DURHAKA! Anak Gauli Ibu Kandung Hingga Melahirkan


[caption id="attachment_3119" align="aligncenter" width="596"]ilustrasi ibu Ilustrasi[/caption]

Kiamat sudah dekat. Itulah yang terlintas saat melihat prilaku bejat manusia yang melebihi binatang dan setan. Kasus yang menggemparkan ini terjadi di Lombok Timur, NTB. Seorang pria inisial SPR, menggauli ibu kandungnya sendiri, NRH hingga hamil dan melahirkan. Bayi dari hasil hubungan gelap dibuang di pantai dan ditemukan warga.

Perkara ini sedang ditangani Polres Lotim. SPR sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Lotim.

Sedangkan ibu kandungnya, NRH, warga Gegerung, Dusun Cemperoan, Pringgabaya, masih dirawat di puskesmas karena kesehatannya belum normal paska melahirkan. Kasus ini pun ditangani sepenuhnya oleh unit PPA Polres setempat.

Kasus pembuangan bayi ini terbongkar berawal ditemukannya bayi perempuan oleh salah seorang warga. Bayi malang tersebut ditemukan di bawah pohon pisang dekat Pantai Duduk

Diduga bayi itu dibuang tak lama setelah dilahirkan. Warga yang menemukan langsung membawa bayi itu pulang.

Selanjutnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Pringgabaya. Kasus pembuangan bayi akhirnya terbongkar. Ternyata pelakunya adalah anak dan ibu kandungnya sendiri

Setelah dipastikan, pelaku SPR pun ditangkap ditahan polisi.Tak lama kemudian, yang bersangkutan penahanannya dilimpahkan ke Polres Lotim guna pemeriksaan lebih lanjut .

Kini kasusnya masih dalam pemeriksaan intensif di PPA Polres Lotim. Tidak hanya SP R, petugas juga akan memproses ibu kandungnya untuk dimintai pertanggung jawabannya terkait kasus ini.

Kanit PPA Polres Lotim, Aiptu I Nyoman Samba, menjelaskan, setelah SPR ditahan, Polsek setempat kemudian melimpahkannya ke Polres Lotim.

“Sudah dilimpahkan ke sini. Anaknya diamankan, sementara ibunya dirawat di Puskesmas, ” terang Samba.

SPR saat diinterogasi petugas PPA Polres Lotim, mengaku aksi bejatnya menggauli ibu kandungnya sendiri itu sudah berlangsung cukup lama. Hubungan intim itu dilakukan sejak ibunya pulang sebagai TKI dari Malaysia.

Dia membantah jika itu dilakukan karena unsur paksaan, melainkan karena suka sama suka. Dia katakan, saat melakukan hubungan terlarang itu dirinya sedang mabuk karena terpengaruh minuman keras (miras).

“Ketika saya mabuk, saya datangi mama saya untuk bersetubuh,” akunya.

Bayi hasil hubungan gelap dengan ibunya itu terpaksa dibuang karena takut perbuatan bejatnya itu diketahui masyarakat.

Bayi itu dibuang atas inisiatif yang bersangkutan dengan ibu kandungnya.

“Mamak saya juga ikut saat bayi dibuang. Kita takut kalau ketahuan, ” terangnya di hadapan polisi.

(lie/lal/jpg/sdf)

Tidak ada komentar