Kisah Heroik Milisi Liwa Thuwar al-Raqqa, Sang Penyelamat dari Suriah


[caption id="attachment_2925" align="aligncenter" width="780"]Milisi Liwa Thuwar al-Raqqa sejak 2013 melawan ISIS dari luar kota Raqqa dan menyelamatkan warga Barat yang ingin melarikan diri dari wilayah ISIS. Milisi Liwa Thuwar al-Raqqa sejak 2013 melawan ISIS dari luar kota Raqqa dan menyelamatkan warga Barat yang ingin melarikan diri dari wilayah ISIS.[/caption]

Seorang perempuan Inggris dan lima anaknya berhasil meninggalkan wilayah yang dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah diselamatkan oleh milisi anti-ISIS dari kota Raqqa, Suriah.

Liwa Thuwar al-Raqqa atau Brigade Revolusioner Raqqa, membawa keluarga itu di tengah malam ke sebuah tempat aman di dekat perbatasan dengan Turki.

Kelompok ini tak memberikan identitas perempuan itu selain bahwa perempuan tersebut berasal dari Bradford dan meninggalkan keluarganya untuk datang ke Suriah tahun lalu.

Kepada harian Daily Mail, milisi Liwa Thuwar al-Raqqa hanya mengatakan, keluarga asal Inggris itu kini berada di wilayah yang dikendalikan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang merupakan lawan dari ISIS dan pasukan pemerintah Suriah.

Tak hanya perempuan Inggris ini yang diselamatkan Liwa Thuwar al-Raqqa, yang memusatkan pasukannya di berbagai desa di sekitar kota Raqqa yang diklaim sebagai ibu kota kekilafatan bentukan ISIS.

Seorang perempuan warga Perancis dan seorang anaknya juga diselamatkan kelompok itu beberapa pekan lalu. Untuk mengucapkan rasa terima kasihnya, perempuan Perancis itu muncul dalam sebuah video di YouTube.

Dua Teror di Suriah, Dari ISIS dan Koalisi AS


Perempuan berusia 25 tahun itu mengatakan selama setahun tinggal di Raqqa dia mengalami dua jenis teror, yaitu teror dari ISIS dan serangan udara koalisi pimpinan AS.

"Dalam beberapa pekan terakhir kami sukses menyelamatkan banyak orang dari Daesh (sebutan ISIS dalam bahasa Arab), termasuk beberapa pejuang asing," ujar juru bicara Liwa Thuwar al-Raqqa.

Kelompok ini pula yang berhasil menyelamatkan Abu Ali (38), warga Jordania yang masuk ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS sebelum menyesali keputusannya itu.

Abu Ali baru menyadari kesalahannya setelah dia dipaksa melihat video ISIS saat membakar hingga tewas pilot asal Jordania, Moaz al-Kasasbeh.

Akhirnya, Abu Ali mencoba menghubungi Liwa Thuwar al-Raqqa lewat aplikasi Whatsapp dan menghabiskan waktu dalam ketegangan di sebuah kafe untuk menunggu penjemputan.

Lalu dua sepeda motor datang, berhenti dan pengemudinya meneriakkan sederet kalimat sandi yang sudah disepakati.

"Makanan sudah siap. Maaf kami terlambat," kata orang di atas sepeda motor itu.

Setelah bergabung dengan orang-orang di atas sepeda motor itu, Abu Ali dibawa melintasi kota dan disembunyikan di sebuah rumah sebelum dipindahkan ke tempat aman lainnya pada Mei tahun lalu.

Liwa Thuwar al-Raqqa adalah brigade terakhir yang mempertahankan Raqqa dari serbuan ISIS sebelum kota itu jatuh pada 2013. Sejak saat itu, anggota brigade tersebut berjuang melawan ISIS dari luar kota dan mencatat sejumlah kesuksesan.

Liwa Thuwar al-Raqqa pernah menjalin aliansi dengan Front Jabhat al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaeda. Namun kini kelompok itu lebih memilih bersekutu dengan Pasukan Demokratik Suriah, yang memayungi milisi-milisi yang lebih moderat.

Dalam beberapa pekan terakhir, Liwa Thuwar al-Raqqa semakin sering menyelamatkan keluarga Barat dari kota Raqqa.

Selain itu semakin banyak anggota ISIS yang membelot dan menjadi anggota kelompok ini, termasuk sekelompok anggota ISIS beranggotakan 35 orang.

Namun, aksi berani kelompok ini terganggu dengan minimnya bantuan persenjataan dari Barat terutama untuk menuntaskan misi mereka membebaskan Raqqa dari tangan ISIS. [mdk]

Tidak ada komentar