Pasien Sekarat, Direktur RSUD Tarutung Malah Bilang, "Kau Laporkan ke Tuhan Yesus pun Aku Tak Takut!"


rsud tarutung

Sungguh malang nasib Cupeng Silitonga (42). Buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung, membuat istri tercinta hampir menjemput ajal. Tidak hanya itu, Cupeng harus ekstra sabar saat Direktur RSUD Tarutung dr Ganda Nainggolan membentaknya karena mengadukan masalah tersebut ke ajudan Bupati Taput.

Cupeng berkisah, istrinya Dianovita boru Sembiring (38), warga Sipahutar III, Kecamatan Sipahutar sekarat di RSU Tarutung pada Minggu (21/8) pukul 09.00 WIB. Istrinya dibawa ke RSU Tarutung ke bagian IGD karena mengalami kecelakaan di Sipahutar. Begitu mereka tiba di bagian IGD, para perawat di sana langsung memperban luka.

Hingga pukul 20.00 Wib, tak ada penanggulangan medis lanjutan. Tiba-tiba sekira pukul 20.10 WIB, dr Benni Pardede mengatakan jika kaki istrinya harus diamputasi. Begitu juga keselamatan istrinya juga tidak dijamin. Selanjutnya mereka memanggil keluarga untuk menandatangani sepucuk surat.

“Istri saya lagi sekarat Pak dokter karena kehabisan darah. Tolonglah dibuat tindakan medis dengan menambah darah. Tolong dibuat suntikan medis. Istri saya pasti hidup. Jangan menakuti kami Pak dokter. Lihatlah istri saya lagi sekarat,” ungkap Cupeng memohon.

Berselang setengah jam, dokter itu datang lagi dan mengatakan memang harus tambah darah biar dapat diselamatkan. Sekeluarga pun setuju namun uang harus diberi dulu Rp500 ribu baru diberi kantong darahnya. Lalu diminta lagi Rp500 ribu untuk 2 kantong lagi. Uang itu langsung diberikan.

Selanjutnya, dokter itu mengatakan kalau ada mobil agar langsung saja berobat ke RS di Pematangsiantar karena tidak dapat lagi ditolong di sini.

Merasa dipersulit, Silitonga langsung menghubungi supir Bupati Taput yang juga bermarga Silitonga dan selanjutnya mengarahkan untuk menghubungi ajudan bermarga Tampubolon dan diteruskan dengan menyuruhnya untuk menemui Direktur RSU Tarutung dr Ganda Nainggolan.

Begitu ketemu, dr Ganda Nainggolan malah menyemprotnya dengan bentakan bernada arogan.

“Kau ini mengadu kesana-kemari. Sama siapa pun kau adukan, saya tidak takut. Ke Kapolri ataupun ke Tuhan Jesus, saya tidak takut. Ingat itu,” ujar Silitonga menirukan ucapan dr Nainggolan.

Ia berharap agar istrinya yang sekarat segera dilakukan tindakan medis. Namun hal itu tidak digubris. “ Saya meninggalkannya dan memikirkan nasib istri saya yang sudah sekarat,” ungkap Silitonga.

Dia menyebut, karena ketakutan akan nasib istrinya yang masih sekarat di RSU Tarutung, selanjutnya ia menghubungi Wakil Bupati Taput Mauliate Simorangkir.

“Bapak itu mengatakan akan memperbaikinya. Jangan dulu dilakukan tuntutan lain. Namun begitu untuk perbuatan tindakan medis kepada istri saya belum juga dilakukan. Dengan kondisi sekarat, akhirnya istri saya dibawa ke RSU Djasamen Saragih di Pematangsiantar,” ujar Silitonga.

“Syukur kami panjatkan kepada Tuhan, istri saya sekarang sudah mulai sehat. Dokter di RSU Djasamen Saragih menyebut istri saya sempat sekarat karena tidak ada tindakan medis, seperti suntikan tetanus. Istei saya kehabisan darah karena sempat dibiarkan selama 12 jam tidak ditanggulangi. Kami mohon agar Pak Bupati (Nikson) melakukan evaluasi kepada direktur RSU Tarutung yang arogan itu. Mohon pak bupati, pelayanan di RSU Tarutung itu sudah bobrok,” ujar Silitonga.

