Innalillahi... Calon Pengantin Cantik Beserta Keluarga Tewas dalam Tragedi Ini


[caption id="attachment_3875" align="aligncenter" width="650"]Hesti Binti Subagyo Hesti Binti Subagyo[/caption]

Kabar duka menyelimuti Subagyo. Istri dan anak gadisnya yang sebentar lagi akan melasungkan pernikahan, meninggal dunia saat kapal pompong yang mereka tumpangi tenggelam.

Salah satu dari 17 penumpang pompong yang tewas tenggelam di perairan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (21/8) pagi merupakan calon pengantin.

Bahkan, tujuh orang diantaranya belasan penumpang kapal naas itu masih satu keluarga dengan sang pengantin wanita tersebut.

Hesti Susilawati binti Subagyo bersama keluarganya hari itu memang hendak berwisata dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat sebelum menggelar resepsi pernikahan pada 8 September 2016 mendatang. Rencananya pernikahan gadis ayu ini dilangsungkan di Jalan Pramuka, lorong Buru, Kota Tanjungpinang.

Namun malang, Hesti Subagyo, yang ikut bersama rombongan keluarga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selain Hesti, ibunya, kakaknya, ponakannya, bibi calon pengantin pria dan keponakan calon pengantin pria, juga ikut meninggal.

Di akun facebook Estii, ia memasang fotonya bersama pria dilatarbelakang. Pria itu bernama Muslichudin. Bisa jadi itu calon suami wanita alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) tahun 2011.

Namun apakah ada dalam rombongan itu, belum ada informasi lebih lanjut.

Seperti diberitakan batampos, data KPLP maupun Basarnas Tanjungpinang, hingga saat ini, sudah 12 penumpang ditemukan. Sepuluh meninggal dunia, dua selamat. Dua selamat atas nama Resty, 20, warga Batam. Satu lagi Said Ismarullah, 36 tahun, warga Penyengat yang mengemudikan (Tekong) pompong.

Sementara lima lainnya belum ditemukan. (BACA : KRONOLOGI TENGGELAMNYA KAPAL POMPONG)

Korban selamat kapal pompong yang tenggelam saat menyeberang dari Tanjungpinang-Penyengat, Minggu pagi (21/8) hanya dua orang.

Kduanya adalah Resty Rindasari warga Kota Batam dan Said Umarullah, tekong warga Penyengat.

Seperti diberitakan batampos, hari ini (22/8), dalam kondisi trauma, Resty, 26, berusaha menceritakan peristiwa detik-detik pompong tenggelam yang menelan 10 korban tewas dan lima hilang itu.

Berikut inti keterangan Resty kepada Basarnas:

1. Pompong berangkat pukul 08.30 WIB. Resty berada di Pelabuhan Penyengat untuk membeli tiket Kapal Pompong Menuju Pulau peyengat dengan kondisi Awan sudah mulai mendung.

2. Restyi menanyakan kepada Penjual tiket apakah perjalanan ke Penyengat aman atau tidak soalnya mendung.

3. Penjual tiket menjamin perjalanan ke penyengat aman walapun dalam keadaan mendung.

4. Pukul 09.00 WIB di depan pelabuhan SBP Antara Tanjungpinang dan Penyengat, tiba-tiba angin kencang disertai hujan lebat dan ombak kuat.

5. Kemudian air laut mulai memasuki pompong dan para penumpang panik karena pompong semakin turun.
Pompong pun terbalik.

6. Resty lalu melompat dan mencoba berenang meraih kapal yang terbalik sebagai tempat tumpuan agar tidak tenggelam.

7. Resty selamat bersama tekongnya, sementara 10 lainnya tewas dan lima masih hilang.

Sementara itu, informasi dari masyarakat sekitar, pompong tidak layak laut mengingat kondisi cuaca buruk (angin barat) dan sebagian besar penumpang tidak pandai berenang sehingga banyak menimbulkan korban.

Pada saat terjadi Laka Laut sudah diketahui oleh banyak orang namun karena kondisi cuaca yang sangat buruk sehingga tidak ada yang berani untuk menolong karena berisiko. (nur/eggi/ray/jpnn)

Tidak ada komentar