HEBOH! Lurah di Nias Ini Larang Warganya Ternak Babi


surat pemberitahuan

Masalah sensitif ini pertama kali diunggah oleh seorang pendeta di Nias bernama Berkat Laoli. Ia memposting sebuah surat pemberitahuan dari Lurah Ilir Kecamatan Gunungsitoli.

Di dalam surat tersebut, Abubakar Sidik Hia selaku lurah, menanggapi keluhan salah seorang warganya di Gang Iklas yang terganggu dengan adanya ternak babi.

Untuk itu, Abubakar segera memberitahukan kepada warganya yang beternak babi, agar segera memindahkan ternaknya ke tempat lain, dalam waktu 7 hari setelah surat dikeluarkan (24 Agustus 2016).

Postingan tersebut langsung memantik kemarahan mayoritas masyarakat Nias, yang sudah turun menurun akrab dengan ternak babi. Komentar langsung membanjiri postingan yang sudah dishare sebanyak 134 kali itu. Diantaranya yang bernada negatif berikut ini :

Lone Survivor : Lurah pantek kalau kau didaerah saya telukdalam gak sampai berhari nyawamu akan melayang kmi buat dan kmi cincang dagingmu semoga lurah pantek itu baca.

Samangat Baru : Sbenarnya Tdk Ada Perda yg buat Larangan itu, Cuman itu Aturan Pribadi Lurah sendiri itu krn Dia adlah Beragama Islam, Krn ada Recana mrk menjadikan P.Nias jd Pulau Islam.

Yaman Nosui : Pulau Nias adalah Pulau umat Kristiani!
So, ga ada haram bagi siapa pun selama babi itu hidup di tanah nias. Abaikan mereka yg merasa terganggu terutama mereka yg menganggap babi itu haram!! Saya yakin ini pengaruh orang" transmigrasi yg tidak suka dengan babi!! Siapa mereka?! Kalau tak suka silakan angkat kaki!!

Petrus Harefa : Nama lurahnya saja aneh, abubakar coba diartikan??? Setelah dibakar jadi abu. Ini lurah kok ga bijak mengambil sikap, manusia seperti ini perlu diwaspadai.

Senius Gulo : Dr namanya aja kedengaran serem pak .. pasti ada nuansa agamanya ini pak.. yakin saya... mrk lama lama semakin menunjukkan taring mereka di nias ini... nanti lama lama disana jg tdk boleh berdiri gereja dan sebagainya...

Man Laoli : kalau prinsip saya orang yg buat undang2 sendiri itu pun kalau betul statusnya ini lho' bantai aja orangnya tu! habis undang-undangnya,habis cerita titik

postingan berkat laoli

Untungnya, masih banyak masyarakat Nias yang memandang dan memberi komentar yang positif seperti ini :

Fajar Harefa : Hati-hati berkomentar ya. Boleh tidak setuju. Jangan memprovokasi. Semoga aparat pemerintah yg berwenang mengetahui permasalahan ini dan segera mengambil tindakan yg terbaik.

Herman Jaya Harefa : Itu adalah aturan yg didasarkan oleh lurah dari peraturan daerah. Peraturan daerah tersebut telah ada dan disahkan beberapa bulan lalu tentang perda keamanan dan ketertiban umum dimana salah satunya larangan beternak di kalangan pemukiman warga apalagi klo dekat dengan rumah ibadah. Lurah tdk membuat sesuka hatinya, dia bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

Earnest Zamago : Lalu pertanyaannya skrg adalah Mengapa hanya gara gara Babi kita hrus ribut...? Seharusnya anda dtg sendiri sama Pak Lurahnya..cek keberadaan peternak..apakah memang jelas mengganggu atau tdk.. saya sangat setuju bgnda Herman Jaya Harefa.. Tak usah ribut dimedsos kita termasuk jg yg posting ini... Cari dlu info yg jelas...tanya sama Laso dimana seharusnya tempat beternak. Jgn melapor dan debat kusir di medsos..

Toni Manaraja : Saya pikir klo untuk kebersihan dan kenyamanan harusnya dipisahkan lingkungan manusia dengan lingkungan ternak.
Saya pernah hampir mau ribut dengan tetangga saya karna dia kasih kandang babinya persih hanya 1 meter dari jendela ruang makan di rumah saya.... walaupun saya juga penikmat daging babi tapi joroklah kandang babi deket ruang makan manusia....
Apalagi klo yg namanya pemukiman padat penduduk....ya tolong di mengertilah.....larangan ternak babi tidak ada tapi mengerti dimana tempat babi dan manusia itu wajib.
Jadi pengertian aja kpada peternak babi, jgn krna itu lahan milik kamu lalu seenaknya buat kandang babi di tengah" kumpulan manusia....

Alfenius Gea : Surat yg di posting di atas memang betul, perihalx ja Pemberitahuan, isinya singkat di ingatkan kpda warga stempat segera memindahkan ternakx ketempat lain..
di tmpat kerja saya di sekolah kmrin 3 tahun baru di pindahkan tempat babinya, luar biasa wanginya klo kita kekantor guru begitu juga di ruang kelas sangat2 wangi sampe ngk bntah duduk di tempat kursi, bru di pindahkan kmrin tu di kasih uang dlu samax..,
trus itu pun dah di kasih uang lagi, kasek pergi kerumahx pak tolong di pindahkan kandang babinya kotoran babinya masuk di sekolah, iy katax, kamite, kades selalu di iya kan tpi ngk dipindah-pindahkan , baru di pindahkan kmrin di acam, di blng ma org tu, biar polisi yg datang di rumah bpk...

1 komentar:

  1. yang posting surat itu orangnya terlalu banyak makan daging babi.. akhirnya kelakuannya kaya' babi

    BalasHapus