Banjir Bandang Terjang Sibolangit, 21 Mahasiswa Hilang di Lokasi Air Terjun Dua Warna


[caption id="attachment_2935" align="aligncenter" width="700"]Pengendara sepeda motor berusaha menyelamatkan kendaraannya dibantu warga sekitar. Air meluap membanjiri badan jalan Medan-Berastagi. TRIBUN MEDAN / SILFA HUMAIRAH Pengendara sepeda motor berusaha menyelamatkan kendaraannya dibantu warga sekitar. Air meluap membanjiri badan jalan Medan-Berastagi. TRIBUN MEDAN / SILFA HUMAIRAH[/caption]

Sebanyak 21 mahasiswa dikabarkan menghilang disapu banjir bandang saat melakukan perjalanan ke Air Terjun Dua Warna usai hujan deras melanda kawasan perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Berdasarkan informasi sebanyak 16 orang mahasiswa STIKES Flora dan tiga orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) serta dua mahasiswa Fakultas Hukum USU hilang kontak saat melakukan perjalanan ke lokasi wisata tersebut.

Pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) mengkonfirmasi hingga saat ini mahasiswa tersebut menghilang dan tidak dapat dihubungi.

Hingga berita ini diturunkan Basarnas sedang melakukan pencarian terhadap mahasiswa yang masih hilang.

Sebelumnya air sungai di kawasan Sibolangit meluap, sehingga mengakibatkan banjir di beberapa tempat termasuk di daerah wisata Penatapan, di wilayah perbatasan Kabupaten Karo dan Deliserdang.

Sepeda motor tampak terseret arus drainase yang meluap di Panatapan persis dekat Pabrik Aqua, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Arusnya cukup kuat hingga beberapa sepeda motor jatuh hingga terseret dan harus ditarik belasan orang, karena berada tepat di jalanan aspal turunan.
Hujan deras sekitar 2 jam membuat drainase yang mampet menyemburkan air yang memiliki debit air cukup kuat.

Beberapa polisi terlihat turut membantu evakuasi sepeda motor yang tidak bisa bergerak karena sudah telanjur berada di tengah arus.

Kepala BPBD Deliserdang Zainal Abidin membenarkan belasan wisatawan hilang di objek wisata Air Terjun Dua Warna. Bahkan, kini Camat Sibolangit sudah berada di lokasi untuk evakuasi.

"Benar, ada belasan wisatawan yang dikabarkan hilang di objek wisata itu. Belum dapat dipastikan ada yang meninggal atau belum. Tim masih bergerak," ujarnya saat dihubungi, Senin (16/5/2016) dinihari.

Dia menambahkan, jarak dari bumi perkemahan Sibolangit dengan lokasi objek wisata cukup jauh. Karena itu, tim sedang melakukan penyusuran ke lokasi.

Meskipun demikian, sudah ada masyarakat yang tiba di air terjun dua warna

"Saya sedang menuju lokasi. Namun Pak Camat bersama masyarakat sudah tiba. Informasi baru ini yang saya ketahui," ungkapnya.

[sumber]

Tidak ada komentar