Ketika Jawa Pos Disebut Sebagai Penyebar Fitnah


jawa pos

Nama Alifurrahman saya kenal saat menulis opini berjudul "Ketika Setan Pimpin Doa di Gedung MPR" di portal opini miliknya, seword.com. Meski judulnya bombastis dan menjadi viral sesaat, isinya ternyata datar. Meski begitu, sebagian besar netizen telah 'termakan' judul opini tersebut. Inilah salah satu ciri khas mayoritas netizen di Indonesia, hanya membaca judul dan sebar.

Blogger yang pernah diundang Jokowi ke istana ini memang getol membuat tulisan yang pro setiap kebijakan pemerintah (masih dalam tahap wajar). Dan kewajaran ini terjun menjadi kurang ajar, saat dia membela dengan menjatuhkan dan menyerang membabi buta kepada setiap orang atau kelompok yang mengkritik junjungannya. Dia menyebut anggota dewan yang membaca doa sebagai SETAN, atau menyebut SBY dengan SAPI.

Dan yang barusan keluar, Alif menyebut JAWA POS sebagai penyebar fitnah. Bukan hanya JAWA POS, tapi juga TRIBUN, VIVA dan TV One. Peluru yang ditembakkan Alif sudah menyasar ke segala arah ("Ketika Institusi dan Media Jadi Sumber HOAX, Kita Bisa Apa"). Sungguh sangat disayangkan, Alif menjawab semua (yang dianggap) kritikan dengan opini, bukan dengan DATA konkrit.
Saya tidak tau sampai kapan kita akan mendapat informasi berupa pembodohan publik yang terstruktur, sistematis dan massif seperti sekarang. Tapi yang jelas kita harus terus melawan. Beri tahu BPK bahwa mereka ngaco, sekali-kali sebutlah Jawapos, Tribun, Viva atau Tvone itu oon, supaya mereka jera memberi informasi framing. Minimal mereka tau bahwa kita protes. (Kutipan Opini Alif)

Memang benar jika masyarakat sekarang ini dibingungkan dengan berbagai pemberitaan. Oleh sebab itu, jangan tambahi kebingungan ini dengan opini panjang lebar yang ternyata NOL BESAR. Yang perlu diingat Alif, Jokowi hanya memenangi sebagian kecil hati rakyat Indonesia. Bagian besarnya, terbagi antara Golput dan pendukung Prabowo.

Kita doakan saja Alif semakin dewasa dalam menyikapi masalah, dan secepatnya diangkat menjadi ajudan Bapak Presiden Jokowi.

alif

(ant - admin NGOBROL.TOP)

Tidak ada komentar