Koleksi Terlucu Humor Mukidi dan Lae Togar, Lucuan Mana???


ngakak


BAB Tiap jam 7 Pagi


Pada suatu minggu pagi Mukidi (45 th) berkunjung ke rumah teman baiknya Sukimin (48 th) untuk menyambung tali silaturahmi

Merekapun berbincang-bincang dengan akrab. tapi Mukidi melihat ada yg janggal pada ekspresi wajah Sukimin ia pu bertanya: (medog mode on)

Mukidi: Min sampean kok kalau diliat2 kayak orang lagi kurang sehat ya?? emang lagi ga enak badan?

Sukimin: Iya belakangan ini aku emang lagi ga enak badan di, gara2 ada yg aku lagi pikirin

Mukidi: kamu tu mikirin apa to min,,min,,

Sukimin: ini,,,mmm,,,aku punya kebiasaan aneh

Mukidi: Aneh opo??

Sukimin: aku punya kebiasaan setiap hari suka buang air besar setiap jam 7 pagi

Mukidi: Lah bagus itu! emang uda kodrat manusia kalo pagi pasti buang hajat. itu kan namanya sehat.

Sukimin: Sehat sih sehat di, tapi masalahnya aku tuh selalu bangun jam 9an..!!!

Mukidi Rebutan Anak


Mukidi dan Ponikem yg baru saja bercerai sedang memperebutkan hak kepemilikan anaknya.

Di ruang sidang pengadilan ponikem dgn pede nya berkata :
"Anak keluar dr perut saya, ya sdh pasti milikku"

Mukidi marah2 dan menyanggah :
"Koq lucu asal ngomong aja, emang kalo uang keluar dari atm trus uangnya milik atm?"

"Jelas sudah pasti uangnya punya yg masukin kartu atm dong"

Jaksa pun terbengong bengong sambil manggut manggut dan semua yang hadir di ruang sidang pun tertawa dan memberi aplaus pada Mukidi....

Tips Rukun Suami Istri


Seorang dokter yg sering berantem sama istrinya bingung, kenapa istrinya marah2 mlulu.

Serba salah dibaikin marah, dibecandain marah, apalagi dimarahin.... ngamuk dehhh....😖

Pak dokter iri lihat supirnya ...si Mukidi rukun bgt dan mesra sama istrinya,
Sekali wkt dia curhat sama si Mukidi...

Dokter : "Di...kamu rukun banget sama istrimu....gak kayak saya...kamu lihat ndiri gak ada hari yg gak ribut kami....apa sih rahasianya...".

Mukidi:...."Kami sih biasa2 aja Pak Dokter.....hanya saja sy sering membuat kejutan2 kecil ......"

Dokter : "Kejutan kecil gimana.....?"

Mukidi : "Seperti tiba2 kita pukul pantatnya dari belakang....secara diam2..."

Hari itu pak dokter sengaja pulang lebih awal....sampai rmh ternyata istrinya lagi masak di dapur....

Sambil diam2 Pak Dokter masuk dapur dan memukul pantat istrinya dari belakang.

Tanpa menoleh ke belakang bu dokter teriak : "Mukidiiiiiiiiiiii... nakal kamu yahhh..." 😃😀

Uang Kembalian


"Buk, rujak satu, berapa?" tanya Cak Mukidi.

"Sepoloh rebu..cak..," kata Bu Markonah.

Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000. Markonah bilang, "Cak... tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya," kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.

Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. "Nggak ada..Bu." kata Cak Mukidi.

Buk Markonah kasih instruksi, "Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri."
Cak Mukdi: "Nggak ada...Buk."

"Ya sudah," kata Buk Markonah.

"Lah terus mana kembalian saya????" tanya Cak Mukidi bingung.

Buk Markonah dengan enteng berkata, "Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis."

Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir mendengar Bu Markonah

Mukidi Naik Unta


Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya. Dia juga ikut tour naik unta. Tapi unta di Arab tidak seperti unta di Indonesia, ketika Mukidi bilang, "duduk" dan unta langsung duduk.

Namun lain kejadiannya. Unta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang: "Duduk, sit.. sit, jongkok, diuk."

Sang unta tetap berdiri, dan akibatnya Mukidi tidak bisa naik.

Pawang Unta (PU): "Bilang Assalamualaikum, baru unta duduk."
Mukidi: "Asalamualaikum" langsung onta duduk, Mukidi naik, unta langsung berdiri lagi.

Mukidi: "Jalan.. jalan.." unta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, unta tetap tidak mau jalan.

PU :"Bilang Bismillah "
Mukidi : "Bismillah"
Onta jalan, Mukidi senang jalan naik unta dengan Pawang Unta berjalan di sampingnya.

Tak lama kemudian Mukidi bertanya, "Pawang. Bagaimana cara nyuruh untanya lari ya?"

PU: "Bilang aja Alhamdulilah"
Mukidi : "Alhamdulilah." Dan unta pun berlari.

