Ryamizard: Pancasila dari Tuhan, Sukarno Hanya Menggali


[caption id="attachment_2810" align="aligncenter" width="620"]Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti[/caption]

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendukung rencana Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membubarkan sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dianggap anti-Pancasila. "Benar, ini negara Pancasila," katanya di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Mei 2016.

Menteri Tjahjo sebelumnya menyatakan telah membubarkan sebuah ormas besar yang terang-terangan mendeklarasikan anti-Pancasila. Tjahjo, yang menginisiasi pembubaran itu, sempat mengimbau pemerintah daerah di Indonesia agar waspada akan keberadaan ormas serupa.

Dia pun menginstruksikan kerja sama pemerintah daerah dengan aparat hukum, seperti TNI dan Polri, yang dianggap lebih menguasai daerah, dengan intelijen masing-masing. Namun identitas ormas yang dibubarkan hingga saat ini belum dijelaskan.

Ryamizard mengatakan, seluruh warga harus mewaspadai adanya ormas yang anti-Pancasila. "Ada lima paham yang kita tahu di negara ini, yaitu liberalis, sosialis, komunis, radikal, dan Pancasila. Yang empat lain dibuat manusia, kalau Pancasila dari Tuhan," ujar dia.

Menurut Ryamizard, Pancasila dibuat untuk diyakini dan dikedepankan. "Dulu, Presiden Sukarno hanya menggali, dan dapatlah Pancasila. Itu dari Tuhan. Jadi, harus yakin itu benar,” katanya. Menurut dia, banyak yang mencoba menentang Pancasila sebagai pedoman. "Paham radikal itu saya sebut ke kanan dan komunis yang katanya kiri. Pancasila, lurus saja.”

Tidak ada komentar