Suku Batak Merasa Dipermalukan, Direndahkan, Dihina... Pelaku Dilapor ke Polda


[caption id="attachment_3906" align="aligncenter" width="696"]Barang bukti penghinaan terhadap presiden Jokowi. Barang bukti penghinaan terhadap presiden Jokowi.[/caption]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilecehkan di media sosial (Medsos) facebook oleh dua pemilik akun, Andi Redani Putribangsa dan Nunik Wulandari II.

Dalam status yang di-upload tanggal 22 Agustus, jam 12.55 WIB, pemilik akun Andi Redani Putribangsa menulis, “LADY GAGALLLLLLL….MADE IN CHINA..SEMOGA GAK KE KAMPUNGKU…!!! ORA BUTUH…!!!…LAGI PULA SAYANG KALAU PAKAIAN ADAT DIPAKAI PEMIMPIN YG HANYA JANJI2 KOSONG…PENIPU RAKYAT…”.

Dalam status itu juga di sertai foto Presiden Jokowi saat mengenakan pakaian adat Samosir. Di dalam foto itu juga disertakan tulisan “ORANG SETREESS”.

Tak jauh berbeda dengan apa yang ditulis pemilik akun Nunik Wulandari II. Dalam statusnya, pemilik akun Nunik Wulandari II menulis “Orang TOLOL dipilau samosir jd badut malah bangga…. it’s real…. tanpa edit”.

Di bawah tulisan itu, pemilik akun juga menambahkan foto Presiden Jokowi dan istrinya, Iriana Jokowi di acara Karnaval Kemerdekaan Pesta Danau Toba (KKPDT). Selain itu, ada juga tulisan di foto itu yang berbunyi, “SUMPAH NGAKAK LIAT PRESIDEN YANG SATU INI. *asli gak editan*.

Atas dasar ini, Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMLP) pun melaporkannya ke Polda Sumut dengan nomor laporan STTLP/1094/VII/2016/SPKT III, tanggal 23 Agustus 2016.

Ketua AMLP, Lamsiang Sitompul (47), warga Jalan Teratai, Lingkungan V, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, kepada wartawan di Mapoldasu usai melapor, Selasa (23/8), mengatakan laporan dugaan penghinaan itu dilakukan selaku bagian dari Suku Batak.

Menurutnya, unggahan (Upload) gambar serta kata-kata pada media sosial Facebook yang disuguhkan dalam akun Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa itu, mengandung unsur dugaan penghinaan harkat martabat dan harga diri, yang juga dianggap mempermalukan komunitas Suku Batak.

“Dalam laporan itu, saya laporkan kerugian moril yang dialami komunitas Suku Batak karena merasa dipermalukan, direndahkan, dihina harkat dan martabat serta harga diri menjadi tercemar. Dasar saya melaporkan sebagai orang batak yang merasa terhina dengan hinaan yang dilakukan pelaku terhadap presiden dengan pakaian kebesaran Suku Batak,” ujarnya.

Dijelaskannya, hingga saat ini dirinya masih melihat dua akun yang diduga melakukan penghinaan tersebut. Namun akunya, tidak tertutup kemungkinan masih ada akun lain yang menyebar dugaan penghinaan seperti itu.

“Harapan saya, dengan ada laporan ini, tidak ada lagi kejadian seperti ini. Sangat tidak etis dan sudah melanggar hukum, apabila petinggi suatu negara dihina seperti itu, apalagi seperti yang saya laporkan ini terkait dugaan adanya penghinaan terhadap komunitas Batak dalam akun Medsos itu,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kasubbid Penmas Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan mengaku, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Diakui, selanjutnya laporan itu akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Laporan sudah diterima, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan,” sebutnya. (emzu/medanbicara)

Tidak ada komentar