Dia menambahkan, kedatangannya ke RSU Tarutung untuk menagih uang dua kantong darah yang tidak dimasukkan kepada istrinya. “Empat kantong darah sudah saya bayar. Hanya dua kantong yang dimasukkan ke istri saya. Itu yang saya tagih kepada mereka. Saya masih menunggu ini,” ujar Silitonga dengan kesal.

Terpisah, Direktur RSUD Tarutung yang dihubungi wartawan, Senin (29/8) terkait masalah pembentakan tersebut, tidak berada di kantor. Beberapa staf di kantor mengatakan, direktur RSUD Tarutung sedang tugas luar. “Pak direktur sedang keluar,” ujarnya singkat. (newtapanuli)

57 komentar:

  1. Komunis mungkin direktur RS nya!! Bikin Malu.. Adukan saja ke Menteri Kesehatan atau Sms Pak Jokowi langsung

    BalasHapus
  2. PANTASLAH AROGAN, KARENA KE TUHAN YESUS PUN TIDAK TAKUT. Berjaga-jagalah, Karena Tuhan Yesus anda sudah permainkan. Hape dokter ho, Boa do molo ho sekarat. PECAT SIAN DIREKTUR RSU TARUTUNG, cabut Profesi Dokternya....

    BalasHapus
  3. Ratnauli Butarbutar31 Agustus 2016 00.07

    Ha ha ha.... revolusi mental dong, hari gini masih ada yang arogan, membawa-bawa nama Tuhan lagi.

    BalasHapus
  4. Kapan majunya taput kalo pelayanan di RSUD saja masih begitu

    Setiap pasien yg skarat harus dialihkan ke siantar,
    Apakah tidak ada tindakan untuk mengatasi hal itu???

    Kami mohon kebijakan pak bupati
    Untuk menanggulangi masalah pelayanan di RSUD Tarutung
    Agar daerah kita bisa maju pak
    Pelayanan kesehatan juga butuh di perhatikan

    Saya Cinta Taput
    Dan saya tau pemimpin Taput sangat lah bijaksana
    Beliau pasti bisa menangani hal ini

    Salam anak Taput

    BalasHapus
  5. Antony junjungan31 Agustus 2016 01.03

    Wah harus segera dilengserkan dari jabatannya dan dipecat dengan tidak hormat.

    BalasHapus
  6. Pelayanan BOBROK, Dirut AROGAN, RSUD ini perlu dirombak para Pegawai, Pejabat dan staff nya, serta melakukan pembenahan ulang kearah yg lbh baik.
    Hal pertama yg harus dilakukan adalah PECAT dan GANTI Dirut nya.

    BalasHapus
  7. ini dia pemimpin perusak bgs kita itu,semoga bupatinya langsung bisa koordinasikan tim nya untuk cek kebenarannya,kalau memang benar,sudah saatnya orang2 seperti ini dicopot jabatannya krn membahayakan nyawa org lain,maju pak nikson,you are the leader...

    BalasHapus
  8. Molo au gabe bupati taput, langsung saya nonjob kan itu direktur nya, Maup tu aek sigeaon mai

    BalasHapus
  9. Muflihun Sihombing31 Agustus 2016 02.15

    Dirutnya begitu anak bawah jangan sampe ikut ikutan, kendalikan diri sendiri. dalam keadaan panik saya pernah merasakan pelayanan buruk di Rumah sakit, tolong pelayanan ICU nya lebih ditingkatkan. Anda dibayar MAHAL saya tidak pake BPJS waktu itu karena saya ingin kalian lebih punya empati.

    BalasHapus
  10. Sangat miris. ketika nyawa manusia sudah tidak ada harganyanya Lagi. Dan manusia sudah tidak Lagi punya sisi kemanusiaan.
    Kebayang apa yang dirasakan suaminya saat itu.

