"Ndak Apa, Kami di Belakang Saja," kata Sang Veteran dengan Wajah Sendu


[caption id="attachment_3826" align="aligncenter" width="960"]sang veteran Terhalang keangkuhan generasi muda...[/caption]

Badannya sudah tak segagah dulu. Jalannya pun harus menggunakan tongkat. Tapi semangatnya tetap membara. Itu terlihat ketika beliau bersusah payah menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-71 di Blang Padang, Banda Aceh.

Suaranya juga lantang saat menyanyikan lagu kebangsaan. Meski sesekali harus duduk dan menyeka air matanya. Tapi, ada yang janggal saat itu...

Entah disengaja atau tidak. Para veteran duduk di belakang para 'junior'nya. Bahkan mereka tidak berada dalam tenda. Dan letaknya di bawah para petinggi yang notabene menghirup udara kemerdekaan berkat para veteran.

Baginya tak masalah ditempatkan di belakang, karena memang orang tua kini mendorong yang muda untuk lebih mengisi kemerdekaan dengan tujuan sejahtera dan adil merata tuk semua.

[caption id="attachment_3828" align="aligncenter" width="201"]para veteran1 Potret lain kondisi para veteran.[/caption]

Tak masalah baginya di belakang.

"Ndak apa, kami di belakang saja. Lebih enak disini, tak ribet," ujarnya dengan wajah sendu.

Keadaan jadi makin miris saat prosesi penaikan bendera. Ia yang sudah berdiri dengan sisa tenaga yang ada, tetap tak bisa melihat. Terhalang keangguhan generasi muda yang ia perjuangkan dulu. Ia hanya bisa memberi hormat.

Orang seperti beliau tidak ingin dihargai. Karena mereka ikhlas berjuang demi kemerdekaan. Bukan demi jabatan dan kekayaan semata.

Tapi, apakah pantas...
orang seperti mereka, ditempatkan di tempat seperti itu. Padahal Hari Kemerdekaan adalah hari untuk mengenang jasa-jasa mereka.

Negara ini memang tak bisa menghargai jasa para pahlawannya...

[caption id="attachment_3827" align="aligncenter" width="433"]para veteran Miris...[/caption]

 

Foto diambil dari laman facebook Al Amin, seorang wartawan Harian Rakyat Aceh #Veteran #HUTRI #Kemerdekaan #Hormat #UpacaraKemerdekaan — at Blang Padang Banda Aceh.

12 komentar:

  1. kamu memang pahlawan q wahai veteran, semoga generasi muda menghargai perjuangan mu untuk memerdekakan Indonesia. aq cinta pejuang Indonesia Indonesia

    BalasHapus
  2. seharusnya para veteran yg brada di dpn bkn juniornya karna mereka indonesia merdeka berkat usaha dan kerja keras mereka tpi skrang tidak lah sama dengan dulu juniorx hanya mentingkan jabatan dan tahta tnpa mau berkorban.

    BalasHapus
  3. Hargai jasa Veteran19 Agustus 2016 16.20

    KaLo tidak ada jasa para veteran memang bisa kita merasakan kemerdekaan.. hanya dengan mengandaLkan para petinggi zaman sekarang yg hanya haus akan tahta dan harta serta popuLaritas.

    BalasHapus
  4. Ndak papa di belakang saja ya mbah, soalnya deretan bagian depan khusus buat yg cuma cari muka dan pura2 nasionalis saja.

    BalasHapus
  5. Sungguh ironis dan menyedihkan...semoga pak president bisa menggunakan hati utk menghargai para veteran dgn memberikan peraturan kusus...jd di upacara thn depan diprioritaskan veteran hadir upacara di setiap daerahnya masing masing

    BalasHapus
  6. termiris ituuu yg di mobil....kok mobilnye kek gituu

    BalasHapus
  7. Grifo M Gerungan20 Agustus 2016 06.27

    kasian Para pejuang bangsa,,, hanya dijadikan pajangan utk upcara kemerdekaan.. pemerintah sdh tidak ada prhtian kpda pra pjuang veteran, Sya mewakili cucu dr Ketua Anak ranting Legiun Veteran Republik indonesia Desa Karor kec. Lembean timur Kab. Minahasa, Sulut mnyampaikn rasa kecewa dr perjuangan Opa sya yg sudah pergi jauh dri dunia ini... HIDUP VETERAN !!! MERDEKA

    BalasHapus
  8. terimakasih pahlawanku,
    semoga Allah merahmati dan memberikan kebaikan kepada anda semua,

    salam hormat bagi seluruh veteran indonesia.

    BalasHapus
  9. terimakasih pahlawanku,
    semoga Allah selalu memberikan kebaikan pada para veteran Indonesia.

    salam hormat kami .. untuk seluruh pahlawan dan veteran indonesia.

    BalasHapus
  10. Namanya juga indonesia

    BalasHapus
  11. Generasi muda blom pernah ngerasain namanya perang jdi blom bisa menghargai arti jasa jasa perjuangan ..mengusir penjajah dan memerdekakan negara amatlah sulit...

    BalasHapus
  12. Nikmat manakah yg engkau dustakan whai ptinggi" negeriku..

    BalasHapus