Pak Polisi Kaget, Ada 2 Jambret Babak Belur di Hajar Siswi SMA


[caption id="attachment_3262" align="aligncenter" width="559"]jambret bonyok Ilustrasi jambret babak belur.[/caption]

Dua penjambret ini, Nur Hasan dan Amin terpaksa gigit jari. Dua orang itu kena batunya. Maksud hati mau menjambret, malah babak belur oleh calon korban.

Dua penjambret itu tidak menyangka bahwa calon korban mereka ternyata jago karate. Bukannya berhasil menjambret, mereka justru babak belur karena dihajar korbannya yang baru duduk di bangku SMA itu.

Peristiwa terjadi pada Rabu lalu (8/6). Ketika itu, Ainun Fajria, 17, hendak pulang ke rumahnya di daerah Wonokusumo Bhakti, Surabaya. Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 19.30. Ainun yang baru selesai latihan karate merasa capek dan berhenti sejenak di pinggir jalan. Untuk melepaskan sedikit penat, dia mengeluarkan handphone dari saku, memasang headset, dan memutar musik.

Lalu, dia memasukkan lagi handphone itu ke tas selempang tempat bekal latihannya. Dia lantas memacu motornya. Namun, Ainun tidak sadar sedang diintai dua penjambret, yakni Nur Hasan, 20, dan Amin, 20. Dua begal itu mengikuti motor yang dikendarai Ainun.

Sampai di daerah Jalan Sidoyoso, tepatnya di depan minimarket, dua pelaku yang berboncengan motor tersebut beraksi. Mereka memepet motor Ainun.

Amin yang dibonceng Hasan langsung menggasak tas selempang milik Ainun. Tali tas itu terlepas. Dua pelaku berhasil membawa kabur barang milik korban.

Sadar menjadi korban penjambretan, Ainun tidak terima. Dia lalu memacu motornya untuk mengejar dua penjahat itu. Sepanjang perjalanan, Ainun berteriak maling dan meminta bantuan warga.

Aksi pengejaran itu berakhir di sebuah pertigaan jalan. Ainun yang siswi sebuah SMA swasta tersebut memberanikan diri menabrakkan motornya ke motor penjambret. Brak..! Ainun dan dua penjambret sama-sama terjatuh.

Namun, Ainun yang terbiasa berlatih karate itu langsung berdiri. Dia menghampiri dua penjambret yang masih mengerang kesakitan. Dia menarik tubuh Hasan yang terimpit motor.

Lalu, jurus-jurus karate dia sarangkan ke tubuh Hasan berkali-kali. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi mengenai tubuh dan kepala Hasan.

''Kamu jangan macam-macam sama perempuan,'' bentak Ainun sambil terus menendang wajah Hasan.

Hasan rupanya tidak menyangka bahwa Ainun jago karate. Tanpa ada perlawanan, Hasan ambruk mencium tanah. Wajahnya babak belur karena dijadikan samsak oleh Ainun.

Melihat Hasan dihajar habis-habisan, nyali Amin menciut. Dia tidak berani membantu Hasan. Amin memilih langkah seribu alias kabur. Warga lalu berdatangan. Sebagian di antara mereka mengejar Amin. Namun, pemuda 20 tahun itu sudah menghilang di antara gelapnya gang-gang sempit di Sidoyoso.

Sadar sudah memberikan pelajaran, Ainun dibantu beberapa warga membawa Hasan ke Mapolsek Simokerto. ''Kaget, kami kira pelaku dihajar warga. Tapi, malah dihajar anak umur 17 tahun,'' kata Kanitreskrim Polsek Simokerto AKP Abdul Karim.

Hasan langsung diamankan di mapolsek untuk dimintai keterangan. Polisi menyita sebuah handphone merek Samsung Galaxy J1 yang gagal dibawa lari pelaku. Ada juga motor merek Honda dengan nopol W 3428 VM. ''Pelaku lain yang diketahui bernama Amin sedang kami buru,'' tegas Karim.

Karim juga mengapresiasi tindakan Ainun. Dia berharap perempuan atau masyarakat bisa meniru Ainun yang membekali diri dengan ilmu bela diri. ''Biar jaga-jaga, kalau semua orang bisa bela diri, kan penjahat pasti takut mau jambret,'' katanya. (rid/c7/oni/flo/jpnn)

Tidak ada komentar