    BalasHapus
  11. Ernist Pakpahan31 Agustus 2016 03.01

    Direktur RSU Tarutung harus segera dipecat karena komunis, terlihat dari perkataannya dengan Tuhan Yesus saja dia tidak takut. Dan direktur tersebut tidak punya pengetahuan. Ingat akan isi dari Amsal. "Takut akan Tuhan adalah awal dari pengetahuan"

    BalasHapus
  12. Asal bunyi aj thu..ingat kawan Tuhan yg memberimu rejeki jd seorang mengobati tp kw tdk mensyukuri malah tdk tkut kw.kw tunggu saja saat ny ..akan diputar kmbali pda waktuny yg kw perbuat.

    BalasHapus
  13. dilaporkan lgsg via twiter pak jokowi biar lgsg diambi tindakan

    BalasHapus
  14. on ma dokter saonari otaknya sudah tidak ada jangan jangan spt program MM 3 semester dengan jumlah duit tertentu lulus dokter skrg rata rata hanya memikirkan duit pelayanan belakangan na mate mate ma ho disi godang do pe jolma siuruson ido dipikkiri dokter i unga godang dokter abal-abal saonari. asalma dokter pengabdian nanti dulu miris saonari.

    BalasHapus
  15. Bgitulah disana ..dia ga takut ama siapa juga...ganti aja direkturnya

    BalasHapus
  16. Share britanya di kemensos. Biar tuntas dia. Banyak PNS yang sudah bosan dengan jabatannya

    BalasHapus
  17. Itulah sifat jelek sebagian orang kita batak, kalau udah berurusanke RS pasti bawa embel2 saudara bupati dan sebagainya, supaya para dokter dan tenaga medis segera melayani, padahal semua pasien dilayani sama secara manusiawi, coba anda bayangkan jika seluruh masyarakat mengadu ke bupati minta semua ingin diutamakan?
    Direktur itu juga manusia, punya rasa marah dan janganlah saling menghakimi, karena anda sendiri belum tentu benar.
    kalau anda merasa tidak dilayani dgn baik oleh sebuah RS maka anda memiliki hak untuk pindahke RS yg lain dan uang untuk beli darah itu sebenarnya tidak ada, karena darah itu tidak diperjualbelikan, yang ada itu uang sebagai pengganti sistem atau peralatan ug digunakan untuk mengambil darah dan menyimpan darah, jadi supaya jelas bagi masyarakat awam agar jangan mudah terprovokasi oleh oknum yg kurang mengerti. Ingat doa yg diajarkan Tuhan "dan ampunilah kesalahan kami seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami"

    BalasHapus
  18. itu rs prlu ditutup,,,,,,smua org yg bkrja di rsu itu prlu diklusrkn dan direktur prlu di ksh pljran,,,,mntang2 org miskin km se enkny mnndas kmi,,,,kmi miskin tpi harta mrtabt kmi baik,,,,km org kya tpi berprilku sprtu bntang buas yg tdk mmpnyai jiwa kemnusiaan dan tdak bermoral,,,bintang aj msih ad yg mw mnlong,,,,km????smga km dihkum dan dimsukkn keneraka,,,,mnusia tdk brmoral,,,,,,

    BalasHapus
  19. Hottua Sihombing31 Agustus 2016 06.10

    Dirut RSUD gak punya OTAK, pegawai, staf medisnya pun pasti gak punya OTAK, semoga pengurus RS nya dapat hukuman dari Tuhan...

    BalasHapus
  20. reinhard nainggolan31 Agustus 2016 06.11

    PECAT!!!

    BalasHapus
  21. Manganjur Simanullang31 Agustus 2016 06.16

    Memalukan..kota Tarutung pusat gereja HKBP (kota suci dan spritual), seharusnya diimbangi juga dengan pelayanan yang humanis dan profesional dari pelayanan kesehatan RSUD Tarutung, jangan buat tercoreng nama baik Tarutung. Investigasi masalahnya, kalau terbukti bersalah Pecat dr.ganda nainggolan ganti dengan orang yang mampu mengelola dan membuat pelayaanan RSUD Tarutung lebih baik dan pofesional utamakan dahulu kepentingan dan keselamatan pasien.

