POLISI LANGKA! Cari Tambahan, Bripka Seladi Jadi Pemulung


[caption id="attachment_2922" align="aligncenter" width="516"]MASIH ADA YANG JUJUR: Bripka Seladi memilah sampah di gudang rongsokannya. FOTO: BAHRUL MARZUKI/JAWA POS RADAR MALANG MASIH ADA YANG JUJUR: Bripka Seladi memilah sampah di gudang rongsokannya. FOTO: BAHRUL MARZUKI/JAWA POS RADAR MALANG[/caption]

Bripka Seladi bisa digolongkan sebagai anggota polisi yang langka. Betapa tidak, untuk menambah penghasilan keluarga, dia memilih jalan tak biasa. Yakni mengais rezeki dengan mengumpulkan barang bekas untuk dijual ke tengkulak.

Aktivitas memilah sampah itu dia lakukan setiap hari selepas jam dinas. ”Ini lagi misah-misahin sampah. Ada ulat sama banyak lalatnya di sini,” ujar anggota Satuan Lalu Lintas Polres Malang Kota, itu.

Berkaus hitam dan bersepatu bot, dia terlihat cukup cekatan memilah-milah barang bekas, mulai dari botol minuman, kertas, maupun plastik bekas tempat makanan di gudang rongsokan, Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen.

Seladi bertutur, aktivitas sampingannya itu sudah dilakoni selama delapan tahun.

Awalnya, Seladi mencari sampah di lingkungan sekitar kantor Polres Malang Kota. Karena di sana cukup banyak barang yang terbuang. ”Ya, saya masuk sendiri ke dalam bak sampah,” ungkapnya.

Saat awal-awal memunguti sampah, dia mengaku ada saja teman sejawat yang mencibirnya.

Namun, dia cuek saja dan tidak memasukkan dalam hati. Dia tetap mencari sampah. Seladi membuang jauh rasa gengsi tersebut. Hanya saja, dia tidak lagi mengambil sampah di lingkungan polres.

Sebab, ada orang lain yang juga mengambil sampah-sampah di polres. ”Saya memilih ngalah cari ke tempat lain,” ujarnya.

Dari aktivitasnya tersebut, Seladi mengaku mendapatkan hasil yang lumayan meski tidak banyak. Setiap hari bisa mendapatkan tambahan antara Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. ”Ya buat tambah-tambahan. Saya punya tiga anak yang sekolah,” kata pria kelahiran Dampit, Malang ini.

Seladi memilih menekuni usaha ini karena bagi dia rezeki bisa didapat dengan dua cara. Yaitu, cara yang baik serta cara yang buruk. ”Semuanya akan diberikan oleh Allah, tinggal bagaimana kita memilihnya,” tegas suami Ngatiani ini. (*/c2/abm/ami)

5 komentar:

  1. Hebat. Semoga makin terberkati ya pak. Saya sungguh benar-benar mendoakan dari dalam hati. Orang seperti bapak sudah sangat langka.

    BalasHapus
  2. Hebaaat....KAPOLRI harusnya terinspirasi dg anggotanya yg bekerja dg hati...perbaiki kehidupannya...

    BalasHapus
  3. Ini yg disebut Polisi putih, polisi yg tidak
    mau keluarganya makan uang haram.
    Polisi begini yg perlu diapresiasi oleh
    Institusi Kepolisian... Salut, bro.

    BalasHapus
  4. jadi inspirasi..

    BalasHapus