Ditinggal Orangtua, Bocah Siantar Diperk0sa Penderita Sifilis


[caption id="attachment_2960" align="aligncenter" width="780"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption]

Suyetno alias Sisu (38) ditangkap petugas unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pematangsiantar ketika hendak melarikan diri dari kediamannya di komplek Perumahan BTN, Jalan Viyata Yudha, Pematangsiantar, Minggu (15/5/2016) sore.

Pria beristri dan satu orang anak itu dibekuk polisi atas laporan RS (38) yang tidak terima putrinya diperk0sa Suyetno, yang masih tetangganya.

Yang paling mengagetkan, Suyetno ternyata menderita penyakit sifilis. Dia tega memperk0sa bocah berusia 10 tahun yang masih duduk di kelas 4 SD itu di dalam rumah pelaku.

Suyetno mengaku jarang dilayani istrinya sejak pelaku menderita penyakit sifilis.

Menurut pengakuan Suyetno saat dimintai keterangan polisi Rabu (11/5/2016) sore lalu, ibu korban, RS berangkat ke Pekanbaru karena ada urusan keluarga.

Sebelum berangkat, RS meninggalkan putrinya di rumah dia bersama seorang marga Simalango yang diduga pacar RS.

"Dia (korban) bukan dititip di rumahku, tapi tinggal di rumah bersama pria marga Simalango yang tidak lain pacar dari RS, sedangkan dua adik dia dititip di rumah tulangnya," kata Suyetno.

Awalnya, Kamis (12/5/2016) malam, korban datang ke rumah Suyetno dan bermain-main dengan anak Suyetno di ruangan tamu rumahnya. Sedangkan posisi Suyetno waktu itu lagi di luar rumah mengobrol dengan teman-teman satu kampung.

Setelah asyik bermain-main dengan anak Suyetno, korban ketiduran di ruang tamu.

"Pas sekira jam 1 dini hari aku baru pulang ke rumah dan kulihat dia sudah tidur di ruangan tamu rumahku," ucapnya lagi.

Melihat keadaan rumah sudah sepi karena istri dan anak-anaknya sudah pada tidur di kamar masing-masing, niat jahat Suyetno langsung timbul. Dia pun memperkosa korban yang sedang tidur nyenyak.

Aiptu Malon Siagian dari Unit PPA Polres Pematangsiantar, Senin (16/5/2016), mengatakan, awalnya RS belum mengetahui bahwa putrinya telah diperk0sa Suyetno.

Namun sepulangnya dari Pekanbaru pada Jumat (13/5/2016) kemarin, RS curiga mendapati putrinya dalam keadaan lemas. Selain itu, kemaluan korban mengeluarkan darah dan nanah.

Esoknya, Sabtu (14/5/2016) pukul 09.00 WIB, RS merasa penasaran kemudian menanyai putrinya. Awalnya korban diam saja, tetapi setelah didesak, korban menangis dan bercerita kepada ibunya telah diperk0sa Suyetno sebanyak tiga kali.

RS pun melaporkan Suyetno ke polisi. Pelaku kemudian ditangkap.

[kompas]

Tidak ada komentar