Beberapa Moment Keakraban Jokowi dengan Rakyat


[caption id="attachment_3351" align="aligncenter" width="780"]Presiden Joko Widodo disambut masyarakat saat hendak meresmikan Tol Pejagan-Pemalang Seksi I dan Ii. (Fabian Januarius Kuwado/kompas) Presiden Joko Widodo disambut masyarakat saat hendak meresmikan Tol Pejagan-Pemalang Seksi I dan Ii. (Fabian Januarius Kuwado/kompas)[/caption]

Tak bisa dipungkiri, sosok Joko Widodo sangat dekat dengan rakyat. Bahkan seperti tak ada batasan. Beberapa moment keakraban bahkan mengundang tawa kita. Seperti yang terjadi barusan ini saat Presiden Joko Widodo mengerjai dua warga Batang, Jawa Tengah. Momen itu terjadi saat Jokowi menyampaikan kata sambutan dalam acara percepatan proyek pembangunan Tol Batang-Semarang, Jumat (17/6/2016) pagi.

Di sela sambutan, Jokowi memanggil warga untuk ditanyai. Salah seorang pria, Sobirin, maju ke atas panggung. Jokowi kemudian meminta Sobirin melafalkan lima sila Pancasila.

"Pancasila ya. Bismillahirrohmanirrohim," ujar dia mengawali jawabannya.

Dengan suara lantang dan lafal yang jelas, pria bersendal jepit dan mengenakan kaus kerah itu mampu mengucapkan Pancasila. Tepuk tangan meriah mengiringinya.

Setelah sempat memuji Soborin, Jokowi diam beberapa saat. Rupanya momen itu membuat Sobirin menjadi canggung. Ia mengira Jokowi akan langsung memberikannya hadiah.

Dengan nada malu-malu, Sobirin bertanya, "dapat hadiah atau enggak, Pak?"

Seluruh tamu undangan tertawa. Jokowi mulai mengerjainya.

"Dapat hadiah apa?" tanya Jokowi.

"Ya, apa saja. Karena saya tadi ndak keliru, jadi bagus," jawab Sobirin dengan penuh percaya diri.

Akhirnya, Jokowi mengeluarkan amplop dan menyerahkan ke Sobirin. Tanpa malu-malu, ia menerimanya dan langsung dimasukkan ke dalam kantong celana. Aksi Sobirin menuai gelak tawa tamu.

Tidak hanya Sobirin, warga lain, Riska, juga dikerjai Presiden. Usai melafalkan Pancasila sesuai 'kuis' Presiden, dia didiamkan beberapa saat sampai Riska menagih hadiahnya.

"Ada hadiahnya enggak, Pak?" Riska menagih sambil tertawa menutup mukanya.

Akhirnya, Jokowi juga memberikan amplop kepada Riska. (LANJUT : "Abisnya Pak Presiden ganteng. Saya jadi lupa")

Darwati, seorang ibu asal Desa Kaligangsa Kulon, Brebes, mendapat hadiah dari Presiden Joko Widodo karena menyebut paras Jokowi ganteng.

Di sela sambutan peresmian pengoperasian tol Pejagan-Pemalang seksi I dan II (Pejagan-Brebes Timur), Kamis (16/6/2016), Presiden menggelar kuis kecil-kecilan.

Darwati maju setelah dua warga sebelumnya. Presiden meminta Darwati untuk menyebut dua nama menteri di Kabinet Kerja.

"Ibu Susi," Darwati menjawab dengan yakin.

Namun, Darwati tidak dapat menjawab satu nama menteri lain.

"Tadi di tempat duduk inget. Tapi pas sampai di sini lupa," ujar dia malu-malu.

Darwati kemudian melontarkan pernyataan yang membuat seluruh tamu undangan tertawa terbahak-bahak.

"Abisnya Pak Presiden ganteng. Saya jadi lupa, bener deh," ujar Darwati.

Akhirnya, meskipun Darwati tidak mampu menjawab pertanyaan selengkapnya, Jokowi tetap memberikan hadiah kepada dia. Hadiah berupa uang santunan.

"Tadinya saya enggak mau kasih amplop. Tapi karena bilang saya ganteng, ya saya kasih," ujar Jokowi disambut tawa para tamu.

"Ya, habisnya enggak ada yang pernah bilang saya ganteng. Kecuali Ibu Jokowi," lanjut dia. (kcm)

Tidak ada komentar