Rumah Polisi di Samping Markas Polda Dibobol Maling, Istri Polisi Dihajar Pelaku


police line

Kawanan maling beraksi di Jalan Daeng Ramang, Makassar, Sulawesi Selatan. Tak pandang bulu, rumah yang disatroni adalah kediaman perwira polisi, Kepala Korps Siswa Sekolah Polisi Negara (Kakorsis SPN), Batua, AKBP Muchtar.

Rumah megah yang terletak tidak jauh dari markas Polda Sulawesi Selatan dibobol pada Kamis (14/7/2016) siang. Saat kejadian, yang berada di dalam rumah hanya istri Muchtar, Usmawaty Usman (54).

Saat itu, dia Usmawaty sedang tertidur di teras rumahnya. Dalam rekaman CCTV, pelaku masuk melalui bagian belakang rumah. Bahkan, pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu berhasil mengambil ponsel yang tergeletak di lantai.

Saat terbangun, Usmawaty memergoki aksi pelaku. Saat itu juga, pelaku melukai korban dengan memukul benda tumpul di bagian kepala korban. Setelah itu, mereka lalu melarikan diri.

Pelaku berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga. Sementara itu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Kompol Agung, menjelaskan, identitas pelaku sudah dikantongi. Polisi masih melakukan pengejaran. “Identitasnya ketahuan berkat CCTV,” ujarnya, seperti dikutip dari Fajar.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengakui aksi kejahatan pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan semakin nekat saja.

“Korbannya saja adalah istri polisi. Istri polisi saja mereka berani, apalagi kepada masyarakat biasa,” bebernya.

Waduh pak, kok logikanya terbalik? Seharusnya, kalau melindungi rumah yang dekat markas saja tidak bisa, bagaimana melindungi warga???

(adk/jp/sta/pojoksatu)

Tidak ada komentar