    BalasHapus
  22. Tanda Hemat Lumbantoruan31 Agustus 2016 06.21

    Berani sekali dia menyebut nama Tuhan untuk menutupi kesalahannya.. Awas nanti Tuhan yang membalas sgala perbuatanmu.

    BalasHapus
  23. Direktur RSUD Tarutung, salah satu eselon II yang arogan dan sombong, kita jangan heran, dia pandai angkat telor ke Pimpinan.

    BalasHapus
  24. Dokter abal2
    Loakkonnn
    Ngomong asal aja
    Awas Tuhan marah abis lu dokter loakk

    BalasHapus
  25. arlinasihombing31 Agustus 2016 07.41

    Direktur Rumah Sakit itu harus punya jiwa kepimimpinan....dan dr. Ganda Nainggolan tdk pantas memegang jabatan itu karena managemen RSUD sama sekali nol. pasien IGD tdk langsung ditangani....ini dokter harus segera dipecat dgn tdk hormat dan tidak diberi ijin untuk buka praktek karena dia hanya takut pd setan....

    BalasHapus
  26. waduh gawat sekali dengan yng satu ini, jangan jadi kepala kalau blom bisa membuat yang terbaik.
    Gmna dengan dokter2 lain besok...........? ? ? ? ? ?

    BalasHapus
  27. Sekolah dimana tuh dokter, jgn2 lulusan dibawah pohon toge kali ya? Gak punya hati nurani, anehnya koq bisa se sajahat itu jd dirut??? Yg aku sesalkan dia itu menantang TuhanbYesus, Tuhan gak akan diam. Kapal titanic aja yg begitu megah dan wah krn menantang Tuhan gak lama kena malapetaka, hati2 tuh dokter......

    BalasHapus
  28. Jangan terlalu arogan pak..bapak itu pelayan masyarakat bukan raja walaupun bapak itu direktur rs trt tp garis bawahi anda itu abdi masyarakat jadi layani donk masyarakat..kl anda tidak takut akan Tuhan sapa lagi yg anda takuti dalam hidup ini..

    BalasHapus
  29. Bertobatlah kau dokter nainggolan direktur rsud Tarutung masak tidak takut Tuhan Yesus, kasihan kamu dan keturunanmu!!!

    BalasHapus
  30. Pecat aja tuh direkturnya,,,
    Ketauan pak jokowi loh,,,
    Dipecat langsung loh,,,,,,
    Dasar orang kampung diotak hanya duit aja seh,,,
    Jd pikiran pun bodoh,,,,
    Gk ada rasa kemanusiaan,,,,

    BalasHapus
  31. Apa sumpah dokter? Alai dang hinata. Tuhan i pe di asangi tong tahe.

    BalasHapus
  32. Kalo bisa dibuat sistim persilangan dirut,staff dan pegawai rumah sakit umum di tarurung dipindahkan aj ke papua.yg dari papua ke tarutung,biar tau rasa.gimana???

    BalasHapus
  33. Martua Hutabarat31 Agustus 2016 15.13

    Sangat terlalu arogan,seorang derektur RS Tarutung,bahkan Tuhan Yesus tdk ditakuti,,semoga Tuhan mendengar omongan arogannya dan memberi sangsi,Amin

    BalasHapus
  34. Yagah tahee.
    Ma buta be dibaen hepengi..
    PARSIKKOLA NATIMBO PE DANG ADONG OTAKNA HAPE.
    lam SIKKOLA TIMBO LAM LOAKNAPE TIMBO HIAN

    SALAM DARI BORJUN

    BalasHapus
  35. jufri hutagalung31 Agustus 2016 16.19

    Sudah cerita lama klo soal kondisi pelayanan RSU tarutung.saya juga sudah alami waktu almarhum ayah saya dirawat sampai meninggal dalam rumah sakit ini.tenaga SDM nya yg bobrok dan jauh dari kesan pelayanan publik.

