SAH! 14 PTS di Sumut Ini Ditutup


kampus ditutup

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto menjelaskan, 14 PTS tersebut diberi waktu 6 bulan setelah dilakukan penandatangan fakta integritas untuk segera melakukan perbaikan hingga akhir Juni 2016.

“Hingga minggu ketiga bulan ini, ke-14 PTS itu belum juga ada melakukan perbaikan. Karena itu dengan kedatangan tim evaluasi kinerja akademik Kemenristekdikti nantinya akan membahas kelanjutan dari keberadaan PTS tersebut,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Dikatakannya, jika memang tidak juga ada perbaikan maka kemungkinan tim evaluasi akan merekomendasikan atau mengusulkan pihak PTS untuk ditutup. Meski begitu, lanjutnya, apabila PTS bermasalah tersebut ditutup, maka mahasiswa tak perlu resah sepanjang status mahasiswa terdaftar, nama dan nomor induknya pada PDPT Kemeneristekdikti.

“Pemerintah akan mencarikan jalan keluar, misalnya dengan memindahkan ke PTS lain yang sesuai dengan program studi,” sebutnya.

Dian mengatakan, sebelumnya Kemenristek Dikti telah menutup tiga PTS di Medan dan Binjai, yakni Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana, Medan, Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa, Binjai dan Akademi Kesehatan Binalita Sudama, Medan.

“Penutupan ketiga PTS itu berdasarkan hasil kesepakatan dan permintaan pemilik atau yayasan dengan alasan tidak ada pengelolanya dan juga tidak ada mahasiswa. Jadi, tidak tertutup kemungkinan dari ke-14 PTS yang masuk dalam binaan itu akan mengalami nasib yang sama,” pungkasnya.

Berikut Daftar PTS yang Terancam Ditutup Kemenristek Dikti di Sumut:

1. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan
2. Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan
3. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan
4. Politeknik Tugu 45 Medan
5. Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia
6. Politeknik Trijaya Krama
7. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Medan
8. Politeknik Yanada
9. Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai
10. Politeknik Profesional Mandiri
11. AMIK STIEKOM
12. STIH Benteng Huraba
13. Akademi Kebidanan Hisarma
14. Akademi Keperawatan Hisarma
(msc)

Tidak ada komentar