Jika Nampak Bocah Ini Dalam Perjalanan di Berastagi, Berhentilah!


marno-sembiring

Umurnya sekitar 13 tahun. Bocah seumuran itu seharusnya duduk di bangku SMP. Tapi tidak dengan Marno Sembiring. Diusia muda, ia harus hidup sebatangkara ditinggal kedua orangtua yang merantau mencari kehidupan layak.

Saat terlihat, Marno Sembiring tergeletak di pinggir Jalan Tangkulen - Desa Gajah, Berastagi. Tergeletak tak bergerak. Bersandar di sebuag karung goni besar. Sepedanya juga dibiarkan jatuh di samping.

Ketika hati nurani berbicara, kekuatan untuk berbuat baik pun muncul. Kami pun langsung balik kanan guna melihat keadaan bocah tersebut. Khawatir, kaki si bocah bakal terlindas kendaraan yang lewat. Karena memang hanya beberapa centi dari jalan lintas.

Wajahnya pucat, nafasnya tersengal-sengal. Dengan tenaga yang tersisa, Marno Sembiring bilang sudah beberapa hari tak makan. Bocah yang tinggal di Berastagi ini setiap hari mengumpulkan barang bekas. Dari situlah ia bisa menyambung hidup. Hasilnya hanya cukup buat makan.

marno-sembiring1

Bekal perjalanan pun diberikan untuk sekedar mengganjal perutnya. Hati ini makin teriris saat ia bercerita sudah sering terjatuh karena lapar. Karena barang bekas yang dikumpulkannya sering tidak sesuai target. Biasanya ia bisa membeli nasi dua hari sekali. Dihari itu adalah hari ketiganya belum merasakan nasi. Kalau sudah demikian, ia hanya bisa terkapar di pinggir jalan. Mengumpulkan sisa-sisa tenaga untuk bergerak lagi.

Setelah menghabiskan makanan yang kami beri dengan lahap, ia pun bergegas meneruskan perjalanannya. Mencari barang bekas untuk menyambung hidup.

Bagi anda yang melihatnya di sepanjang jalan Berastagi, berhentilah. Berikan sebagian kecil rezeki. Hanya sekedar untuk membeli makan sehari.

Kami mohon kepada orangtua atau orang yang mengenal anak ini agar segera mengurus bocah ini. Karena dia mulai sakit-sakitan. Anak adalah titipan. Orangtua harus menjaga dan merawatnya. Jangan pernah menelantarkan titipan Tuhan.

Semoga hati nurani kita tergerak untuk segera menyebarkan kisah miris ini.

9 komentar:

  1. Ririn Rinasti Br Sinulingga9 September 2016 09.24

    sungguh tega orang tua yg nggak bertanggung jawab :(
    smoga marno dapat rezeki yang tak terduga dari Tuhan yang maha Kuasa
    Amin

    BalasHapus
  2. kasihan sekali kau nak, semoga hidupmu sukses kelak, semangat dan berjuanglah...

    BalasHapus
  3. yoyo saputra pakpahan9 September 2016 20.53

    Kasihan Tuch Bocah ...

    BalasHapus
  4. Kenapa enggak ditolong?? Kenapa tidak dibuat sumbangan untuk membantu anak itu?? Kenapa enggak dihubungi pemerintah yg berkaitan dengan perlindungan anak?

    Tolol kali yg buat tulisan ini.

    BalasHapus
  5. Sonnia Demit Argem11 September 2016 00.42

    Ya alloh...kejamnya ortu yg menelantarkan anaknya....mga alloh slalu melindungimu nak....amin

    BalasHapus
  6. sdh ada komnas perlindungan anak di pemerintahan INDONESIA...knpa gk di laporkan ke komnas perlindungan anak kan selesai,,hidup nya gk susah lagi...payah lu

    BalasHapus
  7. Zulhayati Nakayama Sihombing12 September 2016 11.28

    Salam sdra / sdri penulis...
    Nama sy Ibu Yulhayati Nakayama Sihombing. ( Zulhayati itu ejaannya dituker guru sy dulunya.)
    Bisa sy menghubungi si adek ini( bocah ini?)
    Sy mempunyai 2 org anak.
    Tetapi putri sy telah kembali kpd Allah.
    Sekarang kami cuma ada anak lelaki saja.
    Dan sy sdh lama menetap @ ikut Suami dan tinggal di M'sia.
    Jika adek tsb mau sy didik utk membesarkan beliau, dgn senang hati.
    Krn kami juga sedang mencari seseorang yg bisa meramaikan suasana rumah kami jika ada anak2 yg sudi menjadi anak didik yg baik / jujur.
    Mudah2an beliau bisa merobah kehidupannya.
    Jika pak Penulis berkenan memberikan alamat / bocah tsb... kami sangatlah berterimakasih sangat.
    Smoga Tuhan Allah saja yg membalas diatas segala niat baik kita semua. Amen.
    Salam dr KL.
    Tuhan Allah memberkhati. Amen.

    BalasHapus
  8. Alamatnya belum lengkap bu. Akan segera kami telusuri. Karena kemaren cuma dibilangnya Berastagi tanpa menyebut secara lengkap.

    BalasHapus
  9. Kasian adek itu....hidup seorang diri...
    Berjuang sendiri untuk mencari sesuap nasi...nde mama biring....kuat kam y dek ku...

    BalasHapus