribun medan)

robby tambunan1

Perselisihan berkendara di Jalan Sutomo Pematangsiantar berujung pada penghinaan oleh anggota DPRD Siantar Robby Tambunan kepada Roma Br Pardosi.

“Kalau saya salah tadi, kreta baru pun hari ini ibu minta, bisa saya ganti. Nyawa ibu pun bisa saya bayar 5 ikat (juta) hari ini.” Itulah kalimat penghinaan yang dilontarkan oleh Robby Tambunan, seperti yang diceritakan Roma Br Pardosi kepada wartawan, Senin (4/4).

Roma menerangkan, peristiwa itu bermula saat mobil yang yang dikendarai anggota Komisi III DPRD Siantar ini bersenggolan dengan sepedamotor yang dikendarai Roma Br Pardosi di Jalan Sutomo, Minggu (3/4) sekitar pukul 20.30 WIB.

“Saat itu saya dari RSU Djasamen Saragih menuju ke rumah. Tiba-tiba di depan Kafe Evoni (sekitar 500 meter), dia belok kiri mau parkir. Saya berada di sebelah kirinya, sama-sama datang dari arah bawah beriringan.

Entah siapa yang salah, saya kurang tahu. Mobilnya pake lampu sen apa tidak, aku nggak tau. Tapi katanya samaku dia pakai (lampu) sen. Kulihat mobilnya memang waktu itu masih menyala, tapi nggak hidup kulihat lampu sennya. Malam itu saya jatuh dan luka,” terangnya.

Saat itu Robby Tambunan justru memaksa Roma mengganti rugi kaca spion mobilnya seharga Rp2.500.000. Namun, Roma yang saat itu seorang diri mengatakan bahwa permintaan anggota DPRD dari PKPI itu tidak bisa disanggupi.

“Dimintanya ganti rugi spionnya. Katanya harganya Rp2,5 juta. Katanya mobil mewah ini dan spionnya mahal. Saya bilang, saya tidak punya uang sebanyak itu, yang ada hanya Rp500 ribu. Itupun saya harus pulang dulu ke rumah untuk mengambilnya dan itu pun uang sekolah anakku. Terus, dia minta SIM atau KTP-ku. Kalau nggak, kreta-ku ditahan,” jelas Roma.

Bahkan, saat itu Robby melontarkan kalimat yang dianggap saat menyakiti Roma. “Yang saya tidak terima, kalimatnya itu bikin sakit hati. Kata dia, ‘kalau memang saya salah, saya akan lari tadi. Ini kan saya tidak salah. Kalau perlu, saya tahan kreta ini.

Kalau saya salah tadi, kreta baru pun hari ini ibu minta, bisa saya ganti. Nyawa ibu pun bisa saya bayar 5 ikat (baca: juta) hari ini’. Memang kami orang miskin, tapi janganlah dibilangnya begitu. Sakit kali hatiku mendengarnya,” ujar korban menceritakan kejadian itu sembari meneteskan air mata.

Menurut warga Jalan Malanthon Siregar, Kecamatan Siantar Selatan ini, selama satu setengah jam dia berada dalam posisi tersudutkan atas desakan Robby Tambunan yang saat itu ditemani seorang wanita, untuk membayar ganti rugi kerusahakan spion mobilnya. (posmetro medan)

Tidak ada komentar