HATI-HATI! Ini 4 Trik Kasir Mini Market Kelabui Pelanggan


jejeran mini market

Keberadaan minimarket membuat banyak orang semakin mudah mendapatkan kebutuhannya sehari-hari. Apalagi, persaingan antar pengusaha ritel membuat minimarket semakin dekat dengan pusat permukiman warga.

Di balik kemudahan yang diberikan, ada baiknya pelanggan musti berhati-hati, tak sedikit kasir minimarket tersebut melakukan kecurangan. Terbaru, seorang warga dimintai pembayaran lagi padahal sudah membayar dengan kartu debit miliknya.

Kejadian itu dialami oleh seorang pengguna Facebook bernama Yulie Triawan. Beruntung, dia tak menjadi korban karena terlebih dahulu melakukan pengecekan melalui mobile banking dan menelepon customer service, namun tak lantas membuat kasir maupun kepala toko berhenti meminta uang tambahan.

Sebelumnya, sejumlah pelanggan lain pernah mengalami nasib yang sama. Mulai dari pembayaran dikenakan dobel alias dua kali, sampai uang kembalian kurang.

1.Sudah bayar debit, dimintai bayaran lagi


Seorang pengguna Facebook bernama Yulie Triawan hampir menjadi korban kecurangan yang dilakukan sebuah minimarket di Cirebon, Jawa Barat. Padahal dia sudah melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu debet, tapi tetap diminta uang tambahan.

Merasa sudah dikerjai oleh minimarket tersebut, Yulie menuliskan keluh kesahnya lewat media sosial. Bahkan, kasir dan kepala toko tetap memaksanya untuk memaksa bayaran tambahan, padahal dia sudah membayar lebih dari angka yang tertera pada nota.

"Kronologisnya tadi (28/6) siang sekitar pukul 14.00 WIB, saya beli pulsa di Indomaret Kalitanjung, karena uang cash tinggal Rp 200.000, saya bayar pakai Debit BCA dari pada saya rempong-rempong (repot-repot) ambil uang lagi ke ATM," tulis Yulie yang diunggah sejak 28 Juni 2016 lalu, Sabtu (2/7).

Usai berbelanja, Yulie menyerahkan ATM BCA untuk membayar sejumlah barang yang dibeli, termasuk pulsa. Total barang yang harus dibayarkan sebesar Rp. 159.900.

Namun bertransaksi di mesin EDC, Yulie terkejut saat kasir meminta pembayaran lagi sebesar Rp 126.228. Padahal, dalam struk yang keluar dari mesin EDC menunjukkan angka yang dibayarkan sudah sesuai dengan nilai belanjaannya.

"What, apa mbak maksudnya? Kan saya sudah bayar pakai debit dan slipnya pun sudah ada. Kok suruh bayar cash lagi? Wah apa maksudnya mbak?," protes Yulie kepada sang kasir.

"Iya Ibu, sisa saldo di ATM ibu mungkin sudah limit, jadi yang terekap hanya Rp 33.672 jadi ibu harus bayar selisihnya pakai cash," kata kasir dengan santainya.

Tak terima penjelasan kasir itu, Yulie meminta dipanggilkan kepala toko. Sebab, dia merasa uangnya dalam ATM sudah diambil senilai dengan belanjaannya. Sementara dia harus membayar sisa uang yang belum terbayar yakni Rp 126.228.

"Oh no no! Maaf mbak, tolong panggilin kepala tokonya biar di clearance, saya jadi gagal paham mbak, kok bisa-bisanya saldo ATM saya jadi limit ya," pinta Yulie pada kasir.

Rupanya, sang kepala toko pun mengatakan hal serupa. Saldo di ATM milik Yulie limit dan dia diharuskan membayar sisa kekurangannya.

Yulie pun langsung mengecek transaksi yang dilakukan lewat mobile banking. Hasilnya, saldo di ATM Yulie memang berkurang sebesar Rp 159.900. Ia pun memberikan hasil pengecekannya kepada kasir dan kepala toko.

"Saya Kasih lihat ke kasir sama kepala tokonya, tapi tetap saja mereka ngeyel saya harus bayar selisihnya. Yang awalnya saya suruh bayar Rp 126.228, sekarang saya suruh bayar hanya Rp 33.672. Oh apa-apaan ini, ada kortingan apa gimana? Kok jadi berubah," ungkap Yulie.

Tak mau berhenti begitu saja, Yulie lantas menelepon customer service untuk memastikan bahwa dirinya yang benar. Suara telepon kepada CS bank BCA itu dikeraskan dengan maksud kasir dan kepala toko ikut mendengarkan juga.

"Saya loudspeaker di depan kasir sama kepala tokonya. Ya jawaban dari CS pun sudah terdebit di Merchant IDM Kali Tanjung. Masih mau ngelak apa lagi mas mbak? Semua sudah jelas," kata Yulie kepada kasir dan kepala toko itu.