Mukidi senang sekali. Saking senangnya Mukidi bilang lagi "Alhamdulilah." Dan si unta berlari tambah kencang, dan si Pawang Unta makin ketinggalan.

Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Unta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti. Dari jauh PU berteriak: "Kalo mau berhenti bilang Innalillahi.."

Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar. Dan si unta terus berlari dengan kencang. Sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yang sangat dalam. Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta: "Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!"

Unta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata. "Mati gue!" kata Mukidi. Tahu dia akan jatuh kejurang dan mati.

Dalam kepanikannya dia berteriak: "Innalillahi..!!" sambil memejamkan mata pasrah. Unta mendadak berhenti. Dan ketika Mukidi membuka mata. Dia melihat persis di tepi jurang. Saking senangnya tidak jadi mati, Mukidi berteriak: "Alhamdullilah!"

PLUNG!!! .....

HUMOR LAE TOGAR YANG NGGAK KALAH LUCU, KLIK DI SINI


Tiur yang Hobby Clubbing


Tiur dan Butet, tetangganya yang juga sudah bersuami, janjian untuk clubbing bareng. Di tempat dugem, mereka berdua minum minuman keras sampe mabok berat. Pulang dari clubbing, mereka pun jalan kaki..

Dan tiba-tiba mereka kebelet pipis. Karena jalan pulangnya ngelewatin kuburan, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pipis di kuburan..
Sesaat setelah pipis…

Tiur: Eh, kau nge-lapnya pake apa??

Butet: Pake CD ku aja, nanti langsung buang.. kalo kau?
Tiur: Waahhh.. CD ku mahal, mana baru beli lagi… sayang ahh..!! Tapi pake apaan ya..???

Butet: Pake itu aja tuh..! (sambil nunjuk kertas karangan bunga di atas batu nisan)

Dengan cuek, Tiur ngambil kertas karangan bunga itu buat nge-lap. Dan mereka pun pulang…

Besok paginya para suami yang kesal melihat kelakuan istri-istri mereka, ngobrol lewat pagar rumah….;

Lae Togar : Kayaknya istri-istri kita harus dilarang dugem…!!

Jhon Koplo : Iya pak, masa tadi malam aja, istri saya pulang ngga pake CD..!!! Dikemanain CD nya pak..

Lae Togar : Masih mending pak… waktu istri saya tidur, di selangkangan istri saya malah ada kartu ucapannya yang isinya :
“DARI KAMI SEMUA PEGAWAI PEMKO… KAMI TAKKAN PERNAH MELUPAKANMU….!!! GOOD JOB…(*)

Celana Panjang Lae Togar


Di sebuah desa tinggal sepasang kekasih, namanya Lae Togar dan Tiur. Tapi Tiur sedih, sebab setiap kali Lae Togar datang apel ke rumahnya, ia selalu menggunakan sarung. Maklum di desa.

Akhirnya Tiur mengutarakan kesedihannya: “Bang, kalau datang ke rumah, jangan pakai sarung dong….malu ‘kan sama Bapak!”

Akhirnya Lae Togar menyanggupi: “Iya, besok Abang mau beli bahan celana.”
Sesudah beli bahan celana, Lae Togar pergi ke tukang jahit untuk menjahitkan bahan celananya.

Pada hari yang dijanjikan, Lae Togar kembali ke tukang jahit untuk mengambil celananya. Masih ada sisa bahan 1/2 meter lagi. Dan ia membawanya pulang.

Lae Togar sangat senang. “Jadi juga celanaku,” pikirnya.

Dia pulang, dan sore harinya langsung apel ke rumah Tiur untuk pamer celana barunya. Dia pakai celana itu. Tapi karena kebiasaan, dia juga tetap menggunakan sarungnya.

Di tengah perjalanan, lae Togar sakit perut. Karena tidak tahan, akhirnya dia ke WC umum.

Segera setelah selesai buang hajat,dia buru-buru mengenakan sarungnya dan lupa memakai celana barunya. Ketika tiba di rumah sang kekasih, Tiur berkata: “Lho… Bang, kok masih pake sarung? Katanya mau pake celana baru.”

Dengan cekatan, Lae Togar mengangkat sarungnya sambil berkata: “Hhmm… lihat, Abang pake celana baru.”

Seketika Tiur menjerit: “Ihhh… panjang amat…”

Dengan tersenyum bangga, Lae Togar menjawab: “Iya nih…. panjang.
Di rumah masih ada 1/2 meter lagi….”

Tiur…@#xa&*+$. (*)

Klub Khusus Dewasa


Suatu kali, jiwa petualangan Lae Togar muncul. Ia penasaran dengan berita tentang adanya Klub Telanjang di kota tempatnya tinggal, dan ingin mendatangi tempat itu.

Pas masuk tempatnya, iya terkagum-kagum. “Wah, mewah banget, lengkap!” pikirnya.

Ada Spa, Fitness, Billiard, Disco, Karaoke sampe Cafe *beer* ada. Dan ternyata bener, resepsionisnya aja telanjang.

