Mau Jadi Kepala Sekolah SMA 2 Medan? Sediakan Rp250 Juta


Merasa ditipu mentah-mentah, Jujun Siagian (49) melaporkan teman dekatnya, Drs Sutrisno (45) yang menjabat Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan ke Polresta Medan, Minggu (29/5) sore. Warga Jalan Perjuangan, Kelurahan Sidorame Barat, Kecamatan Medan Perjuangan ini mengaku uangnya Rp250 juta telah digelapkan Sutrisno.

Ironisnya, uang tersebut dipakai Sutrisno untuk menyogok saat dia mencalon sebagai Kepala SMA Negeri 2 Medan.

Menurut Jujun, kasus ini bermula saat Sutrisno yang semula berstatus guru olahraga itu, berniat menjadi Kasek pada Oktober 2014 lalu. Untuk menjadi kepala sekolah, Sutrisno diwajibkan menyetor Rp 250 juta.

Karena tak punya uang, Sutrisno akhirnya menemui dan meminta uang pada Jujun. Dengan dalih membantu teman, Jujun pun memberikan uang tersebut. Singkat cerita, Sutrisno akhirnya dilantik sebagai Kasek pada tanggal 28 Oktober 2014 lalu. Namun sayang janji tinggal janji, hingga kini Sutrisno tak kunjung mengembalikan uang Jujun.

"Dia pinjam uang sama saya dan berjanji akan membayar. Namun hingga saat ini, dia sudah menjabat sebagai Kasek, uang saya tak kunjung dikembalikan," kesal Junjun.

Masih kata Jujun, pasca memberikan uang Rp 250 juta tersebut, Sutrisno langsung dilantik sebagai Kepala SMA Negeri 2 Medan di kantor Walikota Medan. "Pelantikannya itu tanggal 28 Oktober 2014, saya pun hadir dan mengantar dia (Sutrisno) dan istrinya. Setelah pelantikan 1 November 2014 lalu saya juga diangkat jadi Konsultan Pendidikan dan Manajemen SMAN 2 Medan," ceritanya.

Menurutnya, Sutrisno telah berulang kali berjanji mengembalikan
uang tersebut, namun tak pernah terealisasi. "Dulu dia sempat janji akan mengembalikan paling lambat 30 Juni 2015, bertepatan saat peneriman siswa baru 2015. Tapi berulang kali saya minta dan hingga hari ini belum ada melakukan pembayaran. Pinjaman uang itu ada bukti kuitansinya," terangnya.

Sutrisno juga sempat berjanji akan menggeser dana BOS untuk membayar utangnya, namun tidak juga teralisasi. "Dia sempat berjanji akan menggeser dana BOS per-maret untuk dialokasiskannya membayar utang. Saya tunggu sampai 30 Juni tidak juga dibayarkan, sampai pertengahan Juli 2015 tidak juga dibayarkan. Lalu saya telepon dan SMS, dia mau janji membayar, tapi gak dibayar-bayar juga. Terakhir bulan April 2016 dia berjanji mau bayar tapi tidak juga dibayarnya makanya saya laporkan dia ke Polresta Medan," kesalnya.

Jujun berharap pihak kepolisian segera memproses kasus tersebut. "Saya harap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," pintanya.

Kepala SMA Negeri 2 Medan, Sutrisno yang dihubungi enggan untuk dikonfirmasi. Wakasat Reskrim Polresta Medan, Akp Arfin saat dikonfirmasi, berjanji akan memeriksa laporan tersebut. "Laporannya masih baru, nanti kita tindak lanjuti," ujarnya. (riz/deo)

Tidak ada komentar