Uang Kembalian Diganti Permen? Siap-siap Dipenjara!


permen kembalian

Dengan alasan tidak ada recehan, banyak swalayan yang menukar uang kembalian dengan permen. Ini peringatan serius bagi swalayan atau pedagang yang menukar uang kembalian pembeli dengan permen, kerupuk atau barang lainnya. Tindakan itu bisa berujung pada pidana.

Ancamannya ialah setahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sanksi itu bisa dikenakan bagi para pedagang ataupun pihak swalayan sesuai dengan UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Tolak kalau pengembalian pakai permen dan lain. Bila ada melakukan itu bisa kena pidana. Ancaman tinggi lho, satu tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sudah ada undang-undangnya. Jadi jangan main-main,” ucap Deputi Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern BI perwakilan Palangka Raya, Harif Winanto, Jumat (19/8).

Winarko mengakui, hal itu terjadi karena banyak warga tidak menggunakan uang rupiah logam dalam bertransaksi.

Bahkan tidak mengembalikan uang transaksi dalam bentuk uang. Tetapi ditukar dengan permen, mahar dan permainan anak-anak. “Itu sudah melanggar aturan tukaran gitu. Emang mau pedagang atau pengusaha beli beras ditukar permen,” ucapnya. (daq/vin/jos/jpnn)

Tidak ada komentar