LUAR BIASA! Mekanik Mobil Lakukan Perjalanan dari Inggris ke Mongolia demi Perbaikan Mobil Konsumen


[caption id="attachment_3655" align="aligncenter" width="780"]london to mongol William Medcalf terbang dari London ke Seoul sebelum pindah penerbangan ke Ulanbator, Mongolia. Dia lalu menempuh perjalanan darat selama tujuh jam melintasi Gurun Gobi untuk bertemu kliennya.[/caption]

Tak jarang seorang konsumen kesal dengan perilaku layanan pelanggan sebuah produk yang sangat buruk.

Namun, seorang mekanik di Inggris menunjukkan sebuah layanan purna jual terbaik dengan pergi dari London ke Mongolia untuk memperbaiki kerusakan sebuah mobil Bentley.

Dan penerbangan sejauh lebih dari 24.000 kilometer itu hanya untuk mengganti sebuah onderdil yang berharga 87 poundsterling atau Rp 1,5 juta.

Perjalanan WIlliam Medcalf, sang mekanik Bentley, tak bisa dibilang mudah. Dia harus menggunakan dua penerbangan dan berkendara di gurun pasir selama tujuh jam sebelum bertemu kliennya, Bll Cleyndert.

Cleyndert sedang ikut serta dalam rali Beijing-Paris ketika kerusakan pada mobil Bentley Super Sports 1924 miliknya.

Dia baru saja dua hari memasuki kawasan itu dan tidak menemukan suku cadang yang cocok dengan mobilnya. Sehingga harapannya hanyalah William Medcalf, yang sebelumnya menyiapkan mobil ini menjelang reli sejauh lebih dari 13.000 kilometer itu.

Setelah mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan William kemudian berangkat dari kediamannya di Sussex menuju bandara internasional Heathrow di London.

Dari sana dia terbang ke Seoul, Korea Selatan. Setibanya di Seoul, William kemudian berpindah penerbangan dan menuju Mongolia. Dia tiba di Ulan Bator, ibu kota negeri itu pada tengah malam.

Dia kemudian menyewa sebuah mobil 4x4 dan langsung berkendara di tengah kegelapan malam menempuh jarak hampir 500 kilometer melintasi jalanan berat Mongolia menuju ke Gurun Gobi.

[caption id="attachment_3656" align="aligncenter" width="780"]Mirror Inilah mobil Bentley keluaran 1924 yang rusak dalam reli Beijing-Paris tepatnya di perbatasan China dan Mongolia. Mirror
Inilah mobil Bentley keluaran 1924 yang rusak dalam reli Beijing-Paris tepatnya di perbatasan China dan Mongolia.[/caption]

Setelah tiba di tempat kliennya pada pukul 07.30 keesokan harianya, dia langsung melepas roda mobil itu dan mengganti bearing yang rusak. Seluruh pekerjaan tersebut hanya memakan waktu tak lebih dari 10 menit.

"Berkendara di Mongolia memang berbeda dari di tempat lain. Anda akan bertemu orang-orang yang memacu mobil hingga 160 kilometer per jam di kegelapan malam, dengan lampu sangat terang di saat Anda mencoba mengemudi dengan aman," ujar William soal pengalamannya di Mongolia.

Sebelum tiba di tempat yang ditemukan William, mobil Bentley itu sebelumnya diangkut penduduk setempat dengan menggunakan gerobak.

Bill mengucapkan terima kasih kepada warga setempat yang membantunya dan terutama William yang terbang langsung dari Inggris.

"Ini adalah upaya heroik William untuk menemukan kami dan hanya dalam 10 menit kami bisa melanjutkan perjalanan," ujar Bill.

Reli Beijing-Paris merupakan sebuah ajang petualangan otomotif terbesar dan diikuti sebagian besar mobil-mobil antik yang dibuat sebelum Perang Dunia II.

Sebanyak lebih dari 100 peserta berkompetisi melintasi China, Mongolia, Rusia, Belarus, Polandia, Slovakia, Hungaria, Slovenia, Italia, Swiss sebelum mencapai garis finis di Perancis. (kcm)

Tidak ada komentar