Namun keduanya tetap bersikukuh, Yulie harus membayar sisa kekurangan belanjaannya. Yulie pun terkaget-kaget karena penjelasan lewat mobile banking dan telepon dari CS bank BCA tidak berarti apa-apa.

"Wow! Mbanking dan CS tidak bisa meyakinkan mereka. Baiklah, ini saya bayar selisihnya tapi kasus ini saya laporkan ke CS Indomaret, YLKI dan Media," kata Yulie akhirnya.

Mendengar pernyataan itu, kata Yulie kepala toko langsung ketakutan. Wajah kepala toko itu merah seperti kepiting. Dia pun meminta agar kasus ini tidak berlanjut dan dilaporkan ke pihak manapun. Struk belanja dan debit BCA pun sempat tidak diberikan.

"Maaf mas mbak kasir dan kepada toko yang baik budi, kasus sudah saya laporkan ke CS Indomaret baik via telepon atau email pengaduan pelanggan. Tidak ada maksud apapun dari saya, hanya biar mas mbak kasir bisa banyak belajar Jujur. Dan yang paling penting tidak ada kejadian serupa yang saya alami di kemudian hari," Yulie mengakhiri.

(Lanjut : 2. Uang Kembalian Kurang)



bukti pembayaran di mini market


2.Uang kembalian kurang


Dugaan kecurangan kasir salah satu supermarket di Palembang, terungkap oleh seorang konsumen. Cerita itu dituangkan konsumen itu dalam akun Facebook Asef Fahrizal, Selasa (3/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam statusnya, Asef menulis pengalaman pribadinya saat berbelanja di sebuah pasar swalayan ternama di kawasan Plaju Palembang. Tulisan itu diberinya judul 'BELAJAR JUJUR DARI PETUGAS KASIR'. Hingga saat ini, sudah ada 23 pengguna FB yang memberi Like status tersebut.

Berikut isi tulisan dari ceritanya tersebut:

"Hari ini Selasa, 03112015 saat sedang membayar beberapa barang belanjaan yang saya ambil di kasir sebuah Swalayan Ternama di Plaju Palembang, ada hal yang perlu dijadikan pelajaran tentang kejujuran.

Dengan gesitnya sang kasir menscaning barang belanjaan satu demi satu, setelah selesai lantas sang kasir pun menyebutkan jumlah yang harus dibayarkan. "Delapan puluh tujuh ribu tiga ratus" ucap sang kasir.

Mata saya langsung melihat harga yang tertera pada layar yang ternyata Rp 87.250 ternyata dia sudah berbohong Rp 50, (memang apalah artinya uang 50 perak sekarang ini). Saya pun menyodorkan selembar uang kertas pecahan Rp 100.000.

Belum selesai sampai di situ, pada saat menyerahkan kembaliannya pun lagi-lagi ia berlaku tidak jujur.

"Ini mas kembaliannya" sambil menyerahkan kembaliannya kepada saya beserta struk belanjanya, karena setelah saya lihat kembaliannya kurang, saya pun sampaikan kepada kasirnya, "kurang 200 mba". Kasirnya bingung atau pura-pura bingung ia kembali melihat ke layar kasirnya, setelah ia cek dan ternyata benar ia lantas menoleh dan dengan rasa tidak enak (mungkin) lantas bilang "Maaf mas enggak ada uang 200an".

Lagi-lagi bukan masalah nominalnya, tapi sifat dan sikap jujur yang dimiliki sang kasir rasanya perlu jadi pelajaran, apa susahnya disampaikan saja nominal yang sebenarnya dan sampaikan saja jika memang uang kembaliannya kurang, mungkin akan lebih baik dan ia pun terlepas dari perilaku tidak jujur, coba bayangkan berapa banyak pelanggan yang jika di akhirat nanti harus ia temui karena harus mengembalikan hasil kecurangannya. Kasihan kan.

Na'uudzubillah min dzaalik.

Sebenarnya bukan kali pertama kejadian ini saya alami, sering juga terjadi di minimarket-minimarket yang tersebar di mana-mana.

"Mulailah dari yang kecil, mulai dari sekarang dan mulai sejak dini untuk berbuat Jujur."

(Lanjut : 3. Salah Ketik Nominal)



salah-ketik-nominal-belanja


3. Salah ketik nominal belanja


Ketika berbelanja di minimarket, pastikan perhatikan isi struk belanja, jika Anda tidak ingin mengalami kejadian seperti yang dialami pemilik akun Facebook Wilda Wildamalia. Wilda menuliskan, saat belanja di minimarket di jalan Candi Mendut, kasir yang melayaninya salah memasukkan jumlah barang belanjaan.

Wilda menjelaskan, ia yang awalnya hanya mengantarkan temannya berbelanja di minimarket, tertarik belanja setelah melihat promo sebuah minuman teh dalam kemasan kotak. Promo tersebut tertulis beli dua gratis satu.

