WANTED! Inilah Ayah yang Perk0sa Anak Balitanya Hingga Anunya Hancur


Zaburohman_ist

Berita memilukan kini datang dari Kalimantan Tengah. RN mengaku diperk0sa ayah kandungnya tiap hari hingga alat vitalnya rusak. Pengakuan bocah yang seharusnya merasakan keindahan masa kecil itu mengejutkan sang ibu.

Peristiwa yang terjadi di Lamandau, Kalimantan Tengah sekitar dua tahun lalu, sudah dilaporkan ke polisi pada Maret 2015. Lambatnya pihak kepolisian membuat sang predator masih berkeliaran hingga kini.

MA tak bisa menyembunyikan kekagetannya mendengar pengakuan sang anak RN. Dengan polosnya, RN mengaku sering disetubuhi sang ayah kandung Zaburohman. Fakta memilukan itu terungkap ketika RN berulang kali menanyakan keberadaan sang ayah.

”Karena capek ditanya terus, akhirnya saya jawab saja ayahnya sudah mati. Barulah dia berani berterus terang kalau anunya dia telah dimasuki oleh itunya bapaknya," ucapnya lirih pada Radar Sampit, Selasa (17/5) kemarin.

Pengakuan RN membuat MA bak tersambar petir. Dia lantas memeriksakan kemaluan anaknya ke Puskesmas. Benar saja, alat vital bocah lugu itu sudah hancur.

Bahkan, yang membuat semua orang ingin menangis adalah ketegaran si bocah.

Berbulan-bulan si balita itu harus menanggung sendiri beban dan tidak pernah sedikit pun menangis dan mengadu kepada ibunya.

Si bocah malang itu diancam akan dipukul bila melaporkan kelakuan bejat ayahnya. Nah, setelah mengira ayahnya telah meninggal, barulah ia berani bercerita.

Sang ibu mengaku tak tahu menahu derita yang ditanggung anaknya sampai sang anak bercerita. Saat suaminya masih bersamanya, ia menitipkan buah hatinya itu tanpa curiga sedikit pun.

”Namanya juga orangtuanya sendiri, mana ada yang tega ngerjain anaknya. Jadi saya percaya saja setiap kali bapaknya jaga dia,” kata sang ibunda berinisial MA.

Beberapa bulan setelah kejadian, korban masih sering mengalami kesakitan dan keputihan. Radar Sampit juga sempat mendampinginya memeriksakan diri ke spesialis organ genital, serta melaporkannya kepada Bunda PAUD untuk diberikan pendampingan psikologis. (jpnn)

Tidak ada komentar