Salah Gerebek Tersangka Pembunuhan, Polisi Todong Nenek Stroke Pakai Senpi


[caption id="attachment_3204" align="aligncenter" width="700"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption]

Anggota polisi menggerebek sebuah rumah. Mereka mencari seorang pria pelaku pembunuhan.

Karena rumah tak kunjung dibuka pemiliknya, polisi pun mendobrak pintu rumah itu hingga rusak. Lalu menodong orang yang ada di dalam rumah.

Apes bagi Masyani, nenek renta berusia 62 tahun yang menderita stroke itu pun mendapat todongan senjata api.

Karena merasa mendapat perlakuan arogan dari aparat, Masyani melalui pengacaranya melaporkan tindakan polisi itu ke Pelayanan Pengaduan Polda Lampung.

Sekian lama tak mendapat kabar atas pengaduanya, Debi, kuasa hukum nenek Masyani (62), pun melapor peristiwa itu ke Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin saat membuka kantor tenda di Lapangan Saburai, Kamis (2/6/2016).

Debi melaporkan penanganan kasus salah gerebek oleh anggota Polres Tulangbawang (Tuba) itu.

Debi mengatakan, peristiwa terjadi pada 3 Maret 2016 lalu. Ketika itu, polisi datang menggerebek rumah Masyani di Kecamatan Sukadana Selatan, Lampung Timur.

"Anggota polisi itu menggerebek rumah Masyani mencari Zaenal, tersangka pembunuhan," ujar Debi.

Pada saat itu, tutur dia, Masyani tidak bisa membukakan pintu karena mengalami stroke. Anggota polisi lalu mendobrak pintu rumah hingga pintu rusak.

"Anggota polisi itu lalu menodong klien saya pakai senjata api," ujar Debi.

Menurut Debi, Masyani tidak mengenal Zaenal yang dicari-cari polisi. Kliennya pun merasa heran dengan tindakan yang dilakukan aparat.

"Sampai sekarang, kami tidak tahu perkembangan laporan kami," kata Debi. (trb)

Tidak ada komentar