PANAS! Himbauan Polres Nias Tak Dihiraukan Netizen


polres nias
Mencegah terjadi hal-hal yang menjurus ke konflik SARA, Polres Nias bertindak cepat dengan memberikan himbauan melalui media sosial. Berikut isi himbauan tersebut :

Sehubungan dengan Postingan di Media Sosial (FB) perihal Surat Lurah Ilir Gunungsitoli kepada Para Peternak Babi tanggal (24/08/2016) yang isinya “Agar Para Peternak Babi yang berada di Gang Ikhlas Kel. Ilir Gunungsitoli untuk memindahkan ternaknya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah Surat Lurah tersebut Beredar”

Sehubungan dengan surat tersebut telah beredar di Media Sosial FB, dan ditanggapi dengan Beraneka Ragam oleh Para pengguna Medsos, maka dengan ini kami dari Polres Nias, menyampaikan beberapa Himbauan dan Informasi kepada seluruh Masyarakat antara Lain:

1. Bahwa tadi malam (Sabtu 27/08/2016) sekitar Pukul 01.00 Wib, bertempat di Kantor Camat Gunungsitoli, telah berlangsung pertemuan para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda bersama Pemerintah Kecamatan Gunungsitoli. antara lain Camat Gunungsitoli Ibezaro Ziliwu, S.STP, Pdt. Berkat K. Laoli (BPD GPT Nias); Pdt. Bethel Ndraha, MA, (Ketum PGLII), Pdt. Yonatan Laoli, M.Th, (Ketua PGPI KG), Ev.Gabriel Edison Zalukhu, S.Th, (Penasehat Gekribnis), Abu Bakar Syidiq Hia, S.Pd, (Lurah Ilir), Abdul Majid Caniago, SE, M.Si, (Wakil Ketua MUI ),Sekcam Gunungsitoli Wahyu Gulo, S.STP, Mazdan Almahdali (Warga)

2. Hasil Musyawarah bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan pemerintah Kecamatan Gunungsitoli menyimpulkan antara lain:
a. Permasalahan yang terjadi di Gang Ikhlas Lingkungan I Kelurahan Ilir Gunungsitoli murni hanya kesalahpahaman dan tidak terkait Unsur SARA
b. Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat bersama pemerintahan Kecamatan Gunungsitoli sepakat untuk menyelesaikan permasalahan atau kesalahpahaman tersebut dengan baik melalui musyawarah dan kekeluargaan.
c. Terkait surat lurah Ilir Kecamatan Gunungsitoli yang telah beredar di masyarakat dan Media Sosial akan ditinjau kembali sesuai dengan peruntukannya.
d. Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Gunungsitoli sepakat untuk menjaga situasi kondusif, serta menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan senantiasa menjaga kerukunan antar umat beragama.

3. Untuk itu, kami dari Polres Nias sebagai pembina Fungsi Kamtibmas, mengharapkan kepada seluruh Masyarakat dan juga pengguna Media Sosial agar tidak Terhasut dengan Isyu-isyu yang hanya ingin mengganggu Situasi Kamtibmas.

4. Komentar di Media Sosial yang bernada mengajak/menghasut untuk melakukan sesuatu “Tindakan” hendaknya hal tersebut tidak dilakukan, demi terjaganya situasi yang nyaman di tengah-tengah Masyarakat.

5. Situasi yang aman dan Kondusif disertai dengan Toleransi yang selama ini sudah terjalin hendaknya tetap kita pertahankan, dan kita harus bisa menunjukan bahwa “Damai Itu ada di Nias”

6. Demikian Himbauan ini Kami sampaikan, untuk kita semua.
(Sumber: Postingan Pdt. Berkat K. Laoli, Pdt. Bethel Ndraha di Media Sosial FB)

Terima kasih, Ya`ahowu.

Sayangnya himbauan tersebut tidak berpengaruh ke sebagian netizen. Mereka tetap mengomentari himbauan dengan komentar SARA.

YouzCruz : Kalau ada yg bersebrangan paham kepercayaan di forum ini atau non kristen, ingat anda hanya pendatang yg tidak diharapkan dan jgn KAU hapus budaya kami Nias tentang BABI, krn kau yg akan kami jadikan BABI.
Kalau mau ngatur2 silahkan ke Aceh sana atau ke Padang krn itu HabitatMU!!!!!!!!!!!!!!!!

WadjetArya : Jgn mau!!! Asli Nias mayoritas Kristen. Jgn mau diperintah oleh org luar,, trutama agama islam!!

YouzCruz : Kalau BABI tdk ada di tanah Nias utk kami makan terpaksa kalianlah yg kami jadikan BABI utk dimakan!!!!!
Ketika itu terjadi maka kebradaan PANCASILA "KEMANUSIAAN YG ADIL DAN BRADAB" hilang!!!!
Suku Nias yg jd Islam atau muslim atau nth apalah, kembalilah ke habitat nenek moyangmu krn kalian tlah menghianati TUHAN YESUS di Kayu Salib yg rela Mati demi dosa kita, skrg kalian malahan membelakangi Dia dan bahkan kalian suka nungging

Amafame Zebua : Jangan coba2 unjuk gigi di sini bos. Anda itu pendatang ..tanah mudik milik nias asli. Tak usah pake ancam 7 hari. Nanti dipertanyakan izin2 mesjid yang ada di nias dan disuruh bongkar jika tak punya izin dlm tujuh hari.

YouzCruz : Abu Bakar Syidiq Hia, S.Pd, (Lurah Ilir), Abdul Majid Caniago, SE, M.Si, (Wakil Ketua MUI). Lurah yg memakai marga NIAS trus mencampuradukkan bahasa Arab yg ciri2nya teroris jgn kau atur sesuai keinginan Agama sesatmu.
Utk yg satu lg Chaniago dr namamu aja udh berciri org Padang kalau kau ga tnang di bumi pertiwi Nias maka sepak terjang akan mengusir sukumu, agamamu dri tanah kami.
Cukup sabar kami kaum kristen melihat prmbakaran greja2 di kota lain tapi mungkin saat ini kalian harus tau siapa kami sbenarnya. Silahkan lanjutkan kalau kalian mau kami tunggu!!!!

[caption id="attachment_3946" align="aligncenter" width="827"]Beginilah komentar SARA yang menghiasai laman facebook Polres Nias. Beginilah komentar SARA yang menghiasai laman facebook Polres Nias.[/caption]

Tidak ada komentar