MENCEKAM! Bentrok OKP Terjadi Lagi di Sumut


[caption id="attachment_3046" align="aligncenter" width="800"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption]

Puluhan pemuda bentrok dengan anggota Pemuda Pancasila (PP) di Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, Sumut, Minggu (22/5/2016).

Akibat bentrokan itu, satu orang anggota PP, Bayu Syahputera, terpaksa dilarikan ke RSUD Djasemen Saragih karena mengalami luka parah terkena pukulan broti.

“Saya dikejar dan dipukuli pakai broti dan batu,” kata pria yang badannya penuh tato itu sambil meringis saat mendapat perawatan petugas rumah sakit.

Bayu mengatakan, saat kejadian mereka sedang duduk-duduk, lalu datang puluhan orang yang langsung melakukan penyerangan. “Kami kalah jumlahnya, makanya lari,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Humas DPC IPK Pematangsiantar, Bongsu Pakpahan, membantah pihaknya yang melakukan penyerangan anggota PP.

“Itu pasti oknum itu, apakah di situ ada bendera IPK atau pakai atribut IPK? Jadi (penyerangan) itu gak ada sangkut pautnya dengan IPK,” terangnya.

Sementara itu, Sekjen PAC PP Pematangsiantar, Jimmy Gultom juga membantah pengerusakan yang terjadi di lokasi bentrok dilakukan pihaknya.

Ia hanya membenarkan anggota PP diserang oleh salah satu OKP karena persoalan angkutan pedesaan Ganda Trans. Namun dia tak menyebutkan nama OKP yang menyerang anggotanya.

“Kami mendengar anggota kami akan diserang, maka kami siap siaga, kami nggak mau menjual. Kalau (ada) dijual kami beli,” sebutnya.

Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, penyerangan yang dilakukan anggota salah satu OKP terhadap anggota PP di Pajak Horas dipicu masalah lapak angkutan.

Mandor angkutan yang selama ini dipegang anggota PP, tiba-tiba saja oleh direksi perusahaan angkutan diganti dan dipercayakan kepada anggota salah satu OKP. (bbs)

Tidak ada komentar