Judul Cabul JPNN Dikecam!


jpnn-lecehkan

Salah satu portal berita yang masih di bawah bendera Jawa Pos Grup, JPNN membuat para pembacanya merasa dilecehkan. Hal ini terkait berita demo Bidan Desa di depan Istana Negara, Rabu (21/9).

Untuk media online sebesar JPNN, sangat disayangkan jika menggunakan judul yang merendahkan martabat wanita.

Seorang netizen bernama Wisnu Prasetyo Purnomo men-screen shoot dan menulis Ibu-ibu sedang memperjuangkan nasibnya, dan begini cara jpnn.com memberitakannya. Menghina perempuan, merendahkan jurnalisme.

Tanggapan netizen lain pun tak kalah pedas.

Artika Farmita : Nama wartawannya MESYA MOHAMMAD. Temen2 Jkt kalo ketemu bisa tlg bantu ngaplok

Rassela Malinda : kenapa saya merasa sangat marah, adakah cara untuk membuat pembuat berita ini jera?

Gaya Hidup Kurang Tidur : Hahaha.. judulnya selangkangan sama asi

Sapariah Saturi : Tega banged nih media. Cuma demi klik!

Ternyata, selain judulnya yang tak mencerminkan media besar, isi dari berita tersebut juga luar biasa cabul. Berikut kutipannya :

jpnn-lecehkan-wanita

Kendati hujan deras, bidan desa PTT malah terlihat riang.

Mereka berjingkrak-jingkrak kegirangan saat diguyur hujan.

"Asyik… basah-basah. Ayo main hujan, pak polisi," kata para bidan peserta aksi.

Namun, baju warna putih yang basah membuat pakaian mereka menjadi transparans.

Pakaian dalam mereka -maaf kutang- jadi terlihat.

Tapi para bidan itu justru saling ledek ketika pakaian dalam mereka menjadi terlihat karena baju luar yang tembus pandang lantaran basah.

Ada yang pakai kutang warna merah, biru, hitam dan cokelat.

Tapi ada juga yang aman karena melapisinya dengan kaus dalam.

"Aduh maaakkkk, gunungku kelihatan," ujar salah satu bidan sambil berusaha menutupi dadanya dengan kerudung.

Bidan desa yang bertubuh gemuk tidak kalah paniknya. Kaus putih yang menempel ketat di badannya semakin memperjelas bentuk tubuhnya.

Melihat itu, teman-temannya yang lain spontan memberikan spanduk untuk menutupi badan bidan gemuk.

"Yang pakaian dalamnya kelihatan, ditutupi sama kerudung atau pakai jas hujan. Malu ah sama pak polisi," kata Darmawati, pengurus pusat Forum Bidan Desa PTT (Pusat) Indonesia yang langsung turun tangan mengingatkan rekan-rekannya untuk menjaga auratnya.

(ngobrol.top)

Tidak ada komentar