Jawaban Aksi Demo Ormas di Deliserdang, "Jangan Tutup Restoran Babi Panggang!"


[caption id="attachment_3643" align="aligncenter" width="552"]Demo ormas di Deliserdang. Demo ormas di Deliserdang.[/caption]

Aksi ratusan massa dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Deliserdang pada Jumat (22/7) sore, agar Pemkab Deliserdang menutup rumah makan BPK di sekitar kantor Bupati Deliserdang dan Jalinsum menuai banyak tanggapan.

Salah satunya dari pengamat sosial di Medan, Adi Putra Ginting. Beliau menyayangkan aksi massa tersebut. Karena babi panggang adalah salah satu kuliner khas dari Sumatera Utara.

"Sangat disayangkan kalau harus ditutup. Karena babi panggang adalah warisan kuliner di Sumut," tanggapnya.

Hal ini juga diamini Suryanto, seorang penikmat kuliner.

"Kenapa harus diributi, karena itukan memang ditujukan untuk yang non muslim. Biarkan saja mereka menikmati sajian kuliner yang sudah turun temurun. Kita yang muslim tak perlu terlalu lebay lah," ucapnya tegas.

Sebelumnya pendemo yang dipimpin Al Ustadz Al Hafizh, H Azanul Shauty SHI & Al Ustadz, H Ibnu Hajar SSos MPd, menggiring massa ke Kantor Bupati Deli Serdang.

Dalam orasinya, mereka menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menutup rumah makan Babi Panggang Karo (BPK) yang berada di sekitar kantor Bupati Deliserdang maupun di Jalinsum.

Dalam aksinya, ratusan massa ini memberikan waktu selama 3 hari ke depan agar Pemkab Deliserdang menutup rumah makan BPK di sekitar kantor Bupati Deliserdang dan Jalinsum.

Ratusan warga ini pun mengancam akan menutup paksa jika Pemkab Deliserdang tidak menutup rumah makan BPK tersebut. “Kami menuntut agar restoran BPK ditutup atau kami akan bertindak,” teriak massa. (cep)

7 komentar:

  1. "Ini medan bung" ajarkan FPI arti kata itu

    BalasHapus
  2. macan di ganggu, mundur lha sebelum kalian di TELAN HIDUP HIDUP :D

    BalasHapus
  3. Usdin Simanjorang26 Juli 2016 16.35

    Wah wah wah, ini Ormas sdh mulai merajalela, klo pemkot deliserdang bebenar2 menutupinya, karena Ormas yg satu ini, Bahaya persatuan bangsa dipertaruhkan.

    BalasHapus
  4. Manotar Tampubolon26 Juli 2016 23.45

    hanya satu tekad, lawan tindakan penghapusan warisan nenek moyang......lebih baik negara sendiri kalau pemerintah tidak mampu melindungi hak-hak warganya.

    BalasHapus
  5. Neh medan
    Npa jdi suka2 FPI neh z sma indonesia,indonesia bukan negara islam jdi hargai y lain jgn seenak ny z.
    Neh negara NKRI n Bhineka Tunggal Ika.
    Jdi jangan buat sesuka hati kalian.
    Bubar kan FPI,buat rusuh z ormas it.
    Jgn cari ribut sma org medan.

    BalasHapus
  6. Mau apa kalo sampe 3 hari ? Klen apakan lapo itu ? Kalian mau bongkar paksa? Klen kira ini kampung klen , mau coba uji nyali kau sama kmi org batak ini , kmi cincang dan dijadikan sop kau nanti baru tahu kau FPI bangsat !!!

    BalasHapus
  7. ini Medan bung... jangan pancing kmi marah.. kami
    dari suku batak sedunia rela berkorban demi budaya
    kami dan tradisi kmi jangan di ganggu...
    dari saya " parsadaan BABIAT TOBA anak rantau medan"

    BalasHapus