Demi Asuransi, Anak Tabrak Ibu Kandung Hingga Tewas


[caption id="attachment_3733" align="alignleft" width="307"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption]

Biadab! Demi mendapatkan uang asuransi, seorang anak di Balige, Toba Samosir (Tobasa), Rikardo Parinando Pardede (26), tega menabrak ibu kandungnya sendiri, Ratina br Tampubolon (54), hingga tewas mengenaskan.

Usai menabrak mati ibu kandungnya, Rikardo pun merekayasa kasus pembunuhan berencana itu. Ia merekayasa seolah-olah ibunya tewas akibat tabrak lari di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Balige-Tarutung, Taput, tepatnya di Desa Longat, Kecamatan Balige, Tobasa.

Warga Desa Hauma Bange, Kecamatan Balige, ini ditabrak dari belakang saat berjalan kaki usai berjualan kacang rebus. Kondisinya sangat mengenaskan. Di mayatnya terdapat luka robek di bagian kening, luka di mulut dan pinggul remuk.

Informasi yang dihimpun, Kamis (4/8/2016) menyebutkan, kasus ini terjadi pada Jumat malam (29/7/2016), dan baru terungkap oleh Polres Tobasa, beberapa hari kemudian.

Awalnya Rikardo berhasil mengelabui polisi dengan sandiwaranya. Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan mobil pick up Nopol BK 8044 DD yang terperosok ke parit. Tapi pemilik mobil tak diketahui, dan diduga telah melarikan diri.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, akhirnya diketahui mobil tersebut milik Rikardo, anak kandung korban. Namun polisi tak langsung menuduh Rikardo, dan memilih melakukan penyelidikan secara mendalam. Apalagi Rikardo terlihat sangat bersedih, ia juga menangis histeris saat ibunya dikuburkan.

Namun warga desa sudah kalap, berdasarkan kejanggalan yang ditemukan, mereka yakin Rikardo-lah pelaku pembunuhan ibunya sendiri. Untuk menghindari aksi anarkis warga, polisi kemudian mengamankan Rikardo.

“Kalau tidak diamankan, begitu selesai penguburan almarhum, dia (Rikardo) mungkin jadi bulan-bulanan warga. Sebab warga sudah geram,” tutur Binahar Napitupulu, tokoh pemuda di Balige, seperti dilansir metrosiantar, Kamis (4/8/2016).

Dia menerangkan, di lokasi Ratina ditabrak, ditemukan kepingan mobil Suzuki. Dan, tak jauh dari lokasi korban ditabrak, tepatnya di parit Tara Bunga, ditemukan mobil pick-up milik korban. Saat ditanya warga, Rikardo pun mengarang cerita yang tak masuk logika.

Kecurigaan warga sangat berdasar. Pasalnya, selama ini Rikardo selalu bertengkar dengan ibunya. Namun saat dicecar warga, ia tetap mengelak. “Rikardo mengaku mobil pick-up miliknya dipinjam orang. Dia mengaku seolah-olah dia dihipnotis hingga mau memberikan mobilnya begitu saja,” ujar Binahar.

Rikardo juga mengatakan, setelah mengantarkan ibunya ke daerah Hinalang untuk berjualan kacang rebus, ia bertemu dengan seseorang di depan Polsek Balige. Setelah dihentikan, dia mengaku punggungnya ditepuk.

Orang tersebut mengatakan akan meminjam mobilnya agar kreditnya bisa dibayar. Dan, dia mengaku memberikan mobil itu begitu saja. Rikardo mengarang cerita, orang yang meminjam mobilnya bermarga Siregar.

“Ceritanya tak masuk akal. Justru itu yang membuat warga curiga. Saya sendiri pun tak yakin. Maka itu, saya coba bujuk Rikardo. Saya berikan pemahaman dan nasihat, akhirnya Rikardo mengaku ia sendiri yang menabrak ibunya hingga tewas. Alasannya, ia mengaku sakit hati kepada ibunya yang cerewet,” tambahnya.

Masih kata Binahar, begitu pulang mengantarkan ibunya ke Longat, Rikardo singgah di sebuah rumah makan tak jauh dari lokasi kejadian. Saat ibunya melintas jalan kaki menuju arah Balige, niat jahat itu muncul. Dia berniat menabrak ibunya. Tak pikir panjang, niat itu dilakukan, kemudian mencoba merekayasa kejadian itu.

Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian membenarkan kejadian itu. Kepada penyidik, Rikardo mengakui hal yang sama. “Tersangka mengakui perbuatan itu. Alasannya, kesal dengan almarhumah yang cerewet,” ujarnya.

Diterangkan, saat ini Rikardo ditetapkan tersangka dan ditahan. “Sudah ditahan dan dipersangkakan melanggar Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan acaman hukuman seumur hidup,” pungkasnya. (NEXT : Demi Asuransi Ratusan Jiwa)

Sementara itu, warga menduga Rikardo tega membunuh ibunya demi mendapatkan uang asuransi. Diketahui, ibunya merupakan nasabah salah satu asuransi jiwa.

Warga yang sudah mengenal betul keluarga itu mengatakan tak percaya jika motif pembunuhan itu dikarenakan sakit hati Rikardo kepada ibunya, sesuai pengakuannya kepada polisi.

Warga mengatakan, almarhum Ratina beberapa bulan lalu masuk salah satu asuransi. Dan, diketahui bahwa jika anggota asuransi meninggal, pewaris akan mendapat santunan kematian yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Belum lagi jika peristiwa yang menyebabkan korban meninggal adalah karena kecelakaan lalulintas, di mana akan ada puluhan juta asuransi Jasaraharja yang akan diterima keluarga atau pewaris. Dan, alasan itulah yang diyakini warga lingkungan kediaman korban.

Masih kata warga, kecurigaan itupun semakin mengerucut jika dikaitkan dengan kondisi keuangan Rikardo. Sepengetahuan warga, kredit mobil Rikardo sudah menunggak beberapa bulan.

Kecurigaan yang sama juga dirasakan P Pardede dan istrinya R br Siahaan, yang masih keluarga dekat alamarhumah. “Jika itu (pembunuhan berencana, red) benar dilakukan Rikardo, kemungkinan besar alasannya adalah uang,” ungkapnya.

Mereka menerangkan, almarhum Ratina memiliki 4 anak. Dari suaminya pertama, dikarunai 2 anak laki-laki dan 1 perempuan. Kemudian, dari suami kedua, yakni almarhum Raja Pardede, dikaruniai 1 anak, yakni Rikardo Parinando Pardede. (ngobrol.top)

Tidak ada komentar