BANDINGKAN!!! Antara Tukang Bersih Toilet, Sopir Taksi dan Ketua DPD


rakyat-dan-anggota-dewan

Ketua DPD, Irman Gusman tertangkap tangan KPK karena terlibat kasus suap.

Ia diduga menerima suap Rp 100 Juta dari CV Semesta Berjaya untuk dapat memberikan rekomendasi terhadap Bulog supaya bisa menambah kuota impor gula

Setelah ditelusuri lebih dalam soal harta kekayaan yang dimiliki oleh Irman Gusman, harta kekayaan yang dilaporkan kepada KPK waktu menjadi Ketua DPD pada tahun 2014 kemarin totalnya sebesar Rp 31 miliar dan US$ 40 ribu.

Irman juga memiliki harta tak bergerak yaitu dua unit tanah dan bangunan yang berlokasi di Tangerang dengan total mencapai Rp 6 miliar.

Selanjutnya, untuk harta bergerak yang turut dilaporkan adalah kendaraan dengan nilai mencapai angka Rp 1,5 miliar.

Irman turut mempunyai logam mulia, batu mulia dan beberapa barang antik yang dimiliki oleh Irman dengan nominal Rp 1,7 miliar.

Terdapat juga surat berharga yaitu berupa investasi yang dipunyai oleh Irman sejak tahun 1994 sampai dengan 2001 seharga Rp 14 miliar.

Selanjutnya, Irman juga punya giro dan setara kas lainnya dari warisan dan hasil sendiri dengan nilai Rp 7 miliar dan US$ 40 ribu.

Tukang Bersihin Toilet Kembalikan Uang Rp 100 Juta


[caption id="attachment_4265" align="aligncenter" width="970"]MULYADI MULYADI[/caption]

Pada tanggal 27 Mei 2016 kemarin, Mulyadi tukang bersihin toilet laki-laki, menemukan sebuah tas kulit yang berwarna cokelat di salah satu bilik kecil toilet. Selanjutnya, Ia mengambil tas itu dan membawanya ke bagian customer service.

Setelah itu, dibukalah tas tersebut dan ternyata ada beberapa gepok uang keras dengan nominal Rp 100 juta di dalam tas itu.

Kemudian, sekitar 45 menit setelahnya, ada seorang pria yang masuk dan menanyakan soal tas kepada dirinya.

“Saya pura-pura tidak tahu. Siapa tahu bukan punya dia,” ucap Mulyadi seperti dikutip Ngobrol.top.

Selanjutnya, sang pemilik itu pun menunjukkan lokasi terakhir tas itu ditaruh dan menjelaskan ciri-cirinya, lalu, Mulyadi percaya dan memberitahunya.

Ia menuturkan bahwa tas itu telah diamankan ke bagian customer service. Lalu, Ia pun mengantar pemilik tas itu untuk dapat mengambil tasnya yang tertinggal itu.
Uang untuk Beli Mobil

Mulyadi mengatakan bahwa memang orang itu mengaku terburu-buru karena ingin makan siang di lantai atas mall.

“Saya baru ambil uang di BCA buat beli mobil,” ucapnya. Selanjutnya, kejujuran dari Mulyadi ini pun menjadi viral di sosial media.

Setelah kejadian tersebut, Ia pun langsung didatangi oleh dua pimpinan KPK, Laode M Syarif dan Saut Situmorang.
Mulyadi dapat Beasiswa Kuliah

Kedua pimpinan KPK itu memberikan penghargaan terhadap Mulyadi karena kejujurannya itu telah menginspirasi banyak orang. Ia pun diberikan Pin merah yang bertuliskan “Berani Jujur Hebat”.

Kejujuannya tersebut pun membuatnya bukan hanya mendapat pin dari KPK saja, namun juga diberi penghargaan agar bisa kuliah. Mulyadi diberi kebebasan untuk bisa kuliah di universitas manapun, KPK yang menanggung semua biayanya.

Pada akhirnya, Ia pun memilih kuliah di Universitas Nasional dengan mengambil studi Akuntansi.

Sopir Taksi, Emas Batangan dan Uang Rp126 Juta


sopir-taksi-jujur

Ia bernama Sama’i, Ia menemukan sebuah tas yang berisikan emas batangan 0,5 kg dengan uang tunai Rp 126 juta.

Peristiwa itu terjadi pada saat dirinya membawa 2 orang pria dari Hotel Grand Mercure, Jakpus ke Pengadilan Negeri Jakpus.

Lalu, Ia pun melihat 2 tas yang ternyata ditinggalkan oleh penumpang itu. Ia juga mengaku bahwa sudah mengingatkan penumpang sesuai dengan prosedur untuk memeriksa kembali barang-barang bawaannya.

Setelah dibuka, tas tersebut berisikan uang yang sangat banyak dengan emas batangan di dalamnya.

“Seumur-umur Engkong baru liat sebanyak itu. Engkong langsung gemeter,” seperti dikutip Ngobrol.top.

Karena sangat panik, ia langsung menghubungi istrinya, Esih Kasih untuk menceritakan apa yang ditemukannya.

“Istri saya langsung bilang, pulangin saja. Punya orang. Bawa ke pul,” jelasnya.

Usai berhasil menenangkan dirinya, Sama’i pun langsung pergi ke pangkalan yang ada di WTC Mangga Dua.

Ia pun langsung melaporkan soal temuannya tersebut kepada Kepala Pool Taksi. Ia pun turut menanti pihak manajemen serta sekuriti untuk bisa menghitung jumlah uang di dalam tas itu.

“Saat ngitung itu, saya minta nggak banyak tangan yang ikutan. Takutnya ada yang nyelipin kan,” ucapnya.

Pemilik datang dan beri imbalan

Selanjutnya, tak berapa lama, penumpang tersebut pun akhirnya berhasil menghubungi dan disuruh untuk datang ke pool tersebut.

Setelah sampai di sana, Ia pun diberi imbalan berupa uang Rp 4 juta oleh pemilik tas tersebut.

“Ya alhamdulillah. Tapi kan Engkong gak ngejar itu, ya,” terangnya.

Bagaimana menurut Anda? Kontras sekali ya perbedaannya? (bbs)

Tidak ada komentar