Paus Mati Itu Diberi Kain Kafan, Dipasangi Nisan dan Ditaburi Bunga, Trus...


[caption id="attachment_3346" align="aligncenter" width="780"]Puluhan ekor paus terdampar di Kabupaten Probolinggo. 15 ekor di antaranya tak bergerak. Paus itu tidak berbahaya karena bukan paus buas. (Ahmad Faisol/kompas) Puluhan ekor paus terdampar di Kabupaten Probolinggo. 15 ekor di antaranya tak bergerak. Paus itu tidak berbahaya karena bukan paus buas. (Ahmad Faisol/kompas)[/caption]

Sebanyak 12 ekor paus yang mati terdampar di Perairan Probolinggo dikubur secara massal, Jumat (17/6/2016). Saat hendak menguburkan bangkai paus, warga memakaikan kain kafan pada ekor paus. Kuburan paus juga dipasangi nisan dan ditaburi bunga.

Tak hanya mengubur, warga juga membacakan tahlil dan menyelenggaran selamatan hingga hari ketujuh.

Kepala Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Sanemo menjelaskan bahwa mengubur paus dan hiu seperti manusia sudah menjadi tradisi di desanya sejak dahulu kala. Tak ada niat apa pun mengubur hewan yang dilindungi tersebut dengan cara seperti itu, kecuali hanya menjalankan tradisi nenek moyang.

"Ya begitulah tradisi warga Desa Pesisir. Mereka dikubur, dipasangi nisan dan ditaburi bunga. Warga di sini juga melakukan tahlil hingga tujuh harinya," kata Sanemo.

Proses penguburan paus disaksikan sejumlah warga. Kedua belas ekor paus itu dikubur massal dalam satu lubang dengan lebar sekitar 15 meter dan kedalaman dua meter. Lokasi penguburannya terletak hanya puluhan meter dari lokasi terdampar.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan mendatangkan alat berat berupa eskavator untuk memindahkan paus yang tak bernyawa ke dalam kuburan.

Proses penguburan memakan waktu. Prosesi penguburan paus itu mendapatkan perhatian ratusan masyarakat. Diketahui, tak hanya warga Kabupaten Probolinggo saja yang menyaksikan, warga luar kota juga beramai-ramai melihat lebih dekat penguburan paus. (kcm)

Tidak ada komentar