Di sana Lae Togar mendapat penjelasan kalo semua fasilitas bebas dipakai para anggota, tapi semua anggota harus telanjang. Singkat cerita, bergabunglah Lae Togar mencoba jadi anggota klub. Ia bayar satu bulan dulu.

Selesai urusan administrasi, Lae Togar langsung jalan-jalan lihat-lihat fasilitas (tentunya sembari telanjang). Pas lewat kolam renang, dari arah depan berjalan seorang cewek sexy. Nggak sadar, Lae Togar ‘ereksi’ pas papasan ama si cewek.

Tiba-tiba, cewek itu balik badan dan bertanya: “Kamu ngajak saya?”
Lae Togar bingung gelagapan. Cewek itu menjelaskan, “Kamu pasti orang baru ya. Di sini peraturannya, kalo ereksi artinya ngajak”.

Maka digeretlah Lae Togar ke pinggir kolam renang, dan terjadilah urusan orang dewasa di sana. Selesai urusan, Lae Togar istirahat di sauna sambil senyum-senyum inget kejadian barusan. Nggak sadar, dia kentut.

Tiba-tiba nongol cowok yang badannya gede banget, brewok, tato’an pula, dan si cowok bertanya: “Lu ngajak gue?”

Lae Togar bingung gelagapan. Cowok tu menjelaskan: “Lu pasti orang baru ya. Di sini peraturannya kalo kentut artinya ngajak”.

Lae Togar digeret ke pojok sauna, disuruh nungging dan terjadilah ‘bonga-bonga’.
Selesai kejadian, Lae Togar turun ke resepsionis komplen, katanya: “Aku keluar! Batal jadi anggota.”

Kata resepsiois, “Wah ngga sayang Pak? Belum juga sehari… iuran anggota sebulan 8 juta, hangus lho.”

“Bodo… aku keluar!!” teriak Lae Togar. “Umurku 70 tahun lebih, paling aku ereksi seminggu 1 kali… tapi kalo kentut, aku sehari bisa 20 kali… gawat bener, bisa mampus aku.” (*)

Penjahit Terhebat


Di suatu jalan di Kota Medan, terdapat beberapa orang penjahit yang bersaing untuk menarik pelanggan. Suatu hari, seorang penjahit dengan bangga memasang papan nama yang berbunyi “Penjahit Terhebat di Kota Ini”.

Tak mau kalah, seminggu kemudian seorang penjahit lain di jalan yang sama juga memasang papan nama, yang berbunyi “Penjahit Terhebat di Indonesia”.

Melihat dua saingannya berlomba memamerkan kehebatan, penjahit ketiga di jalan itu juga tak mau kalah. Merasa lebih hebat dari keduanya, dengan tinggi hati dia memasang papan namanya bertuliskan: “Penjahit Terhebat di Bumi”.

Melihat para saingannya habis-habisan mempromosikan diri, Lae Togar juga tak mau ketinggalan memasang papan nama. Tapi ia tak mau terkesan sombong. Karena itu ia memasang papan nama: “Masuk Dari Sini”. (*)

Jadi Saksi di Sidang


Lae Togar menjadi saksi dalam kasus pencurian. Kemarin, dia dipanggil untuk bersaksi. Mengenakan pakaian rapi, Lae Togar hadir di persidangan yang dipenuhi pengunjung. Maklum, pencuri ini sudah sangat meresahkan warga. Saat bersaksi, Lae Togar sempat membuat hakim kesal.
Hakim: “Anda kenal dengan tersangka?”
Lae Togar: “Tidak pak!”
Hakim (mengulang): “Anda tidak kenal dengan orang ini?”
Lae Togar: “Kalau dia kenal, namanya Kadir, bukan Tersangka.”
Hakim (mulai jengkel): “Jadi anda kenal dengan saudara Kadir?”
Lae Togar: “Tidak Pak.”
Hakim (geram): “Lhoo… Tadi katanya kenal?!”
Lae Togar: “Sama Kadir kenal, sama saudaranya tidak!”

Cara Hilangkan Stres


Kesibukan kantor dan masalah keluarga membuat pikiran Lae Togar tak karuan. Ia stres dan sering melamun di kantor. Untungnya atasannya, John Koplo sangat perhatian dan pengertian. Ia mendatangi Lae Togar dan mencoba berbagi solusi.

John Koplo: “Kalau sedang stres, biasanya aku akan minta istriku untuk memandikanku. Rasanya menyenangkan. Dan saya rasa itu sangat efektif untuk menghilangkan stresmu.”

Besoknya Lae Togar masuk kantor dengan ceria dan penuh semangat. Tentu bosnya pun turut senang dengan hal itu.

John Koplo: “Kau kelihatan lebih baik sekarang. Apa kau menjalankan saranku?”

Lae Togar : “Benar Pak. Saran Bapak benar-benar luar biasa. Dan saya suka sekali dengan kamar mandi Bapak yang mewah. Apalagi istri bapak cantik dan pandai memijat.”

John Koplo: “….?!@#$%^&*??”

Tidak ada komentar