Sedihnya... Gara-gara Sering Kesurupan, Gadis Langkat Ini Bunuh Diri di Hari Ulang Tahun


[caption id="attachment_2818" align="aligncenter" width="650"]Pesan terakhir Sundari. Pesan terakhir Sundari.[/caption]

Jihan Sundari (16), putri sulung pasangan Suyetno dan Nurhafni Br. Situmeang pergi untuk selama-lamanya. Peristiwa nahas serta memilukan itu terjadi sekira pukul 10.00 wib pagi. Korban tewas menggantung dengan kondisi leher terikat sehelai kain panjang. Peristiwa itu terjadi di kompleks perumahan Tanjung Keliling PT. LNK.

Pilu rasanya mendapati peristiwa ini, padahal ulang tahunnya akan dirayakan bersama keluarga serta dibelikan kue tar, ujar Suyetno ayah kandung korban saat ditemui di sela-sela kejadian, Senin (9/5) kemarin.

Tak ada tanda-tanda nyeleneh jelang kepergiannya, malahan pagi-pagi jelang keberangkatan bekerja sempat bercanda dengan korban. Sudah sepakat akan meluluskan niat korban untuk merayakan pesta ulang tahunnya ke 16 jatuh pada hari Senin ini (9/5) untuk dirayakan bersama keluarga, terang Suyetno masih trauma.

"Kejadiannya sekira pukul sebelas lebih sedikit, kedua adik korban kembali dari sekolah mendapati korban sudah dalam kondisi menggantung," beber Suyetno miris mengulang kisah kejadian itu.

Lantas, kedua adiknya langsung pergi ke rumah neneknya untuk mengabarkan soal itu. Namun sebelumnya, kejadian itu sudah diketahui beberapa tetangga dekat sudah tidak bernyawa, terang Suyut sapaan akrabnya membeberkan kejadian pilu itu. Hal paling memilukan sekali, pesan terakhir korban sengaja dituliskan dibalik foto semasa sekolahnya

"Mak? Kakak pamit ya Dihari Ultah Kakak yang ke-16, kakak mau pulang, jaga diri mamak baik-baik ya, mamak jangan sering marah-marah lagi ya, Kakak pulang, baru kakak enggak mau nyusahi mamak lagi juga orang-orang sekitar kakak, karena kakak sering kesurupan, orang jadi terganggu

. Dah.mamak ? Love you mom., Miss you you all the best pesan diungkapkannya dengan rintihan tak tertahankan. Suyetno menambahkan, Bahkan pesan terakhirnya pagi itu, Bapak pulangnya jangan lama-lama ?!heran suyut menemukan pesan itu.

"Padahal sebelumnya pesan itu tak pernah keluar dari bibirnya" kesal Suyut soal pesan terkahir kalinya. Sementara, menurut keterangan tetangga terdekatnya enggan namanya disebutkan Korban sebelumnya telah bekerja di salah satu rumah makan di kawasan Binjai.

"Memang sih korban ini sudah putus sekolah sebelumnya. Jadi niatan membantu keuarganya bekerja disalah satu rumah makan di Binjai," ujar tetangga itu. Korban juga mantan siswa SMAN 1 Salapian jadi masih belia sekali usianya, terang salah seorang tetangga enggan melanjutkan.

Mendapati kejadian itu, Muspika Salapian dibantu personil Puskesmas langsung turun ke lokasi dan membawa korban untuk dilakukannya pemeriksaan visum. Terkait ditemukannya korban gantung diri, Kapolsek Salapian, AKP.Juriadi SH.MHum, melalui Kanit Reskrim Polsek Salapian Endrawan Sitepu SH, dari hasil pemeriksaan Visum jenazah dilakukan di Puskesmas Tanjung Langkat, korban murni bunuh diri secara menggantung tidak ada tanda-tanda penganiayaan disekitar tubuhnya. (mir/ris)

Tidak ada komentar