GILA! 2 Oknum Polisi di Medan Minta 'Diemut' Cewek Ini, Spermanya Suruh Ditelan


korban-Perk0saan

Informasi yang diperoleh di Polda Sumut, Senin (25/7), awalnya korban Rasinta warga Jalan Bersama, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung ini, dijemput tiga anggota Polsekta Medan Labuhan bersama rekan korban, Haryono (30) untuk menunjukkan rumah seorang pelaku penggelapan sepeda motor, bernama Asiong di Desa Sidodadi, Beringin, Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Namun, karena orang yang dimaksud sudah tidak berada di rumahnya. Korban akhirnya dibawa anggota polisi itu ke Mako Polsekta Medan Labuhan. Di tengah jalan, korban bersama temannya Haryono ditakut-takuti, bahkan akhirnya Haryono ditembak empat kali dengan menggunakan senjata jenis air gun.


“Saat dalam perjalanan menuju polsek, kami sudah diintimidasi bahkan ditembak di paha, di dada, kaki dan tangan. Setibanya di polsek kami berdua (Devi dan Haryono) diinterogasi,” terang Devi kepada wartawan di Polda Sumut.


Tak lama kemudian, sambung Devi, abang aku (Haryono) di suruh keluar oleh pak Ir dari ruangan interogasi. Begitu juga dengan sejumlah personil lainnya.


“Setelah mereka keluar, tinggal kami berdua (Devi dan Ir) di dalam ruangan itu. Di situlah dia (Ir) meminta aku untuk melakukan oral seks,” ujarnya.


Meski dipaksa, korban sempat menolaknya, namun karena diancam akan ditembak dan dibuang ke laut, perempuan anak piatu ini akhirnya memenuhi permintaan pelaku.


“Terpaksalah aku melakukannya (oral seks) hingga pelaku orgasme. Sesudah orgasme, spermanya pun dipaksanya kutelan,” sebut korban.


Tak lama setelah itu, sambung dia, dirinya diantar pulang menuju rumahnya oleh personil lainnya. Tetapi seperti kata pepatah, lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya. Dalam perjalanan menuju rumah korban, pelaku lainnya ternyata minta jatah. Sekali lagi korban dipaksa melakukan oral seks kepada HTR.


“Itu dilakukan bapak itu di dalam mobilnya. Dia pun memaksa aku melakukan oral seks hingga spermanya mengenai wajahku. Setelah itu Sri Devi ditembak pahanya usai disuruh melakukan oral seks,” terangnya sekitar pukul 7.00 WIB, korban akhirnya tiba di rumahnya.


“Kami dijemput sekitar pukul 22.00 Wib, dan dipulangkan pada pukul 7.00 Wib,” ucap dia.


Karena kejadian itu, dirinya melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumut dengan Laporan Polisi (LP) Nomor : STTLP/492/IV/2016/SPKT “II” tertanggal, 18 April 2016.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, mengatakan kasus yang dilaporkan korban bukan kasus pemerkosaan tetapi kasus penganiayaan.


“Kasus yang dilaporkan itu, penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam KUHPidana pasal 351 Jo 170. Kalau ternyata ada pemerkosaan saya belum tau,” pungkasnya.(waspada.co.id)


Tidak ada komentar