    BalasHapus
  36. Fikerman Sianturi, S.H.31 Agustus 2016 16.27

    Nickson, sbgi bupati kau pecat saja itu si dokter tolol itu si ganda nainggolan itu. Klu kau tdk pecat dia, jgn harap pilkada tahun yg akan datang kecamatan muara tidak akan memilih dirimu. Namaku Fikerman Sianturi, S.H. aktivis LSM asli anak Muara tinggal di Jakarta akan arahkan marga Simatupang utk tdk memilihmu lagi. Dan akan aku undang anak muara Jakarta utk membicarakan si dokter sombong itu. Karena pilkada yg lalu 92 % kecamatan muara memilih dirimu. Jangan gara2 1 orang dokter sombong kau kehilangan kantong suara. Kami anak rantau masih bisa punya peran dlm pilkada. Bahkan pahaepun akan aku bicarakan utk hal ini krn istriku br. Sitompul dr Pahae. Aku tau juga abangmu anggota DPR si Sukur Nababan. Jadi perhatikan pak bupatilah permintaan kami ini supaya pecat si Direktur RSUD Tarutung itu, karena dia sdh tdk takut sama Tuhan Yesus, ini sudah penistaan terhadap Tuhan.

    BalasHapus
  37. Gak sangka ada kuman di tanah nenek moyang saya....zaman skrg msh kau bawa aroganmu kedan???dikampungku kau buat...demi istri wajar suami pasien melapor sana sini karna panik,tp jangan tanggapi dengan arogan!!!kau rusak pula citra kampung halaman nenek moyangku....

    BalasHapus
  38. Jalakdonganlumbanturuan1 September 2016 01.11

    Makanya pilih pemimpin yg benar-benar menunjuk/mengangkat pimpinan pelayanan masyarakat yg betul2 berjiwa pelayan bukan berjiwa pemimpin...

    BalasHapus
  39. Bah.... kampret itu org !!!!
    Share kan ini !!!!

    BalasHapus
  40. Bah bah bah. Buat malu org batak aja bah... direktur wajib dipecat. Dan pelayan pelayannya kasih SP saja biar kapok. Kalo perlu di pecat jg. Dan rubah total kepegawaian supaya mrka tau kewajiban mrka sebagai pelayan masyarakat. Ingat itu. Pelayan masyarakat bukan raja ya? Jd ya harus melayani.

    BalasHapus
  41. halak hita sudah semakin bobrok.
    yg kaya mayoritas sombong,yg miskin mayoritas jd sampah masyarakat,yg hebat2 pun mayoritas tak bisa diteladani.
    mari kt mulai bangkit,supaya tak negatif makna yg dibilang org thdp kita; "sudah Kristen,batak pulak".

    BalasHapus
  42. Pantaslah masyarakat bangsa Indonesia berobat ke Luar Negeri ( Malaysia) penyebabnya Dokter dan Perawat serta para petugasnya tidak memiliki etikat seperti Rumah Sakit Tarutung ini membentak keluarga pasien bahkan membawa bawa nama Tuhan Yesus apakah prilaku ini tidak biadab ??? . Jika ini dibiarkan Kesehatan Indonesia tujuan dari pada Menkes tidak berjalan Agar Bangsa Indonesia Sehat dan jgn berobat ke Luar Negeri . Untuk itu penulis berharap agar Pelayanan Kesehatan tercapai Segala bentuk Dokter yg sudah PNS maupun yg belum seperti Bidan PTT , Dokter PTT jgn membuka Praktek seperti di Penang.Doktet yg telah bertugas di Hospital tdk buka praktek lagi konsentrasi haya di Hospital tsbt dan para perawatnyapun sopan santun dan tidak diperbolehkan melakukan tindakan medis sifatnya hanya pendamping dokter bukan seperti di NKRI ini.

    BalasHapus
  43. Lapor ke kemkes biar dievaluasi RS nya dan Management nya..