Berikut kronologi kesalahan kasir seperti ditulis Wilda, Senin (24/8).

"Jadi ceritanya begini ...
Tadi habis maksi nganter si Inem mampir Indo***maret di Candi Mendut ...
Dari pada cm nganter akhirnya cari minuman yg lg promo ... nemulah Teh Gelas kemasan kotak 330ml, tertulis beli 2 gratis 1.
Langsung ambil 3 dan bayar ke kasir

Akunya ndomblong .. mbaknya bilang 10500 dan aku bayar tanpa dikasih struknya

Trus nunggu Inem yg masih njajan .. trus mikir ... lho? harganya berapa sih .. kok aku bayar 10500

Akhirnya aku ke rak minuman buat cek harga .. di sana tertera 3500an

AHA!! harusnya kan aku cm bayar 7000 karna yg 1 free. Dan aku ke kasir lagi ngomong sama mbaknya

Aku: mbak strukku tadi mana?
Mbaknya: sebentar ya *trus ngeluarin struk dari laci*
Aku: *ngecek struk .. ternyata di-scan 4 biji dan dipotong 1 ... itu artinya aku bayar normal 3 teh
Aku: Mbak, ini aku kan beli 2 gratis satu, kenapa discan 4 gratis 1? gimana sih?
Mbaknya: oh maaf mbak, jd saya kembalikan 3500 karna kelebihan
Aku: oh gtu?

Dan mbaknya ngasih Rp 3.500 tanpa ngerasa salah

Nilai moralnya: Tetap ambil struk dan langsung cek ... Klo kemarin-kemarin cuma baca di postingan orang/ media online ... sekarang kejadian sendiri ke aku ... dasar ga belajar dari pengalaman orang lain."

(Lanjut : 4. Pakai Kartu Debit, Harga Double)



belanja dengan kartu debit


4.Pakai kartu debit, harga dinaikkan 2 kali lipat


Kejadian ini dialami oleh Chory Ong. Lewat akun Facebooknya, dia terkejut saat mendapati struk kartu debit miliknya tertera kata cashback dengan nilai yang sama dengan harga yang harus dia bayarkan, yakni Rp 131.800.

Tahu telah menjadi korban kasir nakal, dia langsung mempertanyakan nilai tersebut. Kasir itu langsung meminta maaf dan dalam pandangannya nampak panik.

Berikut tulisan Chory Ong soal kasir nakal yang diunggahnya sejak Senin (29/2) kemarin:

"HATI HATI BERBELANJA MENGGUNAKAN KARTU DEBIT

Kejadiannya kemarin tanggal 28 Februari 2016, sekitar jam 1 siang

Saya dan suami hendak berbelanja ke minimarket I***m*** dekat rumah untuk membeli beberapa makanan kecil untuk menjenguk saudara yang sedang sakit dan kebutuhan sehari2. Seperti biasa pegawai dengan ramah menyambut kami, setelah selesai mengambil belanjaan lalu kami menghampiri kasir dan kasir itu bilang "pa maaf tanpa struk ga apa2 ?" dengan alasan KERTAS STRUK HABIS, lalu kami sepakat oke ga apa2...

Karna saya orangnya cukup teliti.. maka saya memperhatikan betul kerja si kasir tersebut, dari harga dan jumlah barang yang saya beli. Lalu setelah selesai, kebetulan kami tdk membawa uang tunai, pakai debit ya pa? iya.. lalu kasir itu bilang tadi sih mesin edc nya eror.. tapi coba dulu ya bu.

Kemudian suami saya memberikan kartu ATMnya dan saya lihat kasir tersebut menggesekkan ATMnya berkali-kali. Saya sih pikirnya karna memang benar EROR.

Setelah masukkan pin ATM keluarlah struk transaksi dari mesin edc nya. Tidak lupa saya cek struknya dan saya heran kenapa ada tulisan CASHBACK sebesar jumlah transaksi saya. Jadi totalnya 2x lipat dari transaksi, saya langsung tanya dong... ini apa???

Lalu si kasir bilang (gugup sedikit) ini eror x bu. sambil cek2 di komputer (saya ga ngerti dy cek apa) lalu mengeluarkan struk belanja kami. Lho mas tadi si mas bilang kertasnya habis.. itu ada?? tadi macet bu (padahal tadi dia bilang kertasnya habis) hadeeeuh. Ga pikir panjang suami saya langsung cek B*A Mobile dan benar saja saldonya terdebit 2x dari total belanja.

Lalu si kasir bergegas minta maaf dan bilang uang yang sudah terdebit saya bayar cash. Karna ga mau pusing dan terburu-buru kami tidak memperpanjang masalah disitu. toh dy sudah minta maaf dan sudah mengembalikan kerugian saya.

Saya share supaya teman2 berhati2 dalam berbelanja, terlebih menggunakan kartu debit.". (mdc/facebook)

Tidak ada komentar