Broken Home, Bocah 8 Tahun Dipaksa Jadi Pengemis, Hasilnya Buat Foya-foya Ibu


bocah-pengemis

Tubuhnya yang kurus kecil itu gemetar saat melakoni 'pekerjaan'nya sebagai pegemis. Dengan tatapan mengiba ia melihat satu persatu pejalan kaki yang melintas.

Bocah berjilbab biru berinisial YDP itu berusia 8 tahun. Belum sekolah. Semenjak orangtuanya bercerai, ia yang tinggal bersama ibunya, dipaksa mengemis. Kenyataan pahit yang terkuak saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal pada Rabu lalu (14/9) menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng).

Dalam razia itu, YDP diamankan Satpol PP saat mengemis di pertigaan Jalan Diponegoro (Gili Tugel).

"Aku belum sekolah, cuma disuruh ibu minta-minta," jelas YDP dengan nada polos saat ditanya anggota Satpol PP.

Dari hasil pemeriksaan petugas, dua orang yang diamankan diduga melakukan eksploitasi anak dengan cara menyuruh anak-anak untuk mengemis di jalanan saat arus lalu lintas padat.

Itu diperkuat dengan pengakuan YDP yang mengaku disuruh diminta ibunya untuk mengemis tanpa sekalipun merasakan bangku sekolah.

"Ibu YDP diamankan saat sedang enak makan di warung. Sementara anaknya disuruh mengemis, orangtua kok tega seperti itu ya?," kata salah satu anggota Satpol PP.

Satpol PP juga ikut mengamankan Toni (49), warga RT 2 RW 8 Jalan Serayu No. 21 Kelurahan Panggung, Tegal Timur yang mengaku sebagai ayah YDP. Toni mengaku kaget ketika melintas di Jalan Diponegoro dan melihat anaknya dibawa petugas.

"Saya gak tahu persis, jika ternyata anak saya mengemis Pak. Karena sejak cerai dengan ibu YDP, saya tidak tahu kesehariannya," ujar Toni kepada petugas.

"Saya pikir ibunya YDP sudah kerja. Karena sering memposting foto di medsos saat makan di restoran atau jalan-jalan. Tapi rupanya itu hasil jerih payah anakku mengemis," sambung Toni sambil sesekali menyeka airmatanya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Hartoto menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi adanya tindakan eksploitasi. Menurutnya, Satpol PP tidak memiliki kewenangan memproses dugaan eksploitasi anak.

"Jika tidak ada orang tua yang menjemput, akan kami rehabilitasi ke PPT Puspa. Tapi, karena sudah ada orang tuanya kami hanya melakukan pembinaan," imbuhnya. (radartegal)

Tidak ada komentar