    BalasHapus
  44. Ini sih udah gak heran kalau di rsu tarutung.
    Saya sendiri mengalami beberapa tahun yang lalu. Oppung saya akhirnya pergi untuk selamanya. Menunggu dokter luar biasa lamanya. Tidak ada penanganan medis,dipandang sebelah mata karena dipikir tidak mampu bayar rumah sakit.
    Kalau gak kek gitu, bukan rsud tarutung.
    Sombong nya dokter disana luar biasa.
    Well jurus paling jitu adalah, bawa ke siantar atau balige saja. Tidak ada dokter yang mampu. Hello, balige tarutung ajah berapa lama ? . Gimana mau maju Tapanuli Utara ? .

    BalasHapus
  45. Victor Hutauruk2 September 2016 02.29

    Bertobatlah. Kembalilah ke jalan yang benar. "Sebab apa yang telah kamu lakukan kepada orang yang paling hina ini itulah yang kamu lakukan untuk Aku."

    BalasHapus
  46. Dasar anak setan, gak ada KASIH.
    Pantesanlah lu kagak takut sama Tuhan Yesus yg trnyata lu anaknya setan lucifer. Moga dihukum Tuhan Yesus lu sepuluh turunan biar tau rasa lu.

    BalasHapus
  47. Sekolahkan dulu mulutmu itu dokter, mulutmu itu sudah menista Tuhan Yesus.
    Sadar gak lu??

    BalasHapus
  48. Di malaysia, gaji tenaga medis bisa mencapai 5-10x lipat dibanding gaji tenaga medis kita.

    Nah, jadi itu beda lagi topik ceritanya kalo soal buka praktek ato gk.

    BalasHapus
  49. benhard. silitonga2 September 2016 07.54

    Galatia 6:7 (TB) Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

    So Tuhanlah yang tahu kebenarannya, yang pasti saya juga manusia memiliki kemampuan menilai salah dan benar.

    Nah, sekarang pak dokter minta ampunlah terlebih dahulu kepada Yesus Tuhan kita. Terlampau jauhpun kebenaran dalam pikiran mu, tak melebihi kebenaran Yesus itu sendiri. #kalau tak ada api, tak akan ada asap.

    BalasHapus
  50. Mangalaban Silaban, SH4 September 2016 16.17

    Malpraktek medis dan Malpraktek agama ! Segera Laporkan ke Kapolri Kemenkes, Ikatan Dokter Indonesia dan kepada Tuhan melalui Eporus + Uskup + Pimpinan Pemuka Agama lain)

    BalasHapus
  51. Seluruh Rumah Sakit di NKRI ni harus di revolusi dahulu moral nya.
    Karena ini menyangkut nyawa manusia, dan nyawa di NKRI ini kyk y sudah tidak ada harganya.

    BalasHapus
  52. Hallo bro terlalu panjang ceritanya bro, intinya" IGD" SOP nya seperti apa, itu yang tidak dilaksanakan...

    BalasHapus
  53. Adukan jja ke pak jokowi dia itu...memang anjinh lah itu..pakai bilang gk takut lagi sama yesus...hebat x dia itu bah...

    BalasHapus
  54. Pariaman siagian30 November 2016 11.56

    Tunggu aja giliranmu dokter yg ga tau malu atau keluargamu yg kena musibah akibat perbuatan mu

    BalasHapus
  55. Mantap uda

    BalasHapus
  56. Dari dulu sampai skarang rumah sakit tarutung ini tidak pernah berubah . mulai dari Standart operasional prosedur (SOP) intruksi kerja ( IK) tidak pernah di jalankan dengan baik, terlebih orang tua saya juga pernah di rawat di sini .Saya cmn mau bilang kepada staf jajaran manajemen rumah sakit tarutung . Hidup itu tdk ada yang abadi apa yg anda2 tanam itu yg anda tuai sekiranya Tuhan memberi umur kalian smua 10 atau 20 tahun lagi sudah puji tuhan bkn menjengkali umur orang tapi itu lah kenyataannya hidup orang sekarang ini makin pendek , tapi apa yg udah kalian tinggalkan untuk pekerjaan kalian yg dianggap mulia .

    BalasHapus