Ini Kronologi Lengkap Polisi Arogan yang Cekik Penjaga Pintu Tol


polisi cekik penjaga

Seorang polisi diduga bertindak arogan, mencekik seorang penjaga gerbang pintu Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kasus ini mencuat setelah video rekaman CCTV diduga penganiayaan oleh anggota polisi terhadap petugas tol beredar di media sosial, Senin (9/5). Rekaman memperlihatkan petugas dicekik lelaki tersebut.

Rekaman CCTV ini diduga pertama kali diunggah oleh akun Facebook Fariz Radian. Di detik-detik awal, terlihat seorang polisi tiba-tiba menghampiri petugas yang tengah berjaga di dalam sebuah ruangan sempit.

Ruangan itu menyerupai loket pembayaran di gerbang tol. Dalam tayangan berdurasi 50 detik ini, penjaga berpakaian oranye tiba-tiba dicekik dengan tangan kiri oleh lelaki berseragam polisi itu.

Kemudian terlihat ada percakapan. Hanya saja, akun Fariz dalam keterangannya menyatakan, saat itu rombongan dari PT Jasa Raharja meminta pembayaran dua kendaraan lainnya digratiskan dengan satu kartu.

Padahal dalam peraturan penggunaan badge dinas, satu kartu hanya bisa digunakan satu kendaraan dan satu kali transaksi.

Polda Jabar hingga kini masih mengusut identitas polisi yang diduga melakukan penganiayaan tersebut. Hanya saja belum diketahui dari kesatuan mana polisi itu.

"Saya sudah lihat videonya, tapi saya harus menyelidiki dan menanyakan pada Polres-polres dulu," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (10/5).

Deputi General Manager Tol Collection Manajemen PT Jasa Marga Bandung, Endang Sabarudin membenarkan peristiwa yang dialami salah satu anak buahnya. Kejadian itu berlangsung Senin (18/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kejadian 18 April. Sudah lama sekali ya. Ini kayaknya ada lah yang upload. Saya enggak tahu siapa yang upload, tapi ini sudah selesai," kata Endang kepada wartawan, Selasa (10/5).

Endang mengatakan petugas loket diintimidasi polisi yang minta digratiskan lewat. Namun petugas menyarankan harus melapor ke Kepala Shift Pengumpulan Tol (KSPT). Yang terjadi anggota polisi itu tidak terima.

"Dia ada badge yang pertama, dan kedua ketiga tidak ada. Karena kartu pertama free. Tapi semuanya sudah selesai," ujar Endang.

Endang menambahkan, buat melintasi gerbang tol ada aturannya. Sekali pun mereka adalah menteri, Kapolda dan lainnya. Jadi menurut dia, iring-iringan yang sifatnya dengan pengawalan terlebih dulu disampaikan ke Pos Patroli Jalan Raya.

"Misalnya (keluar) wilayah Padaleunyi, informasikan ke kami. Rombongan dari mana, bilang dari mana, dengan sekian kendaraan. Satu bisa, dua dan lain-lain. Dari situ baru ke kita. Nanti disiapkan gardunya sebelah mana. Tetap nanti ada laporan tagihannya juga," tutup Endang. (mdk)

Tidak ada komentar