Melanggar Aturan Lalulintas, Disanksi Baca Yasin


baca surat yasin

Kesadaran pelajar dalam berlalu lintas sering mendapatkan sorotan. Khususnya dalam memakai perlengkapan safety riding. Hukuman yang diberikan sering membuat mereka tetap tak jera. Hanya, hukuman yang diberikan di wilayah Bendungan, Trenggalek, bisa menjadi contoh positif.

Di wilayah tersebut, siswa yang tidak memakai perlengkapan safety riding diwajibkan membaca surah Yasin. Kenyataannya, ada yang belum lancar dan disuruh mengulang hingga bacaan benar.

Ide lain daripada yang lain itu ternyata dicetuskan Brigadir Dedi Mahendra Sukma, personel Polsek Bendungan, yang beberapa waktu lalu menggondol juara lomba dai di Polda Jawa Timur. Hal tersebut dirasa lebih mengena dan menyadarkan siswa mengenai pentingnya keselamatan berkendara.

”Sebenarnya, hal itu bukan murni ide saya, tapi masukan masyarakat,” katanya kepada koran ini.

Usulan tersebut terus berputar di benak pria yang berdomisili di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek. Akhirnya, dia mendapatkan momen yang tepat. Yakni, saat dia berada di simpang tiga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan.

Sebagai lokasi pertemuan berbagai jalur, dia tentu mudah menemukan beberapa siswa yang masih membandel yang tidak memakai perlengkapan safety riding. ”Mumpung ada momen, saya sempat meminjam surah Yasin kepada salah seorang warga,” imbuhnya.

Salah seorang siswa yang berpenampilan sangar dengan rambut model mohawk menjadi bidikannya. Penampilannya ternyata tidak sesangar kemampuannya untuk membaca tulisan Arab di surah 36 dalam Alquran itu.

”Sumpah, aku ora isa maca Pak,” ujar si siswa saat disuruh membaca buku Yasin di tangan.

Dedi yang gemas tetap menyuruh si siswa membaca. Sebab, dia berkeyakinan bahwa yang dibaca pasti memberikan manfaat.

”Wis, saisamu wacanen!” tegasnya yang diikuti gelengan kepala si siswa yang mengaku tetap tidak bisa membaca.

Akhirnya, ada salah seorang guru yang lewat dan memboncengkan siswa tersebut ke sekolah. Sanksi bagi siswa yang tak menaati safety riding itu dilakukan sebelumnya.

Yaitu, mengikuti baris-berbaris. Namun, sanksi tersebut dinilai belum mengena. Karena itu, aturan sanksi yang lebih mendidik dibuat.

Dedi mengaku bersyukur bahwa pemberian sanksi membaca surah Yasin tersebut memberikan dampak positif. Jumlah siswa yang mau mengendarai sepeda motor dengan memakai safety riding bertambah.

Kendati demikian, jika masih ditemukan, siswa yang tak memakai helm akan diberi surat teguran sekaligus menghafal lima ayat dalam surah Yasin. ”Kami berharap hal itu bisa meningkatkan kesadaran siswa dalam berkendara yang aman,” pungkasnya. (tri/c5/diq)

Tidak ada komentar