Djair Warni, Komikus Pencipta Jaka Sembung Meninggal Dunia


[caption id="attachment_4390" align="aligncenter" width="620"]djair-warni Djair Warni, pencipta komik Komik Jaka Sembung[/caption]

Komikus senior Djair Warni meninggal dunia. Komikus yang terkenal di era tahun 1970-an melalui serial Jaka Sembung itu, meninggal di Jakarta, pada Selasa pagi, 27 September 2016.

Djair Warni yang berusia 67 tahun ini menghembuskan nafas terakhir pada pukul 10.15 WIB karena menderita penyakit diabetes sejak 2012. Ia sedang menjalani rawat jalan dan meninggal di rumahnya di Menteng Dalam, Jakarta Pusat.

“Sampai saat terakhirnya, Djair Warni masih berkarya membuat komik bertema fiksi ilmiah,” ujar putra sulung Djair, Syahlendra Maulana, 46 tahun, saat ditelepon Tempo, Selasa, 27 September 2016.

Menurut Maulana yang akrab disapa Novan, kondisi Djair Warni memburuk selama seminggu terakhir. Novan menuturkan, ayahnya merupakan komikus yang sempat berkarir sebagai penulis skenario film dan sinetron di tahun 1990-an. Djair Warni tinggal bersama keluarganya di Menteng Dalam II Nomor 10.

“Memang sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Afia (di Menteng, Jakarta Pusat), tapi sebenarnya sudah masuk masa pemulihan, bahkan berobat jalan. Namun, Allah berkata lain,” ujar Novan.

Novan mengatakan, ayahnya akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan usai Shalat Ashar sore ini.

“Rekan-rekan kolektor komik beberapa sudah berkunjung ke rumah,” ujarnya.

Kolektor komik Henry Ismono mengaku, mendengar kabar meninggalnya Djair dari rekan-rekannya. “Saya sudah lama tak bertemu Pak Djair, terakhir beberapa bulan lalu," kata Henry.

Djair menjadi komikus secara otodidak. Dia mengenyam pendidikan di Sekolah Teknik Negeri dan Sekolah Teknik Menengah di Cirebon. Pendidikannya terhenti saat berkuliah di Fakultas Arsitektur Naval (perkapalan) di salah satu universitas di Jakarta.

Komik Jaka Sembung dibuatnya pada 1968, dan sempat diangkat ke layar lebar Indonesia pada kurun waktu 1980 hingga 1985. Djair Warni pun sempat ikut bermain sebagai pemeran pendukung di beberapa film yang diadaptasi dari komiknya, seperti di film Jaka Sembung Sang Penakluk pada tahun 1981.

Selamat jalan Pak Djair , namamu abadi dalam karya. Semoga generasi berikutnya bisa mengembangkan karya-karyamu. (tempo)

Tidak ada komentar