Pandangan Inang-Inang Penjual Bawang di Pajak Brayan Tentang Reshuffle Kabinet


reshuffle kabinet

Pertama kudengar istilah resuffle, yang kukira sejenis kue pastel yang dijual Wak Idrus di pinggir jalan itu.

Setelah kutanya sama kawan-kawanku, yang berubah jadi pengamat politik setelah akrab dengan medsos, barulah aku tau.

Kemaren, pas aku ngantar mamakku belanja di Pajak Brayan, kutanyaklah sama inang-inang jual bawang. Aku pun heran, kok kelincahan kali muncungku nanyak soal politik ke inang-inang itu.

"Nang, ada menteri pavorit inang yang diganti," kekgitulah yang kutanyak.

"Ah, manalah kukenal. Klo mentri yang tukang sunat itu baru kenal aku," gitu pulak jawabnya sambil kerah uang (banyak kutengok uangnya).

"Tahapa inang ini. Klo itu bukan mentri, itu mantri namanya nang, cem Cak Lontong kutengok inang ini."

"Bah... Muncungmu lah. Kau pun tahapa yang kau tanyak," makjang gitu pulak katanya. (Ada darah tingginya kurasa).

"Gak penting tu. Tak ada perubahan. Makin susah orang susah. Becakap sama begadoh aja pejabat itu kutengok di tipi, poning aku." (Alamak, sekarang cem Poltak Raja Minyak dia.)

"Kau tengoklah itu. Tak ada jalan mulus di Medan. Baru di aspal dah rusak. Baru siap proyek gorong-gorong, muncul lagi proyek kabel optik. CEmmana mau mulus jalan itu." (Mampus aku, mulai merepet dia. Gak nyambong pulak tu. Awak tanya menteri, dia curhat jalanan Medan.)

"Ya udahlah. Aku mau jualan. Tambah poning aku gara-gara ko tanyak-tanyak. Cem wartawan pulak kau lama-lama." Kekgitu pulak katanya woy... Kimbek lah (dalam hatiku aja).

Kekgitu lah hasil wawancaraku sama inang-inang di Pajak Brayan. Ada betolnya juga inang itu. Asek brantem aja bos-bos di atas tu. Yang kemaren Papa minta saham, sekarang dah puja puji pulak.

Yang kemaren hobi kritik, sekarang dah dapat jabatan, jadi pendiam dia. Yang lebih ancor, netizen di medsos ini jadi ikot-ikotan brantam pulak. Cem betol aja ya kan? Cemmana kelen tengok, pasti poning kelen kan? Berantam2, jalan tetap rusak.

Trus, pas aku mau cabot, teriak inang itu.

"WOI!!! Bayar dulu bawang kau itu!!!"

Busetlah, ketauan modus awak.....

NB : Dah langgananku inang itu. Santai aja kelen. Baik hatinya. Boleh ngutang. Tapi jangan pulak kelen bilang aku yang kasi tau ya. 

admin ngobrol.top

Tidak ada komentar