Jalan di Mall Tanpa baju, Dikira Orang Gila, Tapi Alasannya Bikin Kita Nangis


beli baju di mall1 Badannya hitam legam tak berbaju. Lengan kirinya bertato. Ia berjalan sambil memegang tangan seorang gadis kecil yang memakai baju terlalu besar. Mereka berjalan menyusuri sebuah mall di Jawa Tengah. Sang anak tampak memilih-milih baju.

Beberapa pengunjung memandang penuh jijik. Sesekali terdengar cibiran dari mereka.

"Wong ndeso opo wong uedan," kata mereka sambil tertawa.

Sang bapak yang berada dekat dengan mereka, pura-pura tidak mendengar.

Pemandangan tak biasa itu mengundang pihak security. Dua orang satpam berbadan besar berjalan menuju bapak dan anak tersebut.

Sebelum kedua satpam mengusir mereka, aku mendekati bapak itu. Seraya sedikit berbasa-basi.

"Pak putrane umur pinten? Duh cantik dan santun sanget nggeh pak," kataku.

"Nggeh pak, Alhamdulillah angen2 kulo kabul pak, menawi enten rejeki kulo pingin sanget numbaske setunggal pakaian mawon ting tempat mewah lan adem kados mekaten pak (iya pak, Alhamdulillah cita2 saya terkabul pak, bahwa kalau ada rejeki saya akan belikan satu pakaian saja di tempat mewah ber-ac seperti ini pak," jawab bapak itu sambil tersenyum sumringah.

Dan dari bapak itu aku bisa merangkai sebuah kronologi yang membuat air mataku tumpah.

Awalnya sang anak hanya memakai singlet. Si bapak yang kebetulan dapat rejeki lebih, langsung menunaikan janjinya untuk membelikan sepotong baju untuk anak perempuannya yang ternyata tak punya baju.

beli baju di mall

Si anak kepingin beli baju di tempat mewah yang ber-AC. Dinginnya AC membuat si anak menggigil. Akhirnya baju si bapak pun dipakaikan ke buah hatinya. Si bapak rela tak berbaju dan dianggap orang gila oleh seisi mall, demi membahagiakan anaknya.

Ya Allah, muliakan orang-orang seperti beliau, mudahkanlah semua urusannya dan ampunilah orang-orang yang terlalu cepat menilai buruk orang lain.... Aaminn...

Tidak ada komentar