Upsss... Trump Jualan Jas Buatan Indonesia


[caption id="attachment_3902" align="aligncenter" width="620"]Seorang pria berpose di depan patung telanjang bergambarkan calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump di San Francisco, Amerika Serikat, 18 Agustus 2016. (Justin Sullivan/Getty Images) Seorang pria berpose di depan patung telanjang bergambarkan calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump di San Francisco, Amerika Serikat, 18 Agustus 2016. (Justin Sullivan/Getty Images)[/caption]

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald J. Trump kembali menjadi sorotan. Setelah ketahuan utangnya menumpuk, kali ini kontorversi muncul dari jas merek dagangnya sendiri, Donald J. Trump Signature.

Koleksi jas yang ia pasarkan lewat situs jual beli online Amazon ini ternyata buatan Indonesia. Hal ini diungkap oleh reporter BuzzFeed Daniel Wagner yang melihat ada keganjilan dari deskripsi salah satu produk Donald Trump.

"Di Amazon, koleksi The Donald J. Trump Signature dideskripsikan impor dan buatan Amerika. Mereka tidak bisa berasal dari keduanya kan?" katanya dilansir dari buzzfeed, Rabu, 24 Agustus 2016. Trum selama ini dikenal berkampaye agar mencintai Amerika dengan membeli produk AS.

BuzzFeed pun memesan dua setel jas untuk menjawab rasa penasarannya. Hasilnya, tampak di bagian kerah jas berwarna biru gelap ini tulisan 'Made in Indonesia'. Trump mengklaim dirinya adalah nasionalis sejati.

Wagner pun menyindir kampanye Trump yang kerap menyuarakan untuk membawa pekerjaan manufaktur di luar negeri kembali ke Amerika ternyata hanya bualan. Selama berkampanye, Trump selalu ingin menguatkan kembali AS dengan meningkatkan ekonomi dalam negeri. "Buat Amerika hebat lagi (dan Indonesia juga)," ujar Wagner menyindir Trump.

Menurut Buzzfeed, Trump ternyata sering membuat produknya di luar negeri. BuzzFeed News sempat mengunjungi satu pabrik di Honduras yang menurut mereka para pekerja hanya dibayar beberapa dolar per hari untuk membuat pakaian Trump.

Bahkan di Amerika Serikat Trump tidak sepenuhnya memberi pekerjaan bagi warga Amerika. Bulan lalu ia mempekerjakan 78 orang dari negara lain sebagai staf di klub pribadinya di Palm Beach. Dia berdalih tidak ada orang Amerika yang tersedia untuk melakukan pekerjaan tersebut.

BUZZFEED | AHMAD FAIZ

Tidak ada komentar